PIALA DUNIA 2026

Epilog Neymar di Panggung Bola Dunia

Neymar Junior mendapat tiket terakhirnya membela Brasil di Piala Dunia. Ini kesempatan terakhirnya untuk membawa skuad Samba ke kejayaan setelah penantian 24 tahun.

19 Mei 2026 17:45 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Agung Setyahadi

Nama Neymar pertama kali terdengar di depan Stadion Soccer City di Johannesburg menjelang laga Brasil kontra Pantai Gading di fase grup Piala Dunia Afrika Selatan, 16 tahun silam. Suporter Brasil, yang berkerumun di depan pintu masuk stadion, meneriakkan nama Neymar dan beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan nama pemain yang masih terasa asing waktu itu. Neymar tidak dipanggil oleh Dunga meskipun tampil mengesankan di kompetisi domestik. Karena itu, sebagian suporter Brasil, terutama penggemar Santos, berunjuk rasa di malam yang dingin itu.

Saat ditanya siapakah Neymar itu? Salah satu suporter mengatakan, dia adalah pemain masa depan Brasil yang akan mengembalikan marwah ”Selecao”. ”Dia pemain terbaik Brasil, tetapi sayang tidak dibawa ke sini. Anda lihat saja sendiri saat dia menggiring bola,” kurang lebih seperti itu perkataan suporter Brasil tersebut. 

Dunga memang mengambil keputusan yang cukup kontroversial saat itu, dengan tidak memanggil para pemain kelas kakap seperti Ronaldo dan Ronaldinho. Neymar pun tidak dipanggil meskipun suporter, terutama penggemar Santos, berharap besar. Neymar yang baru menginjak usia 18 tahun memberikan harapan dengan performanya membawa Santos meraih Copa do Brasil untuk pertama kali, serta menceploskan 42 gol dalam 60 laga di semua kompetisi. Mungkin, dia tidak dipanggil karena dia sering membuat kontroversi dengan diving yang teatrikal.

Neymar bersinar semakin terang di kompetisi domestik Brasil, dan kemudian menjadi salah satu fenomena sepak bola dunia bersama Barcelona. Empat musim di Camp Nou, dia memenangi semua kompetisi, Las Liga, Liga Champions, Copa del Rey, Supercopa de Espana, dan Piala Dunia Klub.

Neymar kemudian pindah ke Paris Saint-Germain (PSG), membawa klub super kaya itu lima kali juara Ligue 1, tiga Piala Perancis, dan dua Piala Liga. Di PSG, dia tidak mempersembahkan gelar juara Liga Champions.

Arsip foto menampilkan penyerang Brasil, Neymar, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama dalam pertandingan babak perempat final Piala Dunia Qatar 2022 antara Kroasia dan Brasil di Stadion Education City, Al Rayyan, Qatar, 9 Desember 2022. Neymar dipanggil kembali untuk memperkuat timnas Brasil pada Piala Dunia 2026.

Neymar fenomenal di level klub, tak terbantahkan. Akan tetapi, di level tim nasional, dia belum bisa membuat perbedaan. Tiga kali membela Brasil di Piala Dunia, Neymar selalu mengakhiri perjuangan dengan kesedihan. Dalam debutnya di Piala Dunia, pada 2014, Brasil dipermalukan oleh Jerman, 7-1, di Belo Horizonte, yang kemudian terkenal dengan sebutan Mineirazo, neraka kedua setelah Maracanazo dalam laga penentuan juara Piala Dunia 1950 melawan Uruguay.

Neymar memang tidak tampil dalam tragedi Mineirazo itu karena cedera. Akan tetapi, dia tak bisa dilepaskan dari generasi masa depan Brasil kala itu. Momen getir itu ikut dirasakan oleh Kompas yang berada di tribune Stadion Mineirao, di tengah ribuan suporter Brasil yang menangis dan terduduk lesu.

Dalam Piala Dunia berikutnya di Rusia 2018, Brasil disingkirkan oleh Belgia di babak perempat final. Di Qatar 2022, Brasil juga tersingkir di perempat final setelah bermain 1-1 kontra Kroasia dalam babak perpanjangan waktu, kemudian kalah 2-4 dalam adu penalti.

Di ketiga Piala Dunia itu, kontribusi Neymar dalam produktivitas gol adalah delapan gol dan empat asis. Pada 2014, dia mencetak empat gol dan satu asis, pada 2018 menceploskan dua gol serta dua asis, sedangkan pada 2022 mencetak dua gol dan satu asis.

Kini, Neymar, yang sudah berusia 34 tahun serta telah melewati masa keemasan dan sering didera cedera, kembali mendapat kepercayaan untuk membela skuad ”Canarinho” di Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Neymar masih melekat di hati penggemar sepak bola Brasil. Saat namanya disebutkan oleh pelatih Carlo Ancelotti dalam pengumuman 26 pemain sementara untuk Piala Dunia 2026, tepuk tangan dan teriakan pun menggema, Senin (18/5/2026) waktu Rio de Janeiro.

Quote

Kami mengevaluasi Neymar sepanjang tahun, dan kami melihat bahwa dalam periode terakhir ini, dia bermain konsisten, yang meningkatkan kondisi fisiknya, dan kami pikir dia adalah pemain penting, dan dia akan menjadi pemain penting di Piala Dunia ini.

Brazil WCup Soccer

Permainan Neymar memang sudah tidak semegah dulu lagi. Dia sudah meredup, tetapi dia masih menjadi pencetak gol terbanyak Brasil dengan 79 gol dalam 128 laga. Dia tidak pernah tampil membela ”Selecao” sejak 2023 karena kondisi fisiknya yang didera cedera.

Oleh karena itu, Ancelotti pun tidak memberi jaminan Neymar akan selalu tampil di Piala Dunia. Dia akan bermain saat dia memang layak bermain. Namun, pelatih asal Italia itu menilai, sosok Neymar bisa memberi sesuatu yang positif bagi tim. Neymar jelas ingin memberikan yang terbaik untuk membawa Brasil ke kejayaan. Akan tetapi, sepak bola sulit ditebak, dan dia juga harus siap menerima kesedihan lain dalam epilog-nya di panggung bola dunia ini.

”Kami mengevaluasi Neymar sepanjang tahun, dan kami melihat bahwa dalam periode terakhir ini, dia bermain konsisten, yang meningkatkan kondisi fisiknya, dan kami pikir dia adalah pemain penting, dan dia akan menjadi pemain penting di Piala Dunia ini,” ujar Ancelotti, dikutip media Brasil, O Globo.

”Dia memiliki peran yang sama, kewajiban yang sama seperti 25 pemain lainnya. Dia memiliki kemungkinan untuk bermain, tidak bermain, berada di bangku cadangan, masuk sebagai pemain pengganti, dia memiliki tanggung jawab yang sama seperti yang lain,” lanjut Ancelotti.

”Dia pemain berpengalaman, dan kenyataannya adalah bahwa di beberapa posisi, seperti penjaga gawang, kami sedikit lebih memprioritaskan pengalaman,” ungkap pelatih berusia 66 tahun itu.

Posisi Neymar saat dia dimainkan kemungkinan besar sebagai penyerang tengah. Sebab, sektor sayap jelas menjadi jatah Raphinha dan Vinicius Junior yang masing-masing brilian di Barcelona dan Real Madrid.

Pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti (kiri) dan Koordinator Eksekutif konfederasi sepak bola Brasil, Rodrigo Caetano, saat mengumumkan nama-nama pemain timnas Brasil pada Piala Dunia 2026 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/5/2026). Hadirin bersorak saat Ancelotti mengumumkan Neymar sebagai salah satu pemain yang dipanggil untuk Piala Dunia 2026.

”Dia akan bermain jika dia pantas bermain. Kami memiliki latihan, dan lapangan latihan akan menentukan siapa yang bermain. Saya punya gambaran tentang siapa yang mungkin masuk susunan pemain inti, tetapi kemudian kami harus bermain seperti saat latihan jika kami siap,” jelas Ancelotti.

”Saya ulangi, Neymar memiliki kesempatan yang sama dengan pemain lain. Saya pikir kami memiliki tanggung jawab bersama sebagai sebuah tim, dan masing-masing harus mempertaruhkan kualitas mereka sendiri untuk satu hal: membantu tim nasional memenangi Piala Dunia,” tegas pelatih yang berlimpah pengalaman itu.

”Kami memilih Neymar bukan karena kami pikir dia akan menjadi pemain pengganti yang baik. Kami memilih Neymar karena kami memikirkan kualitasnya untuk tim. Entah dia bermain 1 menit, 5 menit, tidak bermain, bermain 90 menit, mengambil penalti. Kami memilih pemain-pemain ini karena saya yakin mereka akan memberikan sesuatu kepada tim,” ungkap Ancelotti.

Terkait target di Piala Dunia 2026 ini, Acelotti jelas memasang target juara. Dia optimistis skuad Brasil memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim papan atas dunia. Kini, Ancelotti menyiapkan jurus terakhirnya dalam mengangkat motivasi pemain, jurus yang sudah teruji selama empat dekade.

”Saya seorang pekerja yang sudah berkecimpung di bisnis ini selama 40 tahun, saya rasa, dan saya memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri bahwa tim ini dapat bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia. Saya pikir kita harus menuntut, karena tuntutan akan membawa lebih banyak motivasi. Jadi, bisakah kita memenangi Piala Dunia dan mencapai final? Saya katakan ya, kita bisa mencapai final. Tapi, apakah itu cukup? Saya tidak tahu. Lebih baik bermain dan memenangi final,” tegas Ancelotti.

Brazil Neymar Soccer

Mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid itu juga menegaskan bahwa memilih 26 pemain yang dia umumkan bukanlah perkara mudah. Ada beberapa pemain yang memiliki kualitas cemerlang, tetapi keperluan tim tidak bisa mengakomodasi semua pemain. Salah satu pemain yang ditinggal adalah pemain serang Chelsea, Joao Pedro.

”Anda harus mempertimbangkan banyak hal. Bermain sepak bola di sini rumit, dengan perjalanan, panas, sulit untuk dibandingkan (dengan Eropa). Kami sedih untuk Joao Pedro. Sebab, untuk musim yang dia jalani di Eropa, dia pantas berada di daftar ini. Namun, sayangnya, dan dengan segala hormat, kami memilih pemain lain. Kami sangat menyesal untuk Joao Pedro, seperti halnya untuk semua orang lain,” jelas Ancelotti.

”Sangat sulit untuk memilih 26 pemain ini karena persaingan di negara ini sangat tinggi. Saya katakan pada konferensi pers pertama bahwa persaingannya sangat ketat, dan itu benar. Saya tahu betul bahwa beberapa pemain yang pernah bersama kami tidak akan senang dengan daftar ini. Saya sangat menyesali itu. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang pernah bersama kami, dan mereka yang tidak pernah bersama kami, tetapi telah melakukan pekerjaan yang fantastis untuk masuk dalam daftar ini,” tegas Ancelotti.

 

26 Pemain Brasil di Piala Dunia 2026

Kiper: Alisson (Liverpool), Ederson (Fenerbahce), Weverton (Gremio)

Bek: Alex Sandro, Danilo, Leo Pereira (Flamengo), Bremer (Juventus), Ibanez (Al-Ahli), Wesley (Roma), Marquinhos (Paris St-Germain), Gabriel (Arsenal), Douglas Santos (Zenit St Petersburg)

Gelandang: Bruno Guimaraes (Newcastle), Casemiro (Manchester United), Danilo Santos (Botafogo), Fabinho (Al-Ittihad), Lucas Paqueta (Flamengo)

Pemain Serang: Endrick (Lyon), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Matheus Cunha (Manchester United), Raphinha (Barcelona), Vinicius Junior (Real Madrid), Luiz Henrique (Zenit St Petersburg), Neymar (Santos), Rayan (Bournemouth)


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto