SEA V CUP 2026

Kekalahan dari Vietnam, Alarm Timnas  Voli Indonesia Jelang Asian Games

Setelah menjadi juara Asia di Piala AVC 2026, Indonesia merana di level Asia Tenggara pada SEA V Cup atau Piala SEA V. Tim harus berbenah jelang Asian Games.

26 Jul 2026 12:35 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

Wajah Reidel Toiran muram begitu memasuki ruang konferensi pers. Wajar, pelatih baru timnas bola voli Indonesia itu belum bisa memberi kabar baik lagi setelah kesuksesan menjuarai AVC Cup atau Piala AVC 2026. Di level Asia juara, di Asia Tenggara lewat SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 justru merana.

Di hadapan pendukung sendiri, Sabtu (25/7/2026), Indonesia dijegal Vietnam pada laga semifinal Piala SEA V 2026 putaran kedua. Penonton yang meramaikan Jakarta International Velodrome, Jakarta, turut muram karena Indonesia takluk dari Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25). Ini menjadi alarm jelang turnamen level Asia lainnya, Asian Games Aichi-Nagoya 2026, 19 September-4 Oktober 2026.

Dengan kekalahan dari Vietnam, jangankan menebus kegagalan menjadi juara pada putaran pertama di Filipina, Indonesia bahkan tak berhasil melaju ke final. Partai puncak menjadi milik Vietnam dan Thailand.

”Performa anak-anak memang menurun. Kondisi fisik mereka mulai berkurang setelah menjalani turnamen panjang, mulai dari India, di Filipina, lalu kembali ke sini. Namun, itu seharusnya bukan alasan,” ucap Toiran, yang mulanya ditunjuk sebagai pelatih interim di Piala AVC 2026.

Opposite timnas bola voli Indonesia, Fauzan Nibras, melepaskan pukulan pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).

Setelah menjuarai Piala AVC 2026 di India, 29 Juni lalu, Indonesia punya waktu dua pekan untuk menuju Piala SEA V putaran pertama di Filipina. Tampil meyakinkan sepanjang turnamen, Indonesia antiklimaks saat final menghadapi Kamboja.

Quote

Ini yang harus dipelajari, baik oleh pemain maupun staf pelatih. Kami harus mencari cara agar mental bisa tetap terjaga, agar pemain terbiasa menghadapi tekanan.

Piala SEA V adalah nama baru untuk turnamen Asia Tenggara, SEA V League. Setiap edisi digelar dalam dua putaran dalam dua pekan beruntun. Setelah di Filipina, ajang ini dilanjutkan di Jakarta. Tampil di hadapan publik sendiri, hasil Indonesia justru lebih buruk ketimbang saat bermain di pekan sebelumnya.

Namun, seperti yang Toiran sampaikan, kondisi fisik seharusnya bukan alasan. Begitu juga dengan waktu persiapan yang terbatas. Kedua hal itu kemungkinan akan kembali mereka alami mengingat waktu tersisa untuk Asian Games kurang dari dua bulan lagi.

Jika tidak bisa memaksimalkan kondisi fisik yang kurang, kata Toiran, setidaknya para pemain bisa menunjukkan semangat juang. Hal itu yang tidak terlihat ketika melawan Vietnam (posisi ke-59), tim yang secara peringkat dunia ada di bawah Indonesia (45).

Pelatih timnas bola voli Indonesia, Reidel Toiran, memberikan instruksi kepada para pemain dalam laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).

Mental bertanding itu yang kemudian jadi sorotan Toiran. Ketika situasi di lapangan sulit, mental para pemain langsung turun dan sulit untuk bangkit lagi. Padahal, sejumlah upaya coba dilakukan untuk mengembalikan keadaan, termasuk mengubah strategi dan memasukkan pemain cadangan.

”Ini yang harus dipelajari, baik oleh pemain maupun staf pelatih. Kami harus mencari cara agar mental bisa tetap terjaga, agar pemain terbiasa menghadapi tekanan. Memang harus sering bertanding dan uji coba,” ujar Toiran.

Outside hitter Indonesia, Farhan Halim, menyadari penampilan tim di luar ekspektasi. Meski begitu, para pemain sebenarnya sudah berusaha dengan kemampuan maksimal masing-masing. Apalagi, mereka tidak ingin kalah di hadapan pendukung sendiri.

Farhan mencoba mengambil sisi positif dari kekalahan itu. ”Kekalahan ini jadi pelajaran buat kami ke depannya, supaya bisa lebih siap dan lebih baik lagi,” ucapnya.

Outside hitter timnas bola voli Indonesia, Farhan Halim, melepaskan pukulan pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).

Selepas kemenangan di Piala AVC, Indonesia berada di atas angin. Kepercayaan diri Farhan Halim dan kawan-kawan meningkat. Mereka semakin yakin menatap level Asia lainnya di Asian Games.

Akan tetapi, mereka juga rawan meremehkan lawan. Terlebih ketika bermain di Asia Tenggara dengan lawan-lawan yang berkali-kali mereka kalahkan.

Grup berat

Oleh karena itu, kekalahan dari Vietnam yang melengkapi perjalanan buruk di Piala SEA V ini bagai alarm bagi Indonesia. Mereka diperingatkan untuk kembali menjaga performa, fokus, dan mentalnya. Apalagi di Asian Games mendatang, Indonesia masuk ke dalam grup berat.

Berdasarkan hasil undian, Indonesia menempati Pul B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan. Iran, peringkat ke-19 dunia, adalah lawan terkuat di Pul tersebut. Adapun Thailand merupakan musuh bebuyutan Indonesia.

Outside hitter timnas bola voli Indonesia, Boy Arnez Arabi, melepaskan pukulan pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).

Selain itu, dengan kesuksesan Indonesia menjuarai Piala AVC, lawan semakin mempelajari permainan skuad ”Merah Putih”. Pelatih Vietnam Federico Rampazzo, misalnya, dengan lancar menyebut nama para pemain Indonesia beserta kekuatannya masing-masing. Ia mengaku berjam-jam memperlajari mereka.

Kata Rampazzo, Indonesia punya modal kuat dengan kehadiran pemain-pemain gemilang dan pelatih seperti Toiran. Rampazzo memahami Toiran bukan pelatih sembarangan dengan rekam jejaknya bersama Indonesia maupun klub. Sebelum mengantarkan Indonesia meraih gelar Piala AVC, Toiran mengantarkan Jakarta Bhayangkara Presisi juara Liga Champions Bola Voli Asia 2026 antarklub.

Jika ia dan tim tak mempelajari Indonesia, Rampazzo meyakini Vietnam akan kalah 0-3 lagi seperti putaran pertama. ”Indonesia memiliki skuad yang sangat kuat dan ketika mereka menemui kesulitan, banyak pemain berkualitas yang bisa ambil peran dan mengubah permainan. Jadi, kami benar-benar ekstra menyiapkan diri untuk ini,” tutur Rampazzo.

Melawan Vietnam, para pemain Indonesia memang melakukan sejumlah kesalahan, mulai dari servis membentur net, penerimaan bola yang tak sempurna, hingga blok yang renggang. Rentetan kesalahan ini saja sudah menurunkan intensitas permainan Indonesia.

Para pemain timnas bola voli Indonesia gagal mengeblok pukulan Vietnam pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).
Libero timnas bola voli Indonesia, Fahreza Rakha Abhinaya, menerima bola pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).
<em>Outside hitter </em>timnas bola voli Indonesia, Boy Arnez Arabi, melepaskan pukulan pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Vietnam di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).
<em>Middle blocker</em> timnas bola voli Indonesia, Hendra Kurniawan, sukses menahan pukulan Vietnam pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).
Para pemain timnas bola voli putra Indonesia bersiap menghadapi Vietnam pada laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Indonesia mengakui ketangguhan Vietnam 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).
Pelatih timnas bola voli Vietnam, Federico Rampazzo, memberikan instruksi kepada para pemain dalam laga semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua kontra Indonesia di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Vietnam menang 3-1 (22-25, 25-22, 25-19, 25-18).
Para pemain timnas bola voli Vietnam merayakan kemenangan atas Indonesia pada semifinal SEA V Cup atau Piala SEA V 2026 putaran kedua di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Vietnam menang 3-1 (22-25, 25-22, 25-19, 25-18).

Vietnam pun bermain cerdik. Dengan kesiapan yang lebih matang, Vietnam menyulitkan Indonesia sejak set pertama. Serangan mereka kerap akurat dan pertahanannya rapat. Tim pelatih juga sering merotasi pemain.

”Pemain kami selalu berada di posisi yang tepat. Permainan ini seperti catur, kami harus menyiapkan pergerakan demi pergerakan selanjutnya. Kami ternyata mampu mengaturnya dengan baik,” tutur pelatih asal Italia ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul