SEPAK BOLA

Grup A Piala Dunia: Misi Meksiko Mengulang Kesuksesan di Rumah Sendiri

Meksiko wajib memaksimalkan keuntungan psikologis sebagai tuan rumah. Mereka ingin menghapus memori buruk dari Piala Dunia Qatar karena tak lolos ke fase gugur.

10 Jun 2026 09:00 WIB · Olahraga

Kompas/Yuniadhi Agung

Oleh Hidayat Salam

Meski terkesan remeh, persaingan di Grup A Piala Dunia 2026 yang dihuni Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Ceko bisa jadi akan menyuguhkan hasil di luar dugaan. Di atas kertas dan juga sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko mungkin berpeluang besar untuk lolos ke fase gugur.

Dengan bermain di depan publik sendiri, ”El Tri”, julukan tim nasional Meksiko, tengah berusaha bangkit seusai kegagalan memalukan mereka pada edisi sebelumnya, Piala Dunia Qatar 2022, karena tidak lolos ke fase gugur. Padahal, Meksiko punya rekor konsisten dengan tampil di Piala Dunia dan selalu lolos ke 16 besar dalam tujuh edisi sebelumnya secara beruntun.

Kini, di bawah asuhan Javier Aguirre, Meksiko mengusung target ambisius untuk kembali menembus babak perempat final, pencapaian yang terakhir kali dirasakan Meksiko pada edisi Piala Dunia 1986. Capaian itu juga diraih Meksiko ketika menjadi tuan rumah atau 40 tahun yang lalu.

Selain itu, target ini juga bukan tanpa alasan. Aguirre punya rekor impresif karena selalu berhasil membawa Meksiko lolos dari fase grup menuju babak 16 besar dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni pada tahun 2002 dan 2010. Pengalaman ini sekaligus menjadi tantangan bagi Aguirre di depan dukungan langsung publik Meksiko.

”Saya pernah bermain di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Jadi, saya tahu bagaimana rasanya,” ungkap Aguirre, Rabu (13/5/2026).

Mexico's defender Edson Alvarez (C) looks on during a training session ahead of the FIFA 2026 World Cup at Centro de Alto Rendimiento in Mexico City on June 6, 2026. (Photo by Rodrigo Oropeza / AFP)

Meksiko akan mendapat kehormatan memulai turnamen dengan bermain di ibu kota mereka, Stadion Azteca, pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Mereka akan menghadapi Afrika Selatan di stadion legendaris dengan kapasitas lebih dari 80.000 kursi penonton.

Pertandingan pembuka melawan Afrika Selatan disebut akan sangat penting. Kemenangan mutlak tidak hanya akan meningkatkan moral tim, tetapi juga memberikan keuntungan awal dalam persaingan lolos ke babak selanjutnya.

Setelah laga pembuka melawan Afrika Selatan tersebut, Meksiko akan ditantang Ceko di Stadion Azteca. Setelah itu, Meksiko akan bertolak ke Guadalajara untuk menghadapi Korea Selatan. Dengan keuntungan tampil di kandang sendiri, mereka diharapkan bisa melaju jauh dalam turnamen kali ini.

Dari catatan pertemuan melawan tiga pesaingnya di Grup A, Meksiko bisa dikatakan tampil mendominasi. Meksiko memegang rekor superior atas Korsel di turnamen resmi.

Pada Piala Dunia 1998 di Perancis, Meksiko menang meyakinkan dengan skor 3-1 di fase grup. Memori kemenangan tersebut terulang kembali pada edisi 2018 ketika Meksiko menjinakkan perlawanan sengit Korsel dengan skor 2-1 lewat gol Carlos Vela dan Javier ”Chicharito” Hernandez, sementara Korsel hanya mampu membalas lewat gol telat Son Heung-min.

Infografik riset Total Hadiah yang diterima Peserta dan Juara Piala Dunia.

Pada laga pembuka Piala Dunia 2010, Afrika Selatan memang mampu menahan imbang Meksiko, 1-1, lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala, sebelum akhirnya disamakan oleh bek legendaris Meksiko, Rafael Marquez.

Dengan catatan pertemuan serta hasrat menebus pengalaman pahit atau hasil buruk karena tersingkir di fase grup pada edisi Qatar 2022, skuad yang dipimpin striker Fulham, Raul Jimenez, jelas memiliki motivasi tambahan.

Bahkan, jika berhasil keluar sebagai juara grup, Meksiko dipastikan akan kembali bertanding di Stadion Azteca untuk melakoni laga babak 32 besar. Keuntungan bermain di depan dukungan suporter sendiri ini bahkan bisa berlanjut ke babak 16 besar jika mereka terus memetik kemenangan.

Target Korsel

Korea Selatan juga mengusung target lolos ke fase gugur untuk keempat kalinya. Penyerang Son Heung-min akan memimpin tim Korsel yang dihuni pemain berpengalaman, seperti gelandang Paris Saint-Germain, Lee Kang-in; bek Bayern Muenchen, Kim Min-jae; dan penyerang Wolverhampton Wanderers, Hwang Hee-chan.

”Tujuan utama kami adalah melaju ke babak 32 besar dengan posisi yang kuat,” kata Hong Myung-bo, Pelatih Korea Selatan, seusai mengumumkan 26 pemainnya, Sabtu (16/5/2026).

South Korea's Son Heung-min gestures during a training session at the Verde Valle training ground in Zapopan, Jalisco state, Mexico, on June 6, 2026, ahead of the FIFA 2026 World Cup football tournament. (Photo by Ulises Ruiz / AFP)

Hong mengakui tidak mudah memainkan semua laga fase grup di Meksiko, termasuk dua laga lainnya karena akan bermain di daerah dataran tinggi, seperti kota Guadalajara. Pada laga perdana yang berlangsung 11 Juni mendatang, Korea Selatan akan menghadapi Ceko.

”Meskipun ketinggian yang akan kita hadapi tidak seekstrem itu, kita tetap saja tidak terbiasa dengan lingkungan dataran tinggi. Kami yakin beradaptasi dengan ketinggian 1.600 meter akan sangat penting bagi kami,” kata Hong.

Di tengah tantangan tersebut, Hong berharap pada pengalaman sang kapten, Son, yang akan tampil di Piala Dunia untuk keempat kalinya. Penyerang berusia 33 tahun itu juga tengah berkarier di Major League Soccer bersama Los Angeles FC setelah pindah dari Tottenham Hotspur pada 2025.

Meski baru mengemas dua gol untuk klub barunya, Hong tetap optimistis kematangan mental dan kepemimpinan Son di lapangan akan menjadi modal berharga.

”Ketika saya pergi ke Los Angeles dan menonton pertandingan sendiri, saya melihat bahwa dia bermain dalam peran yang agak berbeda dibandingkan dengan bagaimana kami menggunakannya, di posisi yang sedikit lebih dalam, yang berarti dia tidak mendapatkan banyak peluang,” ucap Hong.

Seorang pria melewati Stadion AT&T yang akan diberi nama baru Stadion Dallas saat Piala Dunia 2026, Kamis (28/5/2026) di Arlington, Texas.

Ceko susah payah

Tim lainnya, Ceko, justru lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dengan susah payah dari babak playoff dengan mengalahkan Republik Irlandia dan Denmark. Edisi kali ini merupakan pertama kali bagi Ceko lolos ke babak utama Piala Dunia sejak tahun 2006 atau dua dekade silam.

Absennya Ceko yang cukup lama dalam ajang Piala Dunia memunculkan keraguan pada pengalaman mereka di level tertinggi turnamen sepak bola tersebut. Meskipun demikian, banyak yang meyakini bahwa Ceko berpotensi menjadi ”kuda hitam” di Grup A.

Terlebih, Ceko memiliki keunggulan dalam hal fisik, kemampuan udara, serta gaya bermain yang disiplin dan sangat pragmatis. Ceko diyakini akan menjadi tantangan berat bagi gaya permainan cepat Korea Selatan atau pendekatan improvisasi Meksiko.

Begitu pula dengan tim nasional Afrika Selatan. Di bawah asuhan Hugo Broos, pelatih veteran yang pernah bermain untuk Belgia saat mencapai semifinal Piala Dunia 1986 di Meksiko, tim ini mengusung target lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia tersebut.

Broos mengatakan, Afrika Selatan tidak boleh lagi dipandang sebagai tim ”pelengkap” semata. ”Ini bukan grup yang mudah bagi kami. Pertama-tama, kami akan menghadapi tuan rumah pada pertandingan pembuka, di Stadion Azteca, dan itu akan sangat sulit bagi kami di sana,” kata Broos. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Hidayat Salam
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata, Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar