Derbi Pesakitan Kota Manchester

Motif dalam duel Manchester United versus Manchester City tidak sepanas laga-laga derbi sebelumnya. Namun, kedua tim sekota itu tetap datang membawa misi penting.

06 Apr 2025 05:00 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, MINGGU — Dalam edisi derbi Manchester terbaru, sulit mencari tim yang lebih buruk dari sisi prestasi. Manchester City dan Manchester United merosot jauh dari standar masing-masing. Alih-alih ingin melihat tim tetangga terpuruk saat bertemu dalam derbi, mereka hanya fokus bersolek agar bisa segera bangkit.

Sulit mencari tim besar yang lebih buruk dibandingkan Manchester United (MU) pada musim ini. ”Setan Merah” berada di peringkat ke-13 Liga Inggris, saling sikut dengan tim-tim semenjana lain. City memang masih masuk dalam zona lima besar, tetapi prestasi tim asuhan pelatih Josep Guardiola itu tidak jauh lebih baik.

Kejatuhan City lebih mengejutkan dibandingkan MU, jika dilihat dari standar setiap klub dalam beberapa musim terakhir. City adalah juara bertahan liga dalam empat musim beruntun. Mirisnya, mereka sekarang harus berjibaku hanya untuk memperebutkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Pertaruhan gengsi yang biasa menjadi bahan bakar dalam derbi, tidak lagi relevan dalam duel terbaru kedua tim di Stadion Old Trafford, pada Minggu pukul 22.30 WIB. Guardiola seperti mengonfirmasi itu dalam konferensi pers sebelum laga. Dia lebih tertarik membahas kepergian anak asuhnya, Kevin De Bruyne, pada akhir musim.

Menurut Manchester Evening News, Guardiola hanya menjawab normatif dalam 14 detik terkait salah satu laga terpanas di Inggris itu. ”Bagus. Kami bermain bagus dalam dua laga terakhir, semoga itu berlanjut sampai akhir musim. Para pemain fokus beristirahat (setelah laga Kamis lalu) dan kami akan mempersiapkan laga terdekat,” ujarnya.

Tidak ada bumbu tambahan, seperti perang psikologis, untuk memanaskan derbi. Tidak seperti pada duel pertama, Desember lalu. City baru saja ditaklukkan 1-4 oleh tim Portugal Sporting CP yang dipimpin pelatih Ruben Amorim sebelum pindah ke MU. Banyak pihak meyakini, Amorim merupakan kryptonite untuk Guardiola.

Sporting Lisbon's Portuguese coach Ruben Amorim is celebrated by his players at the end of the UEFA Champions League, league phase day 4 football match between Sporting Lisbon and Manchester City at the Jose Alvalade stadium in Lisbon on November 5, 2024. Ruben Amorim was on November 1, 2024, named as the new manager of Manchester United. The 39-year-old Portuguese coach, who won two Primeira Liga titles with Sporting Lisbon, has signed a deal until 2027 and will join the club on November 11. (Photo by PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Guardiola, jelang derbi ketika itu, seolah memainkan strategi perang psikologis. Ucapannya melebar dari konteks persiapan pertandingan. Dia sempat menyalahkan jadwal sebagai sumber masalah tim pada awal musim. Jadwal tersebut mengakibatkan cedera yang berujung tren performa buruk, termasuk penyebab kalah dari Sporting.

Amorim belum genap sebulan menukangi MU saat derbi pertama. Dia masih diselimuti kepercayaan diri tinggi. Sosok pelatih muda yang sukses mengangkat prestasi Sporting itu seakan tidak punya rasa ragu dalam dirinya. Sikap itu sangat berbeda dibandingkan saat ini, setelah empat bulan berlalu.

Amorim justru merasa sedikit inferior walaupun berhasil menang di derbi pertama 2-1. ”Kami punya masalah lebih besar daripada City. Mereka memang sempat berada dalam momen itu (kurang baik), tetapi sudah berkembang. Mereka mungkin memiliki pelatih terbaik di dunia dan juga para pemain hebat. Saya hanya ingin fokus ke masalah kami,” katanya tentang tren tim tetangga.

Quote

Kami harus fokus. Kami melakukan segala hal untuk bisa lebih baik pada musim depan. Kami harus segera berbenah, tidak bisa menunggu sampai empat tahun. Sebab, ini adalah klub besar.

MU sudah tidak punya tujuan besar di liga. Mereka hanya ingin menemukan komposisi dan momentum terbaik untuk dibawa ke Liga Europa. Hanya di Liga Europa, satu-satunya kesempatan Bruno Fernandes dan rekan-rekan meraih trofi pada musim ini. Derbi nanti sebenarnya hanya menjadi batu loncatan untuk turnamen lain.

FILE - Aerial photo of the Old Trafford stadium, home of Manchester United, in Manchester, England, March 27, 2023. (Peter Byrne/PA via AP, File)

Amorim berharap MU bisa menyudahi musim dengan tangguh, lebih baik jika bisa meraih trofi. ”Kami harus fokus. Kami melakukan segala hal untuk bisa lebih baik pada musim depan. Kami harus segera berbenah, tidak bisa menunggu sampai empat tahun. Sebab, ini adalah klub besar,” pungkasnya.

”Setan Merah” harus membangun tren dari nol lagi. Sempat tidak terkalahkan dalam empat laga beruntun, mereka ditaklukkan Nottingham Forest 0-1 pada Rabu lalu. Meskipun begitu, ada catatan positif dari kekalahan tersebut. MU mampu mendominasi laga, hanya kurang klinis di kotak penalti lawan.

Di sisi lain, City mulai membangun momentum dengan dua kemenangan beruntun. Pertahanan mereka mulai membaik, tidak terlalu rapuh lagi ketika menghadapi transisi. Masalahnya, Guardiola akan kehilangan penyerang andalan Erling Haaland yang menepi akibat cedera paha. Lubang itu harus segera ditambal.

Pelatih Sporting Lisbon Ruben Amorim (kiri) bersalaman dengan manajer Manchester City Pep Guardiola usai laga dalam putaran pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal, Rabu (16/2/2022) dini hari WIB. Kemenangan besar ini memudahkan langkah Pep untuk membawa timnya menuju delapan besar.

City sangat bergantung kepada Haaland dalam tiga musim terakhir. Khusus musim ini, pemain tim nasional Norwegia itu sudah mencetak 21 gol di Liga Inggris. Tidak ada pemain City lain yang menghasilkan lebih dari tujuh gol. Adapun Haaland berpotensi absen sampai akhir musim.

Guardiola perlu mencari formula baru. Sebab, City masih akan bersaing memperebutkan lima besar liga dan trofi Piala FA. Pilihannya adalah memainkan gelandang serang Oscar Marmoush atau Phil Foden di posisi tersebut. Komposisi itu sudah dicoba saat City menang atas Leicester 2-0 pada tengah pekan.

Tidak banyak bahan bakar yang bisa memicu ledakan di derbi. Salah satu yang mungkin menjadi faktor pemicu adalah berita kepergian De Bruyne. Sang gelandang baru saja mengumumkan akan berpisah dengan City pada akhir musim. Kunjungan ke Old Trafford nanti merupakan derbi terakhir untuk De Bruyne. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul