Ditantang Thailand, Saatnya Indonesia Bersalin Rupa di Kejuaraan ASEAN U-23

Tim muda Thailand ingin segera memutus hasil minor tiap kali berjumpa Indonesia pada Kejuaraan ASEAN. Jelang semifinal, kedua tim direpotkan permasalahan yang identik.

24 Jul 2025 18:19 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Dukungan puluhan ribu suporter tuan rumah selalu terasa teror bagi tim tamu. Namun, tim ”Gajah Perang Muda” justru ingin menghadapi teror itu saat bertemu Indonesia pada semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/7/2025) pukul 20.00 WIB. Sementara bagi Indonesia, duel kontra Thailand adalah momentum untuk bersalin rupa dari yang sebelumnya tim tumpul menjadi lebih tajam dalam serangan.

Pada setiap perhelatan turnamen, tim kontestan umumnya selalu berharap terhindar dari bertemu tuan rumah. Namun, tim Thailand justru sebaliknya. Tim asuhan Pelatih Thawatchai Damrong-Ongtrakul itu justru ingin segera bertemu Indonesia. Alasannya, bertanding di bawah tekanan ribuan suporter tuan rumah akan menjadi ujian yang bagus bagi para pemain muda Thailand.

Ongtrakul, yang belum genap sebulan menangani tim U-23 Thailand, masih berusaha mencari formula paling sesuai untuk timnya. Meraih satu kemenangan atas Timor Leste dan imbang kala menghadapi Myanmar pada laga pamungkas penyisihan grup membuat publik Thailand tidak puas. Media-media Thailand mulai menulis laporan yang mempertanyakan efektivitas sistem bermain Ongtrakul.

”Semakin cepat kami bertemu tim tuan rumah, hal itu bisa membuat kami mengukur potensi tim. Karena, jika ingin menjadi juara, Anda harus mampu melewati rintangan ini,” ujar Ongtrakul sebagaimana dikutip dari akun media sosial timnas Thailand.

Di bawah arahan Ongtrakul, Thailand memang tidak menjadi tim yang terlalu spesial. Dari keempat semifinalis, Thailand menjadi tim dengan jumlah tembakan tepat sasaran terendah, yaitu 11 kali. Jumlah itu masih kalah dari Vietnam yang sama-sama menjalani dua laga pada penyisihan grup. Dari 11 tembakan itu pun Thailand hanya mampu menyarangkan empat gol sejauh ini. Adapun Vietnam sudah mengoleksi lima gol.

Supporter Indonesia U-23 membentangkan spanduk saat menyaksikan laga melawan Malaysia U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/7/2025). Indonesia U-23 imbang 0-0 saat melawan Malaysia U-23. Hasil ini membawa Indonesia U-23 melaju ke babak semi final.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

21-07-2025

Meski performa Thailand tidak terlalu spesial, Indonesia pantang memandang mereka sebelah mata karena ”Garuda Muda” pun punya permasalahan yang identik dengan Thailand. Sejak memukul Brunei Darussalam delapan gol tanpa balas, Indonesia kehilangan ketajamannya dengan hanya menang tipis 1-0 atas Filipina dan ditahan imbang 0-0 Malaysia.

Enigma Indonesia

Penyelesaian akhir serta kreativitas di area sepertiga akhir lapangan masih menjadi enigma yang belum mampu dipecahkan Pelatih Indonesia Gerald Vanenburg. Apalagi, Indonesia tidak akan diperkuat Arkhan Fikri yang menjadi pengatur serangan utama tim.

Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan Rayhan Hannan berpeluang mengisi posisi yang ditinggalkan Arkhan. Di antara mereka bertiga, Robi memiliki catatan statistik yang lebih mentereng dengan melepaskan sembilan kali umpan kunci.

Siapa pun yang pada akhirnya terpilih mengemban peran Arkhan, ia harus menjawab kepercayaan dari pelatih. Alasannya, melawan Thailand adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk bersalin rupa jika masih berambisi memenangi Kejuaraan ASEAN U-23 untuk kedua kalinya.

”Saya pikir kami masih kurang ketajaman di daerah sepertiga akhir. Jens (Raven) lebih cepat. Dia biasanya lebih mudah menembak, tapi tidak lagi. Kami harus lebih bagus melawan Thailand,” kata Vanenburg.

Pelatih Tim Sepakbola Indonesia U-23 Gerald Vanenburg mengamati jalannya pertandingan melawan Malaysia U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/7/2025).

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-07-2025

Tim Garuda Muda wajib mewaspadai kecepatan para pemain sayap Thailand. Sebagaimana Indonesia, Thailand kesulitan menciptakan peluang dari koridor tengah. Maka dari itu, Thailand lebih cenderung mengandalkan penetrasi pemain sayap, Thanawut Phochai, di sisi kiri serangan. Dengan begitu, bek kanan Indonesia, Alfharezzi Buffon, punya tugas berat untuk menghentikan manuver Phochai.

”Untuk laga besok, mungkin dari pemain semua sudah siap. Baik fisik maupun mental, semua pemain sudah siap. Jadi, saya rasa, untuk laga besok, semua pemain saya rasa sudah siap,” kata Alfharezzi saat sesi konferensi pers jelang laga, Kamis (24/7/2025).

Nirbobol

Sama-sama kesulitan mencetak gol menghadapi lawan dengan kualitas setara, Indonesia dan Thailand punya benang merah lain. Di saat semifinalis lainnya, Vietnam dan Filipina, sudah kebobolan, Indonesia dan Thailand masih mencatatkan nirbobol. Fakta ini tentu menjadi pelecut tersendiri bagi penyerang Indonesia, Jens Raven, yang berstatus pencetak gol terbanyak turnamen.

Jika mampu membobol gawang Thailand, itu akan jadi semacam pembuktian bagi Raven yang kualitasnya masih diragukan lantaran hanya mampu mencetak banyak gol melawan tim lemah Brunei Darussalam.

Walaupun masih menghadapi masalah mencetak gol, paling tidak moral para pemain Indonesia sedikit terangkat dengan rekor pertemuan yang lebih berpihak. Sepanjang pertemuan dengan Thailand pada Kejuaraan ASEAN U-23, belum sekali pun Indonesia kalah.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra