Como Tenggelamkan Juventus ke Labirin Krisis

Como adalah tim pertama yang mengalahkan Juventus di musim ini. Sinar bintang muda, Nico Paz, penawar ”Si Nyonya Besar” yang enam gim nirkalah.

19 Okt 2025 20:53 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

COMO, MINGGU — Como menciptakan sejarah dengan mengemas kemenangan pertama atas Juventus dalam 73 tahun. Keunggulan 2-0 diraih anak asuhan Cesc Fabregas pada gim pekan ketujuh Liga Italia edisi 2025-2026, Minggu (19/10/2025), di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Hasil itu juga menjadi kekalahan pertama Juve di kompetisi musim ini.

Duel Como dengan Juventus pada era modern pertama kali terjadi pada Serie A Italia musim 2002-2003. Dalam empat pertemuan sebelumnya yang berjalan selama abad ke-21, Como hanya mampu sekali menahan Juve, sedangkan tiga gim lainnya berakhir dengan kekalahan.

Hasil minor itu termasuk dua gim pada musim lalu yang menjadi musim kembalinya Como ke Serie A. Pada musim 2024-2025, Como menelan kekalahan back-to-back dengan skor 0-3 dan 1-2.

Sebelumnya, Como terakhir kali menaklukkan Juve pada 1952. Como tercatat baru empat kali menaklukkan Juve di Liga Italia.

Memasuki musim kedua di Serie A secara beruntun, Como sudah bermain kian dewasa. Koleksi sembilan poin mereka ciptakan pada enam pekan awal musim ini.

Kemenangan atas Juve, pemilik bintang tiga penanda scudetto lebih dari 30 kali, adalah hasil positif ketiga Como pada musim ini. Mereka pun memasuki zona kompetisi antarklub Eropa berkat raihan 12 poin.

Gelandang Juventus, Khephren Thuram, berebut bola dengan bek Como, Jacobo Ramon, dalam pertandingan Liga Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Minggu (19/10/2025).
Quote

Saya senang bisa menghadirkan penampilan yang penting hari ini. Meskipun saya merasa sangat lelah seusai bermain untuk Argentina, saya tetap kerahkan yang terbaik untuk jersei (Como) ini.

Tim berjuluk ”I Lariani” itu mengkreasi sejarah baru dalam rekor perjumpaan dengan Juve berawal gol bek tengah, Marc-Oliver Kempf, ketika laga baru berjalan empat menit. Itu adalah peluang pertama yang dihasilkan tim tuan rumah berkat kreasi gelandang serang, Nico Paz.

Paz mengawali gol itu dari strategi eksekusi sepak pojok dengan operan pendek. Setelah mendapat operan balik dari gelandang, Lucas Da Cunha, Paz melepaskan umpan silang ke sisi tiang terjauh gawang Juve demi menjangkau bola kepada Kempf. Gol kedua bagi bek asal Jermain itu di musim ini.

Adapun tiga poin Como dipastikan melalui skema serangan balik cepat yang diakhiri Paz pada menit ke-79. Hanya butuh waktu 13 detik setelah merebut penguasaan bola dari pemain Juve, Como bisa menaklukkan pertahanan Juve untuk kedua kalinya.

Gol itu cuma melibatkan tiga pemain. Mereka adalah Da Cunha dan Maximo Perrone, duo gelandang jangkar, kemudian Paz sebagai eksekutor peluang dengan sangat dingin. Paz telah mencetak empat gol dan empat asis untuk I Lariani di Liga Italia 2025-2026.

Performa Paz, yang dinobatkan Serie A ”Rising Star” bulan September lalu, tidak hanya membantu Como menaklukkan Juve untuk pertama kali dalam sejarah. Ia juga mengeluarkan Como dari rentetan hasil imbang dalam dua gim beruntun di Serie A.

Gelandang Como, Nico Paz, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Liga Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Minggu (19/10/2025).

Di sisi lain, Paz juga memenangi duel dua bintang muda Liga Italia menghadapi penyerang sayap Juve, Kenan Yildiz. Paz asal Argentina berusia 21 tahun, sedangkan Yildiz yang membela tim nasional Turki baru menginjak usia 20 tahun.

”Saya senang bisa menghadirkan penampilan yang penting hari ini. Meskipun saya merasa sangat lelah seusai bermain untuk Argentina, saya tetap kerahkan yang terbaik untuk jersei (Como) ini,” tutur Paz seusai laga kepada DAZN.

Tanpa Fabregas

Menariknya, Como menciptakan sejarah tanpa ditemani Pelatih Kepala Cesc Fabregas. Juru taktik asal Spanyol itu tengah menjalani masa larangan mendampingi timnya satu laga akibat protes keras kepada wasit pada gim kontra Cremonese, 27 September lalu.

Fabregas menyaksikan anak asuhannya di tribune naratama stadion yang berada di sisi Danau Como nan indah itu. Sebagai pengganti peran Fabregas di pinggir lapangan, asisten pelatih, Dani Guindos, tidak pernah duduk selama lebih dari 90 menit demi mematau aksi anak asuhannya.

Aksi Guindos yang seakan tak kenal lelah memberikan instruksi, juga Fabregas yang tak pernah terlihat tenang dari atas tribune, berbuah performa apik bagi timnya. Selain mampu mencetak dua gol, skuad I Lariani mampu meredam lini serang Juve.

Tim tamu dibiarkan menguasai bola lebih banyak (55 persen). Tetapi, mereka kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Como.

Gelandang Como, Maximo Perrone, berduel di udara dengan gelandang Juventus, Manuel Locatelli, dalam pertandingan Liga Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Minggu (19/10/2025).

Juve sempat melepaskan 11 tembakan selama satu jam awal laga tanpa satu pun tepat sasaran. Kiper Como, Jean Butez, baru menciptakan penyelamatan pada menit ke-62 untuk menangkap sundulan gelandang Juve, Teun Koopmeiners.

”Kami selalu berusaha memainkan gaya permainan kami tanpa memedulikan lawan. Fabregas selalu menuntut kami terus berkembang dan hasil ini tidak akan membuat kami terlena untuk menjalani laga-laga selanjutnya,” kata Perrone dilansir Corriere dello Sport.

Nirmenang

Di sisi lain, Juve kian kesulitan meraih kemenangan. Tak hanya rekor nirkalah yang akhirnya sirna di tepi Danau Como, ”Si Nyonya Besar” sudah lebih dari satu bulan mendambakan kemenangan. Terakhir, Juve meraih tiga poin berkat menaklukkan Inter Milan, 4-3, 13 September 2025.

Sebelum takluk dari Como, Juve harus puas menjalani lima laga berturut-turut di semua kompetisi dengan hasil imbang. Juve sempat ditahan Hellas Verona, Atalanta, dan AC Milan di kompetisi domestik, lalu Borussia Dortmund dan Villarreal menjegal ambisi tiga poin Juve di Liga Champions.

Padahal, Juve amat berpeluang meramaikan persaingan papan atas dengan tiga poin dari markas Como. Andai menang, Juve bisa menyamai perolehan poin Inter, Napoli, dan AS Roma yang duduk di tiga peringkat teratas sementara dengan koleksi 15 poin.

Kondisi Juve pun bakal semakin sulit karena akan menghadapi dua pertandingan sulit selanjutnya. Mereka akan bertandang ke markas Real Madrid di Liga Champions, kemudian dilanjutkan tampil di Roma, tepatnya kandang Lazio.

Reaksi pemain Juventus setelah dikalahkan Como pada pertandingan Liga Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Minggu (19/10/2025).

Merujuk performa saat ini di bawah kendali Igor Tudor, Si Nyonya Besar bakal kesulitan untuk membawa pulang tiga poin dari dua gim tandang itu. Namun, jika kembali gagal menang pada dua gim itu, situasi Juve akan terlempar dari persaingan zona Eropa di Liga Italia dan tiket fase gugur Liga Champions.

Tudor kecewa dengan performa anak asuhannya. ”Kami memahami kekurangan kami di laga ini. Kami harus berbenah untuk keluar dari situasi sulit dan kembali ke jalur yang tepat,” katanya. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto