Dua tim paling dijagokan juara Liga Italia 2025-2026 menyikapi berbeda pacuan ”scudetto”. Inter Milan sangat berambisi, sedangkan Napoli bersikap santai.
29 Des 2025 14:26 WIB · Olahraga
AFP
BERGAMO, SENIN — Laga pamungkas Liga Italia pada 2025 menghadirkan kenyataan bahwa lima tim masih memiliki peluang untuk memburu scudetto musim 2025-2026. Inter Milan adalah tim yang paling dijagokan untuk merengkuh perisai Italia, diikuti Napoli dan AC Milan, lalu Juventus balik lagi ke persaingan berkat konsistensi bersama Luciano Spalletti.
Inter kembali berada di puncak klasemen di pekan ke-17 berkat kemenangan penting di markas Atalanta, Stadion Gewiss, Senin (29/12/2025) dini hari WIB. Gol tunggal dari penyerang dan kapten Inter, Lautaro Martinez, yang memanfaatkan blunder bek Atalanta, Berat Djimsiti, di menit ke-65.
Tiga poin dari Bergamo membawa Inter akan menyambut perayaan Tahun Baru 2026 dengan berada di capolista atau puncak klasemen. ”I Nerazzurri” mengemas 36 poin berkat keunggulan satu poin dari Milan dan dua poin dari juara bertahan, Napoli.
Mereka juga menjaga jarak selisih empat poin dari Juve yang duduk di peringkat keempat. AS Roma yang berada di posisi kelima juga bisa mendekat karena sudah memiliki 30 poin.
Kami tahu jalan masih panjang dan kami harus berjuang. Apa yang penting adalah kami beraksi pada momen-momen sulit. Kami siap untuk bekerja semakin keras.
Menurut perhitungan Opta, Inter adalah tim dengan peluang juara terbesar. Dalam 27 hari terakhir, Inter mengalami pertumbuhan signifikan dalam peluang juara. Pada 2 Desember, perhitungan kans kampiun Inter adalah 38,9 persen. Setelah menumbangkan Atalanta pada gim penutup 2025, I Nerazzurri memiliki potensi juara sebesar 56,86 persen.
Hal berbeda didapatkan Napoli, Milan, dan Roma yang mengalami penurunan persentase peluang juara. Napoli dari 23 persen menurun jadi 17,83 persen. Milan mengalami kans juara anjlok dari 22,8 persen menjadi 17,15 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/29/264476949379dd018859735b60f979eb-FBL_ITA_SERIEA_ATALANTA_INTER_134953727.jpg)
Begitu pun dengan Roma yang saat ini terhitung peluang juara hanya 2,86 persen. Padahal, pada awal Desember lalu, ”Si Serigala” dianggap punya kans kampiun sebesar 9,8 persen.
Juve relatif memiliki kans juara yang tidak mengalami perubahan. ”Si Nyonya Besar” masih dinilai memiliki peluang juara di bawah lima persen, tepatnya 4,63 persen.
Pelatih Inter Cristian Chivu menegaskan, tidak ada jaminan apa pun bagi timnya dalam persaingan gelar juara. Menurut dia, hal yang paling utama ialah terus melaju.
Apalagi, paruh pertama musim ini belum rampung. Inter masih memiliki tiga pertandingan tersisa sebelum menyelesaikan 19 laga putaran pertama.
”Kami tahu jalan masih panjang dan kami harus berjuang. Apa yang penting adalah kami beraksi pada momen-momen sulit. Kami siap untuk bekerja semakin keras,” ucap Chivu dilansir La Gazzetta dello Sport.
Inter akan menjalani bulan Januari yang penuh tantangan. Mereka akan menjalani dua pertandingan kandang berat kontra Bologna dan Napoli. Untuk empat laga lainnya pada bulan pertama 2026, Inter dijagokan bisa meraih kemenangan mudah kontra Parma, Lecce, Udinese, dan Pisa.
Kondisi itu membuat Pelatih Napoli Antonio Conte sangat menjagokan Inter untuk meraih scudetto. ”Saya tidak peduli apa yang dia (Conte) katakan. Bulan Januari yang sibuk telah menanti kami,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/29/c39118c6e74ced3a71bc1abee9c3dd62-FBL_ITA_SERIEA_ATALANTA_INTER_134955163.jpg)
Sementara itu, Conte tetap merendah dengan kans anak asuhannya mempertahankan perisai juara Liga Italia di jersei musim depan. Napoli menutup bulan Desember dengan gemilang.
Mereka menaklukkan Milan dan Bologna di ajang Piala Super Italia, kemudian membungkam Cremonese ketika kembali bertarung di Liga Italia. Tiga laga itu dimenangi dengan skor 2-0.
”Dalam hal struktur (tim) kami belum siap. Bagi saya, Inter, Milan, dan Juventus secara tim yang sudah siap,” kata Conte.
Ia melanjutkan, ”Kami tahu tidak bisa tampil konsisten ini dengan waktu yang panjang. Kemenangan yang kami raih didasari ada sesuatu luar biasa yang dilakukan. Kami tidak ingin berpura-pura dan berpikir kami berada di level yang sama dengan tim lain ketika ada perbedaan signifikan.”
Sikap realisitis Conte untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak asuhannya cukup beralasan. ”Si Keledai Kecil” memiliki kedalaman skuad terbatas akibat cederanya pemain utama, seperti Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, Romelui Lukaku, Alex Meret, Mathias Olivera, dan Billy Gilmour. Bahkan, Matteo Politano terancam masuk ruang perawatan pula karena menderita cedera menghadapi Cremonese, Minggu (28/12/2025).
Dalam situasi itu, Napoli dinanti bulan Januari yang tidak bisa dianggap remeh. Lazio, Inter, dan Juve akan dihadapi Napoli selama bulan depan. Selain itu, mereka bakal jumpa tiga tim yang bisa hadirkan kejutan, yaitu Verona, Parma, dan Sassuolo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/29/0d1793a6d845510ab7fb3e71af6b0f78-FBL_ITA_SERIE_A_UDINESE_NAPOLI_134730354.jpg)
Direktur Olahraga Inter Giuseppe Marotta justru menyebut Napoli adalah tim yang berada di pole position dalam perburuan scudetto. Dengan kekuatan skuad dan pengalaman Conte, Marotta mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak memberikan perhatian lebih kepada perjalanan Napoli di musim ini.
”Saya bisa katakan Conte adalah ahli komunikasi ulung. Dia sangat bagus dalam merusak perhatian sehingga orang lain fokus ke hal lain. Harus diingat dari tim empat besar saat ini hanya Napoli yang tidak mengganti pelatih,” kata Marotta yang bekerja sama dengan Conte di Juve dan Inter.
Usaha Napoli untuk mempertahankan trofi juara juga terlihat dalam ambisi mempertebal skuad pada bursa transfer musim dingin per 1 Januari 2026. Marca menyebut Napoli sudah membuka komunikasi dengan Real Madrid untuk meminjam gelandang serang belia Real, Franco Mastantuono.
Namun, proposal peminjaman pertama Napoli langsung ditolak oleh Real. Napoli butuh pemain serba bisa untuk menutup kekurangan skuad di lini serang dan jantung permainan. Mastantuono, pemain didikan River Plate, bisa bermain sebagai gelandang serang dan penyerang sayap. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto