DIPLOMASI

Dubes Iran Maraton Menggaungkan Kampanye Antiperang

Saat bara perang di Iran masih berkobar, Mohammad Boroujerdi bersafari menemui tokoh-tokoh Indonesia. Ia membawa satu misi, mengampanyekan antiperang terhadap Iran.

07 Apr 2026 16:25 WIB · Internasional

Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

Nyaris tidak ada waktu bersantai bagi Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam sebulan terakhir. Secara maraton ia mengunjungi pemuka agama, tokoh politik, dan komunitas masyarakat Indonesia. Tujuannya satu, menggaungkan kampanye antiperang terhadap Iran.

Salah satu tokoh yang dikunjungi adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Mereka bertemu di kediaman Din di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan ormas Islam, seperti dari Al Washliyah, Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia, dan Wanita Islam.

Pertemuan ini melanjutkan safari Boroujerdi di tengah perang yang berkecamuk di negaranya. Iran dilanda perang sejak serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam pada 28 Februari lalu. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi usai menemui Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin bersama beberapa tokoh ormas Islam lainnya di Pondok Labu, Jakarta, Jumat (3/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian safari Dubes Iran menemui tokoh-tokoh di Indonesia untuk menggalang dukungan terhadap perjuangan Iran yang tengah diserang Amerika Serikat dan Israel. Kompas/Hendra A Setyawan

Boroujerdi mengatakan, sejak perang berlangsung, dukungan pemerintah, pemuka agama, tokoh politik, dan masyarakat Indonesia terhadap Iran terus mengalir. Ribuan surat dan ratusan karangan bunga membanjiri Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Mereka tak bisa membalasnya satu per satu.

Oleh sebab itu, Boroujerdi berinisiatif mendatangi sejumlah tokoh dan komunitas masyarakat Indonesia untuk berterima kasih. Selain itu, ia mengajak berbagai pihak mengampanyekan antiperang terhadap Iran. Kampanye ini diharapkan dapat menekan AS dan Israel untuk segera mengakhiri agresi di Iran.

”Kampanye antiperang terhadap Iran merupakan langkah awal untuk mencegah peperangan terhadap negara lain. Kita perlu sama-sama menyuarakan hal ini,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam, Boroujerdi menceritakan kronologi singkat serangan AS-Israel terhadap Iran. Serangan itu tak cuma menyasar aset militer, tetapi juga fasilitas sipil seperti sekolah, rumah ibadah, dan infrastruktur energi.

Suasana pertemuan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dengan beberapa tokoh ormas Islam di Pondok Labu, Jakarta, Jumat (3/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian safari Dubes Iran menemui tokoh-tokoh di Indonesia untuk menggalang dukungan terhadap perjuangan Iran yang tengah diserang Amerika Serikat dan Israel. Kompas/Hendra A Setyawan

Banyak warga terpaksa mengungsi. Sekitar 120.000 rumah rusak terdampak perang. Beberapa fasilitas penting, seperti kilang minyak, infrastruktur listrik, dan jaringan juga menjadi target serangan. Ribuan korban jiwa pun berjatuhan.

”Korbannya dari bayi yang baru berumur tiga hari hingga kakek berusia 88 tahun. Ini jelas pelanggaran dalam perang dengan menargetkan warga sipil,” kata Boroujerdi.

Pelanggaran AS-Israel lainnya adalah menyerang Iran saat rakyatnya sedang menjalani ibadah puasa saat Ramadhan. Serangan itu melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum humaniter internasional karena menyasar orang yang sedang beribadah serta pihak yang tidak ikut berperang.

”Musuh juga menargetkan sekolah dasar putri di kota Minab. Sebanyak 168 siswi meninggal dalam serangan ini. Usia mereka di bawah 12 tahun. AS-Israel telah melakukan beragam pelanggaran,” jelasnya.

Quote

Boroujerdi berinisiatif mendatangi sejumlah tokoh dan komunitas masyarakat Indonesia untuk berterima kasih. Selain itu, ia juga mengajak berbagai pihak untuk mengampanyekan antiperang terhadap Iran. Kampanye ini diharapkan dapat menekan AS dan Israel untuk segera mengakhiri agresinya di Iran.

Boroujerdi menyebutkan, serangan AS-Israel ke Iran tak cuma dirasakan umat Islam. Di Iran terdapat komunitas agama lainnya, seperti Kristen, Zoroastrianisme, bahkan Yahudi. Semua komunitas agama itu dilindungi oleh Pemerintah Iran.

Oleh sebab itu, Boroujerdi mengajak semua pihak mengecam serangan AS-Israel. Apalagi, perang telah berdampak luas, termasuk memicu kenaikan harga minyak dunia. Sebab, pasokan energi global yang dikirim melalui Selat Hormuz terganggu sejak Iran memblokade selat tersebut.

”Perang ini telah merugikan seluruh dunia. AS dan Israel yang memulai peperangan. Merekalah yang menyebabkan dampak-dampak ini,” ucapnya.

Dari Megawati hingga Jokowi

Selain bertemu Din, Boroujerdi juga mengunjungi tokoh-tokoh Indonesia lainnya, mulai dari Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden ke-7 Joko Widodo.

Infografik Serangan AS-Israel ke Iran

Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi menyampaikan perkembangan situasi di Iran. Ia menekankan pentingnya persatuan Islam dalam menghadapi serangan yang dilakukan oleh AS-Israel. Menurut dia, perbedaan mazhab tidak perlu lagi dipertentangkan dalam menghadapi musuh bersama yang memerangi umat Islam.

Din Syamsuddin mengatakan, Islam mengajarkan persaudaraan keimanan. Ia menyerukan agar umat Islam seluruh dunia bersatu untuk mendukung Iran yang sedang berperang melawan AS dan Israel.

Menurut Din, serangan AS-Israel yang dilakukan saat Ramadhan dan menyasar anak-anak merupakan tragedi kemanusiaan. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan itu.

Din menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya banyak korban dalam perang tersebut. Eskalasi perang masih meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Dunia perlu sama-sama mengecam operasi militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sebagai negara yang berdaulat.

”Serangan ini harus ditolak, harus dilawan. (Presiden AS) Donald Trump dan (Perdana Menteri Israel) Benjamin Netanyahu sebagai sumber masalah harus dijadikan musuh bersama bagi warga dunia yang cinta perdamaian,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul