Inter Milan akhiri catatan buruk melawan Bologna demi kembali menguasai puncak klasemen Liga Italia.
05 Jan 2026 07:34 WIB · Olahraga
AP
MILAN, SENIN — Memulai laga penutup pekan ke-18 menghadapi Bologna, Senin (5/1/2026) WIB, dengan tersisih ke peringkat ketiga, meletupkan semangat bertanding skuad Inter Milan. Mereka mengemas kemenangan 3-1 di Stadion San Siro. Hasil yang cukup membawa ”I Nerazzurri” kembali menduduki puncak klasemen sementara.
Bologna datang ke San Siro dengan rekor tiga gim nirkalah dari Inter. Termasuk keberhasilan ”I Veltri” menyingkirkan Inter di semifinal Piala Super Italia di Riyadh, Arab Saudi, Desember lalu.
Namun, Inter yang dihadapi Bologna di Milan memiliki wajah berbeda. Mereka tampil dengan ambisi berapi-api untuk menjaga predikat capolista alias pemuncak klasemen. Sebelum laga, AC Milan dan Napoli melengkapi Inter berkat kemenangan yang diraih masing-masing tim pada dua hari terakhir.
Inter sudah menekan sejak menit awal. Bertubi-tubi serangan dilancarkan dengan mengandalkan kreativitas deep-lying playmaker, Hakan Calhanoglu, lalu ofensivitas duo bek sayap, yakni Luis Henrique di kanan dan Federico Dimarco di kiri.
Gol yang dinantikan tim tuan rumah tercipta melalui tembakan roket gelandang, Pioter Zielinski, pada menit ke-39. Sepakan terarah dari luar kotak penalti itu menjadi penutup skema serangan Inter yang dimulai dari pelanggaran yang dilakukan pemain Bologna di muka kotak penalti Inter.
Lima pemain Inter terlibat dalam proses terciptanya gol itu. Dimulai dari Yann Bisseck, pemain belakang, lalu Henrique, hingga kombinasi duet penyerang, yakni Marcus Thuram dan Lautaro Martinez, yang membuka ruang untuk Zielinski melepaskan tembakan berjarak sekitar 20 meter dari gawang Bologna.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/d235e22061eded32119203b0d761f843-f2c7887fae884be7a86dc9b17112008f_0_37f21ab88aed48b0943ed171afab5987.jpg)
Selanjutnya, di babak kedua, Inter mampu tampil lebih klinis dengan memaksimalkan dua sepak pojok untuk menaklukkan kiper Bologna, Federico Ravaglia. Martinez menggandakan keunggulan Inter melalui sundulan yang menyambut umpan sepak pojok Calhanoglu di menit ke-48.
Berkat gol itu, Martinez menegaskan diri sebagai pencetak gol terbanyak Liga Italia dengan koleksi 10 gol. Kapten Inter itu tengah on fire. Ia mencetak enam gol dari lima laga beruntun I Nerazzurri.
Saya senang untuk semua rekan setim karena kami telah bekerja keras bersama untuk mengembalikan Inter ke puncak.
Pada menit ke-74, giliran Thuram yang memaksimalkan situasi sepak pojok. Penyerang tim nasional Perancis itu menggunakan pundak untuk membelokkan arah bola guna mengelabui Ravaglia. Bagi Thuram, itu adalah gol beruntun ke gawang Bologna setelah mencetak sebuah gol di Piala Super Italia.
Adapun satu gol hiburan Bologna dicetak oleh penyerang Santiago Castro pada tujuh menit menjelang waktu normal babak kedua rampung. Gol itu diawali tendangan bebas tidak langsung Bologna di wilayah pertahanan Inter.
Castro menyebabkan Inter gagal menyamai kuantitas laga nirbobol AC Milan dan Lazio yang menjadi duo tim dengan pertahanan terbaik. Inter hanya delapan kali menjalani laga tanpa kebobolan, sedangkan Milan dan Lazio sudah sembilan gim tak kemasukan.
Meski begitu, Inter mampu berada di posisi pertama Liga Italia dengan torehan 39 poin. Mereka melongkapi Milan (38 poin) dan Napoli (37 poin).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/a7b40dac448eb8c8660ace359fb75792-AFP_89LH47J.jpg)
Martinez mengatakan, rencana permainan Inter berjalan dengan baik menghadapi Bologna. Tujuan utama Inter, lanjutnya, adalah tidak membiarkan Bologna lama menguasai bola, kemudian langsung melancarkan serangan vertikal.
”Kami senang karena mendapatkan tiga poin yang selalu penting bagi kami. Saya senang untuk semua rekan setim karena kami telah bekerja keras bersama untuk mengembalikan Inter ke puncak. Itu sesuai keinginan kami,” ujar Martinez seusai laga dilansir Corriere dello Sport.
Inter belajar dari kesalahan di Riyadh yang tampil menurun di babak kedua, sekaligus membenahi efektivitas serangan. Dominasi permainan melalui 58 persen penguasaan bola ditegaskan melalui 11 tembakan mengarah ke gawang.
Satu hal yang membuat Inter gagal menang lebih besar akibat penampilan gemilang Ravaglia. Tujuh penyelamatan diciptakan kiper binaan Bologna Primavera itu. Tercatat, ia mencegah gol sebesar 0,12 expected goals against (xGA).
Akurasi tembakan Inter jauh membaik dibandingkan dengan duel pertama di Piala Super Italia. Tingkat tembakan tepat sasaran Inter dibandingkan total tembakan mencapai 48 persen. Itu lebih baik dibandingkan 21 persen akurasi tembakan mengarah ke gawang di Riyadh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/dd6b5486f19f7410dde6f7bdc3fef43d-46e3bc7baabc49e5aee78b08e66e46b8_0_5a2fd72443c14f4bbb058f9bde88d935.jpg)
”Usaha kami berjalan dengan baik di sepertiga akhir pertahanan mereka. Kami tahu melawan Bologna tidak mudah dan kami harus siap menderita,” kata Zielinski.
Di sisi lain, Pelatih Bologna Vincenzo Italiano gagal menemukan penawar dari permainan efektif Inter yang mengedepankan vertical play dan shape permainan melebar. I Veltri hanya menciptakan dua peluang berbahaya yang tercipta pada tiap-tiap babak.
Gelandang serang Jens Odgaard sempat mendapat peluang di muka gawang Inter pada menit ke-33. Sundulannya melebar di sisi kiri gawang Inter kawalan Yann Sommer. Merujuk posisi dan kualitas peluang, itu adalah kans pertama Bologna dengan tingkat potensi gol mencapai 12 persen.
Setelah kemasukan tiga gol, Bologna baru bisa menciptakan peluang yang berbuah gol tunggal Castro. Selain dua peluang itu, Bologna gagal memberikan ancaman berarti bagi lini pertahanan Inter yang tampil disiplin. Alhasil, Bologna memperpanjang paceklik kemenangan mereka menjadi empat pertandingan Liga Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/d7a7d5d740a2699949d0279f0f7757b4-AFP_89LH47C.jpg)
”Tidak ada waktu untuk menyesali hasil ini. Kami sudah harus berpikir dan mempersiapkan diri untuk laga hari Rabu (kontra Atalanta). Itu adalah laga penting untuk menjaga asa kami masuk zona (kompetisi) Eropa,” tutur Castro, penyerang asal Argentina berusia 21 tahun, dilansir Sky Sport Italia. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto