Eropa dalam Bidikan Tarif Trump, Mengapa Inggris Bisa Selamat?

Inggris dan AS sama-sama mencatat surplus perdagangan. Inggris berusaha agar tidak menyinggung AS dan Uni Eropa.

04 Feb 2025 09:31 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

WASHINGTON DC, SELASA — Meski Eropa berada dalam bidikan peluru kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Inggris kemungkinan akan dikecualikan dari sasaran Washington. Ini karena AS dan Inggris sama-sama mencatat surplus perdagangan antara satu sama lain terkait dengan perbedaan metodologi.

AS menjatuhkan pengenaan tarif impor kepada Meksiko, Kanada, dan China pada Sabtu (1/2/2025). Dua hari berselang, Washington, Ottawa, dan Mexico City lalu sepakat menunda perang dagang. Namun, Trump sudah mengarahkan moncong peluru tarifnya ke Uni Eropa.

Ketika wartawan bertanya tentang pengenaan tarif pada Inggris, Minggu (2/2/2025), Trump mengatakan, masih akan melihat perkembangan situasi. Dia memastikan akan mengenakan tarif kepada Uni Eropa terlebih dulu.

”Kita lihat saja nanti. Namun, Uni Eropa benar-benar keterlaluan. Inggris memang keterlaluan, tetapi saya rasa itu bisa diselesaikan. Namun, Uni Eropa adalah kekejaman, (terkait dengan) apa yang telah mereka lakukan,” kata Trump.

Trump menjelaskan, dia mempunyai hubungan baik dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Mereka sudah bertemu beberapa kali dan melakukan banyak panggilan telepon. Keduanya tengah mencari cara untuk menyeimbangkan anggaran.

CORRECTION Europe Defense

Pada Senin (3/2/2025), seorang juru bicara Pemerintah Inggris mengatakan, AS adalah sekutu yang sangat diperlukan. Inggris juga menempatkan AS sebagai mitra dagang terdekat.

”Kami memiliki hubungan perdagangan adil dan seimbang yang menguntungkan kedua belah pihak di Atlantik. Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan Presiden Trump untuk terus membangun hubungan perdagangan Inggris-AS demi ekonomi, bisnis, dan rakyat Inggris,” tutur juru bicara tersebut.

Perdagangan barang dan jasa antara Inggris serta AS senilai ratusan miliar dollar setiap tahun. AS merupakan mitra dagang terbesar Inggris sebagai satu negara walaupun volume perdagangan dengan UE lebih besar sebagai satu blok. Inggris adalah mitra dagang terbesar kelima AS setelah Kanada, Meksiko, China, dan Jerman.

Dikutip dari BBC, ekonom memperingatkan, Inggris bisa terdampak atas pengenaan tarif baik secara langsung ataupun tidak. Dampaknya dapat terasa melalui pertumbuhan yang lebih lambat di beberapa mitra dagang penting Inggris. Ekspor industri dapat beralih dari dari AS ke pasar Inggris sehingga berdampak pada pasar keuangan, termasuk kemungkinan peningkatan biaya pinjaman.

Britain's Labour Party Prime Minister Keir Starmer and his wife Victoria arrive in Downing Street and greet supporters in London, Friday, July 5, 2024. Labour leader Stammer won the general election on July 4, and was appointed Prime Minster by King Charles III at Buckingham Palace, after the party won a landslide victory. (AP Photo/Vadim Ghirda)

Beda metodologi

Namun, kedua negara menggunakan perbedaan metodologi di setiap badan statistik nasional. Oleh karena itu, AS dan Inggris sama-sama melaporkan surplus perdagangan atas satu sama lain.

Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan surplus perdagangan sebesar 71,1 miliar poundsterling (88,33 miliar dollar AS) per kuartal ketiga tahun 2024. Sementara itu, Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) mencatat, AS memiliki surplus perdagangan 15,1 miliar dollar AS untuk periode yang sama.

Adapun total perdagangan antara kedua negara sebesar 294,1 miliar poundsterling (365,3 miliar dollar AS) untuk periode yang sama.

Kedua negara mematuhi standar Dana Moneter Internasional (IMF) terbaru untuk mengukur perdagangan. Akan tetapi, badan statistik kedua negara menerapkan standar dengan kecepatan berbeda. Hal ini memengaruhi pengukuran perdagangan jasa, khususnya, sebab perbedaan definisi dapat menghasilkan perbedaan besar dalam data.

Sebuah kapal kontainer melewati Jembatan Oakland Bay, San Francisco, dalam pelayaran menuju Pelabuhan Oakland pada 3 Februari 2025 di San Francisco, California, AS.

Sebagai contoh, pada 2020, ONS mengatakan, perbedaan cara mengukur perdagangan pasar keuangan dan layanan lembaga keuangan berkontribusi pada kesenjangan 10 miliar poundsterling (12,42 miliar dollar AS) dengan data BEA. “Pengukuran arus dan hubungan perdagangan itu rumit. Asimetri merupakan konsekuensi yang tak terelakkan dan dapat memengaruhi semua penyusun data,” kata ONS, bulan lalu.

Data ONS juga menyebutkan, jasa menjadi penyumbang sebagian besar perdagangan Inggris, seperti ekspor layanan akuntan dan firma hukum. Tarif dari AS hanya berlaku untuk perdagangan barang.

Namun, BEA AS menyajikan data yang sangat berbeda. Menurut badan tersebut, barang modal, tidak termasuk mobil, merupakan impor utama AS dari Inggris.

(From L) Ireland's Taoiseach (Prime Minister) Micheal Martin, Luxembourg's Prime Minister Luc Frieden  and Britain's Prime Minister Keir Starmer attend a dinner on the occasion of the European Union leaders' informal retreat, at the Palais d'Egmont in Brussels, on February 3, 2025. (Photo by Olivier HOSLET / POOL / AFP)

Antara AS-UE

Starmer dan para menterinya telah memuji Trump sejak Trump terpilih. Ia menekankan seberapa banyak Inggris mengimpor dari AS dan berharap untuk menghindari tarif pada saat ekonomi Inggris susah untuk tumbuh.

Starmer berada di posisi sulit. Selain mencegah pengenaan tarif kepada Inggris, ia juga tengah berusaha menjalin hubungan baik kembali dengan UE setelah kejadian Brexit, yaitu peristiwa keluarnya Inggris dari UE yang diwarnai dengan pertengkaran selama bertahun-tahun. Inggris keluar dari organisasi itu dengan alasan ingin meningkatkan ekonomi yang lesu.

Starmer ingin menghapus sebagian birokrasi dan hambatan lain dalam perdagangan antara Inggris dan EU akibat Brexit. Namun, ia tidak berencana untuk bergabung kembali dengan serikat pabean atau pasar tunggal EU serta menolak kesepakatan agar anak muda dari Inggris dan UE bisa tinggal dan bekerja di wilayah masing-masing dalam jangka waktu tertentu.

Guna menjaga gejolak politik dalam negeri soal Brexit, Starmer menginginkan perubahan yang relatif sederhana, seperti mempermudah artis menggelar tur dan para profesional mendapatkan pengakuan atas kualifikasi mereka. Ia juga mengupayakan kerja sama yang lebih erat dalam penegakan hukum dan keamanan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Gedung Putih, Washington DC, AS, Jump (13/9/2024), memberi keterangan pada media usai bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Kedua kepala negara sepakat menunda memberi lampu hijau Ukraina menggunakan rudal balistik untuk menyerang Rusia. WASHINGTON, DC - SEPTEMBER 13: Prime Minister Keir Starmer of the United Kingdom speaks to reporters following a bilateral meeting with President Joe Biden at the White House on September 13, 2024 in Washington, DC. The two leaders discussed a wide range of global issues, with a focus on the ongoing conflict in Ukraine. Anna Rose Layden/Getty Images/AFP (Photo by Anna Rose Layden / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Politisi UE menyambut baik inisiatif Starmer yang lebih luwes ketimbang pendahulunya yang konservatif dan skeptis terhadap Eropa. Namun, UE menginginkan proposal konkret dan kompromi tak terelakkan dari Inggris. Inggris dan UE akan mengadakan pertemuan puncak para pemimpin, akhir tahun ini.

Pada Senin (3/2/2025), Starmer mengunjungi Brussels, Belgia. Ia menjadi perdana menteri Inggris pertama yang menghadiri pertemuan pemimpin UE sejak Brexit tahun 2020. Ia mengadakan pembicaraan tentang pakta keamanan Inggris-UE yang baru.

Dalam konferensi pers, keluar pertanyaan apakah Starmer berusaha mengurangi upaya berhubungan baik dengan UE agar Trump senang. Ia menjawab, Inggris tidak akan memilih UE atau AS.

“Kedua hubungan ini sangat penting bagi kami. Kami tidak memilih di antara keduanya, tetapi secara historis itulah posisi Inggris selama beberapa dekade,” kata Starmer.

Mengenai masalah tarif, Starmer mengatakan, situasi masih masih dalam tahap awal. “Menurut saya yang terpenting adalah hubungan perdagangan yang terbuka dan kuat. Itulah dasar diskusi saya dengan Presiden Trump dan saya tahu bahwa diskusi intensif AS-UE sedang direncanakan,” tuturnya. (AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .