Djokovic Versus Cilic, Generasi Tua yang Tersisa

Usia hanyalah angka bagi Djokovic dan Cilic. Mereka memperlihatkan permainan level tinggi pada babak kedua ATP Masters 1000 Shanghai.

04 Okt 2025 13:28 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Menyaksikan Novak Djokovic melawan Marin Cilic pada babak kedua turnamen tenis ATP Masters 1000 Shanghai 2025 membuat memori terbayang kembali pada momen persaingan mereka dalam rentang 2008-2022. Di antara atlet berusia 20 tahunan yang mendominasi persaingan tenis putra profesional, Djokovic dan Cilic adalah generasi tua yang masih bisa eksis meski dengan jalan berbeda.

Pertemuan di Stadion Qi Zhong, Shanghai, China, Jumat (3/10/2025) malam, menjadi yang ke-23 antara Djokovic dan Cilic, tetapi mereka tak pernah bertemu sejak Djokovic menang pada final turnamen ATP 250 Tel Aviv, Oktober 2022. Di Shanghai, Djokovic meraih kemenangan ke-21 atas Cilic dengan skor 7-6 (2), 6-4.

Persaingan Djokovic (38 tahun) dan Cilic, yang hanya setahun lebih muda, di Shanghai berjarak 17 tahun dari pertemuan mereka yang berlangsung di ATP Dubai 2008. Pertemuan paling banyak terjadi pada 2014 dan 2018, masing-masing empat kali, ketika Cilic berada pada performa terbaik.

Pada 2014, Cilic menjuarai Amerika Serikat Terbuka yang menjadi satu-satunya gelar Grand Slam hingga saat ini. Adapun pada 2018, Cilic menjadi finalis Australia Terbuka, dua kali mencapai semifinal ATP Masters 1000, serta mengantarkan Kroasia menjadi juara ajang beregu putra Piala Davis. Pada tahun itu pula, Cilic menempati posisi terbaik daftar ranking terbaik dunia dalam kariernya, yaitu posisi ketiga.

Namun, setelah mencapai semifinal Perancis Terbuka 2022—Cilic bisa menembus semifinal semua Grand Slam—dan semifinal Piala Davis pada tahun yang sama, perjalanannya menurun. Cedera lutut kanan mengganggu performanya dalam latihan dan turnamen hingga dia hanya mengikuti dua turnamen pada 2023.

Serbia’s Novak Djokovic hits a return to Croatia’s Marin Cilic during their men's singles match at the Shanghai Masters tennis tournament in Shanghai on October 3, 2025. (Photo by Jade Gao / AFP)

Cilic akhirnya memilih jalan operasi untuk mengatasi masalah di lututnya pada Mei 2024 dan kembali ke turnamen tiga bulan kemudian. Dia menguji kekuatan lutut dan kondisi fisiknya dengan tampil pada dua turnamen ATP Challenger yang levelnya berada di bawah ATP Tour (250, 500, dan 1000).

Pada turnamen ketiga saat comeback, dia menjuarai ATP 250 Hangzhou, China, September 2024, tetapi tetap kesulitan bersaing ketika tampil di level ATP Tour. Maka, untuk menaikkan level permainannya sedikit demi sedikit, serta dengan alasan ranking rendah (di luar 100 besar dunia), Cilic kembali turnamen ATP Challenger.

Dia bermain pada tujuh ATP Challenger dalam rentang Januari-Mei 2025 hingga bisa mendapat kesempatan lagi bermain di arena Grand Slam Perancis Terbuka meski harus memulai dari kualifikasi. Itu menjadi Grand Slam pertama Cilic setelah Australia Terbuka 2024. Untuk pertama kali sejak AS Terbuka 2022, Cilic mencapai lagi babak keempat Grand Slam ketika tampil di Wimbledon. Saat ini, Cilic berada di peringkat ke-94 setelah terlempar ke urutan 1.095 pada Juli 2024.

Ketika Cilic harus melalui jalur turun yang curam untuk naik secara perlahan, Djokovic terbilang stabil berada dalam persaingan papan atas. Kecuali pada November 2017-Juli 2018 saat penampilannya terganggu cedera, Djokovic bertahan pada peringkat sepuluh besar dunia sejak Maret 2007 hingga saat ini!

Lalu, saat Cilic hanya menjalani dua turnamen pada 2023, Djokovic lolos ke final semua Grand Slam yang menghasilkan gelar di Australia Terbuka, Perancis Terbuka, dan AS Terbuka. Tambahan tiga gelar itu membuat Djokovic menjadi tunggal putra dengan gelar juara Grand Slam terbanyak, yaitu 24.

Petenis Kroasia, Marin Cilic, melepas servis ke arah petenis Serbia, Novak Djokovic, dalam pertandingan babak kedua turnamen Shanghai Masters di Shanghai, China, Jumat (3/10/2025). Djokovic menang 7-6 (2), 6-4.
Quote

Saya menikmati pertandingan tadi, tetapi saya sangat menderita.

Gelar Wimbledon lepas ke tangan Carlos Alcaraz yang akhirnya menjadi dua petenis terbaik, bersama Jannik Sinner, dalam dua tahun terakhir. Dari petenis berusia 22 tahun dan 24 tahun inilah Djokovic mengakui bahwa dia akan semakin sulit bersaing, terutama di panggung Grand Slam.

Di Shanghai, Djokovic bisa bertemu Sinner di semifinal. Seandainya terjadi, itu menjadi ulangan final 2024 yang dimenangi Sinner.

Namun, sebelum membuka kesempatan tersebut, Djokovic ternyata harus mengerahkan semua kemampuannya saat bertemu Cilic. Pada penampilan pertamanya setelah disingkirkan Sinner di semifinal AS Terbuka, Djokovic hanya unggul pada beberapa momen penting.

Cilic membuatnya terengah-engah ketika harus mengejar bola yang diarahkan dengan sudut lebar. Cilic pun sempat menunda kemenangan Djokovic dengan membuat break point ketika lawannya itu mendapat kesempatan servis pada gim kesepuluh set kedua.

Dengan usia yang hampir mendekati kepala empat, keduanya bisa menunjukkan kemampuan yang membuat penonton terpukau. Di antara mereka, petenis ranking ke-11 dunia, Holger Rune (22 tahun), ikut menonton.

Serbia's Novak Djokovic (R) signs autographs for fans after winning against Croatia's Marin Cilic in their men's singles match at the Shanghai Masters tennis tournament in Shanghai on October 3, 2025. (Photo by Jade Gao / AFP)

”Saya menikmati pertandingan tadi, tetapi saya sangat menderita. Persaingannya sangat ketat dan Marin tampil lebih baik pada set pertama. Saya harus ’menyalakan semua mesin’ yang saya miliki,” komentar Djokovic dalam laman resmi ATP.

Djokovic juga menyampaikan respeknya pada Cilic atas semua perjuangan yang dilakukannya. ”Kami saling mengenal dengan baik di luar lapangan karena bertahun-tahun menjalani perjalanan yang sama. Saya senang melihatnya kembali ke level ini,” katanya.

Pertemuan Djokovic dan Cilic, dengan total usia 75 tahun 139 hari, menjadi yang tertua di antara dua pemain dalam babak utama turnamen ATP Masters 1000 sejak level ini diperkenalkan pada 1990. Dari 23 persaingan, Djokovic dan Cilic bertemu sembilan kali pada level tersebut, termasuk di Shanghai 2025.

”Usia tak menjadi masalah saat kami memasuki lapangan. Kami tetap bisa bersaing. Saya bahkan merasa kami berusia 15 tahun lebih muda pada pertandingan tadi,” kata Djokovic. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan