Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa alasan yang mendasari tingginya kepuasan terhadap Prabowo-Gibran?
- Apa tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran?
- Apa korelasi kepuasan publik terhadap legitimasi politik Prabowo-Gibran?
- Bagaimana kalangan partai politik melihat tingginya kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran?
- Apa respons Istana terkait tingginya kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran?
- Bagaimana Presiden Prabowo menyikapi tingginya kepuasan publik?
1. Apa alasan yang mendasari tingginya kepuasan terhadap Prabowo-Gibran?
Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya sebesar 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.
Jika ditelusuri, ada beragam alasan mendasari rasa puas publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Hal ini, antara lain, terkait dengan pola kepemimpinan dan hasil kerja yang dijalankan pemerintah dalam 100 hari kabinet berjalan.
Penilaian bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo-Wapres Gibran cenderung berorientasi pada rakyat dinyatakan oleh bagian terbesar responden. Pola kepemimpinan yang merakyat ini dinilai publik menjadi makin berdaya guna dengan paduan karakter ketegasan sikap yang ditunjukkan Presiden Prabowo.
Pola kepemimpinan Prabowo-Gibran menopang capaian program kerja Kabinet Merah Putih. Dalam mewujudkan tuntutan masyarakat, pemerintahan Prabowo-Gibran telah menyiapkan 17 program prioritas yang harus dituntaskan. Selain itu, terdapat pula delapan program hasil terbaik cepat (quick win) yang digagas.
2. Apa tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran?
Meskipun bidang kesehatan dan pendidikan mendapat apresiasi di atas 80 persen, sejumlah implementasi lain masih mendapat catatan. Kembali pada tingkat kepuasan pada program-program prioritas, terdapat empat program dengan tingkat kepuasan di bawah 70 persen.
Keempat program tersebut adalah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut oleh 66,9 persen responden, Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan pesantren (66,8 persen), penyediaan rumah murah bersanitasi baik (65,9 persen), serta meningkatkan pendapatan negara (60,5 persen).
Salah satu terobosan konkret, sebagaimana dirancang dalam Astacita, penerimaan negara dari dalam negeri dilakukan dengan pendirian Badan Penerimaan Negara dengan target meningkatkan rasio penerimaan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 23 persen. Rendahnya kepuasan publik di poin ini mencerminkan keraguan efektivitas program prioritas ini.
Selanjutnya, perlu digarisbawahi juga MBG yang masih mendapatkan catatan. Padahal, selain diprioritaskan, MBG juga merupakan unggulan yang khas dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Artinya, meskipun telah dimulai di sejumlah wilayah di awal tahun 2025, MBG masih mendapat sorotan dari sisi implementasi.
3. Apa korelasi kepuasan publik terhadap legitimasi politik Prabowo-Gibran?
Secara umum, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja jelang 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran menguat dan lebih tinggi dibandingkan survei di periode terakhir pemerintahan Jokowi. Hasil survei ini mencerminkan kapital politik pemerintah relatif besar di mata publik.
Hasil survei Litbang Kompas pada 4-10 Januari 2025 menunjukkan, mayoritas masyarakat (80,9 persen) puas terhadap kinerja pemerintah saat ini. Angka apresiasi ini meningkat dari 75,6 persen dari survei Juni 2024 di era pemerintahan Jokowi.
Bidang politik mendapat penilaian tertinggi dari responden dengan angka 85,8 persen, naik tipis 0,3 persen dari survei Juni 2024. Sementara bidang kesejahteraan sosial juga naik tipis 1,7 persen dan kini mendapat angka penilaian 83,7 persen.
Tingginya apresiasi publik pada kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo - Gibran bisa menjadi penopang sekaligus penguatan legitimasi politik bagi pemerintah.
4. Bagaimana kalangan partai politik melihat tingginya kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran?
Kalangan partai politik menilai tingginya tingkat kepuasan terhadap awal pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran sebagai bukti keseriusan kerja-kerja kabinet. Kekhawatiran publik soal tumpang tindih kebijakan berhasil dijawab lewat efektivitas dan efisiensi manajemen pemerintah.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyampaikan, kepuasan 80,9 persen merupakan cerminan suara hati masyarakat Indonesia dan kepercayaan mereka terhadap pemerintah. Presiden Prabowo dinilai memiliki paradigma futuristik bahwa Indonesia sebagai negara besar harus dikelola oleh struktur kekuasaan yang besar, kuat, detail, dan fokus agar tugas pokok pemerintah dapat terealisasi.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menuturkan, kepuasan publik yang tinggi perlu dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk merealisasikan program prioritas dalam Astacita. Sebab, soliditas elite politik sedang tinggi-tingginya sehingga semua energi pemerintahan bisa dicurahkan untuk menjalankan berbagai program andalan.
Selain itu, Jazilul berharap pemerintah tidak berpuas diri dengan capaian 100 hari pertama kinerja mereka. Lagi pula, 100 hari dari lima tahun pemerintah tidak signifikan. Pemerintah harus menghadapi sejumlah tantangan dalam merealisasikan berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah per tahun, Program Penghapusan Utang UMKM, serta mewujudkan swasembada pangan dan energi.
5. Apa respons Istana terkait tingginya kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran?
Tingginya tingkat kepuasan publik menjelang 100 hari pertama pemerintahan menjadi alarm pengingat bagi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk menjaga harapan dan keyakinan publik. Pemerintah tidak akan lengah sedikit pun karena penilaian positif dari masyarakat bisa turun.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, harapan dan penilaian masyarakat yang tecermin dari survei Litbang Kompas akan menjadi penambah semangat bagi pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk terus bekerja keras.
”Sekaligus juga sebagai alarm pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang amat tinggi dari masyarakat harus tetap dijaga, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Ini butuh kerja keras dan kerja pintar. Sebab, jika lengah sedikit, harapan-harapan penilaian yang bagus dari masyarakat ini bisa turun,” ujar Hasan kepada Kompas, Senin (20/1/2025).
6. Bagaimana Presiden Prabowo menyikapi tingginya kepuasan publik?
Presiden Prabowo mengatakan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. Presiden beserta semua menteri Kabinet Merah Putih senantiasa bekerja dengan kompak dan tanpa lelah. Mereka bahkan bekerja pada saat masyarakat libur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Presiden, berbagai tantangan selama tiga bulan pertama pemerintahan dapat diatasi dengan baik. Harga bahan bakar minyak dan bahan pangan relatif terkendali. Bahkan, untuk pertama kalinya, harga tiket pesawat saat mendekati hari Natal dan Tahun Baru 2025 dapat diturunkan. Ongkos haji pun turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, kinerjanya sebagai presiden bukanlah untuk mencari penilaian baik dari masyarakat. Presiden bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa alasan yang mendasari tingginya kepuasan terhadap Prabowo-Gibran?
- Apa tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran?
- Apa korelasi kepuasan publik terhadap legitimasi politik Prabowo-Gibran?
- Bagaimana kalangan partai politik melihat tingginya kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran?
- Apa respons Istana terkait tingginya kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran?
- Bagaimana Presiden Prabowo menyikapi tingginya kepuasan publik?
1. Apa alasan yang mendasari tingginya kepuasan terhadap Prabowo-Gibran?
Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya sebesar 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.
Jika ditelusuri, ada beragam alasan mendasari rasa puas publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Hal ini, antara lain, terkait dengan pola kepemimpinan dan hasil kerja yang dijalankan pemerintah dalam 100 hari kabinet berjalan.
Penilaian bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo-Wapres Gibran cenderung berorientasi pada rakyat dinyatakan oleh bagian terbesar responden. Pola kepemimpinan yang merakyat ini dinilai publik menjadi makin berdaya guna dengan paduan karakter ketegasan sikap yang ditunjukkan Presiden Prabowo.
Pola kepemimpinan Prabowo-Gibran menopang capaian program kerja Kabinet Merah Putih. Dalam mewujudkan tuntutan masyarakat, pemerintahan Prabowo-Gibran telah menyiapkan 17 program prioritas yang harus dituntaskan. Selain itu, terdapat pula delapan program hasil terbaik cepat (quick win) yang digagas.
2. Apa tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran?
Meskipun bidang kesehatan dan pendidikan mendapat apresiasi di atas 80 persen, sejumlah implementasi lain masih mendapat catatan. Kembali pada tingkat kepuasan pada program-program prioritas, terdapat empat program dengan tingkat kepuasan di bawah 70 persen.
Keempat program tersebut adalah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut oleh 66,9 persen responden, Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan pesantren (66,8 persen), penyediaan rumah murah bersanitasi baik (65,9 persen), serta meningkatkan pendapatan negara (60,5 persen).
Salah satu terobosan konkret, sebagaimana dirancang dalam Astacita, penerimaan negara dari dalam negeri dilakukan dengan pendirian Badan Penerimaan Negara dengan target meningkatkan rasio penerimaan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 23 persen. Rendahnya kepuasan publik di poin ini mencerminkan keraguan efektivitas program prioritas ini.
Selanjutnya, perlu digarisbawahi juga MBG yang masih mendapatkan catatan. Padahal, selain diprioritaskan, MBG juga merupakan unggulan yang khas dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Artinya, meskipun telah dimulai di sejumlah wilayah di awal tahun 2025, MBG masih mendapat sorotan dari sisi implementasi.
3. Apa korelasi kepuasan publik terhadap legitimasi politik Prabowo-Gibran?
Secara umum, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja jelang 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran menguat dan lebih tinggi dibandingkan survei di periode terakhir pemerintahan Jokowi. Hasil survei ini mencerminkan kapital politik pemerintah relatif besar di mata publik.
Hasil survei Litbang Kompas pada 4-10 Januari 2025 menunjukkan, mayoritas masyarakat (80,9 persen) puas terhadap kinerja pemerintah saat ini. Angka apresiasi ini meningkat dari 75,6 persen dari survei Juni 2024 di era pemerintahan Jokowi.
Bidang politik mendapat penilaian tertinggi dari responden dengan angka 85,8 persen, naik tipis 0,3 persen dari survei Juni 2024. Sementara bidang kesejahteraan sosial juga naik tipis 1,7 persen dan kini mendapat angka penilaian 83,7 persen.
Tingginya apresiasi publik pada kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo - Gibran bisa menjadi penopang sekaligus penguatan legitimasi politik bagi pemerintah.
4. Bagaimana kalangan partai politik melihat tingginya kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran?
Kalangan partai politik menilai tingginya tingkat kepuasan terhadap awal pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran sebagai bukti keseriusan kerja-kerja kabinet. Kekhawatiran publik soal tumpang tindih kebijakan berhasil dijawab lewat efektivitas dan efisiensi manajemen pemerintah.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyampaikan, kepuasan 80,9 persen merupakan cerminan suara hati masyarakat Indonesia dan kepercayaan mereka terhadap pemerintah. Presiden Prabowo dinilai memiliki paradigma futuristik bahwa Indonesia sebagai negara besar harus dikelola oleh struktur kekuasaan yang besar, kuat, detail, dan fokus agar tugas pokok pemerintah dapat terealisasi.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menuturkan, kepuasan publik yang tinggi perlu dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk merealisasikan program prioritas dalam Astacita. Sebab, soliditas elite politik sedang tinggi-tingginya sehingga semua energi pemerintahan bisa dicurahkan untuk menjalankan berbagai program andalan.
Selain itu, Jazilul berharap pemerintah tidak berpuas diri dengan capaian 100 hari pertama kinerja mereka. Lagi pula, 100 hari dari lima tahun pemerintah tidak signifikan. Pemerintah harus menghadapi sejumlah tantangan dalam merealisasikan berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah per tahun, Program Penghapusan Utang UMKM, serta mewujudkan swasembada pangan dan energi.
5. Apa respons Istana terkait tingginya kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran?
Tingginya tingkat kepuasan publik menjelang 100 hari pertama pemerintahan menjadi alarm pengingat bagi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk menjaga harapan dan keyakinan publik. Pemerintah tidak akan lengah sedikit pun karena penilaian positif dari masyarakat bisa turun.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, harapan dan penilaian masyarakat yang tecermin dari survei Litbang Kompas akan menjadi penambah semangat bagi pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk terus bekerja keras.
”Sekaligus juga sebagai alarm pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang amat tinggi dari masyarakat harus tetap dijaga, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Ini butuh kerja keras dan kerja pintar. Sebab, jika lengah sedikit, harapan-harapan penilaian yang bagus dari masyarakat ini bisa turun,” ujar Hasan kepada Kompas, Senin (20/1/2025).
6. Bagaimana Presiden Prabowo menyikapi tingginya kepuasan publik?
Presiden Prabowo mengatakan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. Presiden beserta semua menteri Kabinet Merah Putih senantiasa bekerja dengan kompak dan tanpa lelah. Mereka bahkan bekerja pada saat masyarakat libur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Presiden, berbagai tantangan selama tiga bulan pertama pemerintahan dapat diatasi dengan baik. Harga bahan bakar minyak dan bahan pangan relatif terkendali. Bahkan, untuk pertama kalinya, harga tiket pesawat saat mendekati hari Natal dan Tahun Baru 2025 dapat diturunkan. Ongkos haji pun turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, kinerjanya sebagai presiden bukanlah untuk mencari penilaian baik dari masyarakat. Presiden bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat.