Fajar/Fikri Mengemban Asa di China Masters

Setelah Jepang dan China Terbuka, Fajar/Fikri berduet lagi di China Masters. Mereka mengawali penampilan dengan memenangi babak pertama.

16 Sep 2025 19:58 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

SHENZHEN, SELASA — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berusaha mewujudkan harapan banyak orang dan diri mereka ketika tampil dalam turnamen bulu tangkis China Masters. Penampilan dalam dua turnamen menjadi bekal untuk bisa konsisten bersaing pada level atas.

Upaya untuk mewujudkan harapan itu dimulai dengan kemenangan pada babak pertama yang berlangsung di Shenzhen Arena, China, Selasa (16/9/2025). Melalui permainan cepat, terutama dalam mengantisipasi pukulan di bagian depan lapangan, Fajar/Fikri mengalahkan wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, dengan skor 21-10, 21-17.

Quote

Semoga kami bisa memikul tanggung jawab ini. Saya dan Fikri ingin melewatinya dengan saling percaya.

Mereka bisa berhadapan dengan pemain China lainnya pada babak kedua, yaitu Liang Wei Keng/Wang Chang, jika unggulan keenam itu memenangi babak pertama pada pertandingan Rabu. Liang/Wang, peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, akan berhadapan dengan William Kryger Boe/Christian Faust Kjaer, di babak awal.

”Setelah menjuarai China Terbuka, pasti banyak harapan yang menginginkan kami bisa terus berprestasi, kami pun berharap yang sama. Semoga kami bisa memikul tanggung jawab ini. Saya dan Fikri ingin melewatinya dengan saling percaya,” tutur Fajar.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memenangi babak pertama turnamen China Masters di Shenzhen Arena, Selasa (16/9/2025). Fajar/Fikri mengalahkan pemain tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, 21-10, 21-17.

Harapan pada Fajar/Fikri juga dimiliki pengurus PBSI dan pelatih ganda putra pelatnas. Pelatih memasangkan mereka kembali berdasarkan performa dan hasil di Jepang Terbuka Super 750 dan China Terbuka Super 1000, pada Juli.

Padahal, dua turnamen itu diikuti karena Fajar harus memenuhi kewajiban tampil sebagai atlet ranking 10 besar dunia, sementara, pada saat yang sama, Muhammad Rian Ardianto, tak bisa bertanding karena urusan keluarga. Pasangan Fikri, yaitu Daniel Marthin, juga harus absen karena cedera.

Namun, hasil perempat final Jepang Terbuka dan gelar yang dibawa dari China Terbuka membuat pelatih meneruskan duet Fajar/Fikri setelah Kejuaraan Dunia.  Tim pelatih ganda putra pelatnas utama, yang dipimpin Antonius Budi Ariantho, mencari formasi terbaik ganda putra yang siap bersaing pada level atas sejak 2026 dengan target utama Olimpiade Los Angeles 2028. Apalagi, masa kualifikasi LA 2028 akan dimulai 2027.

Maka, Fajar/Fikri pun diduetkan kembali, setidaknya hingga akhir 2025. Selain China Masters, turnamen yang sudah ada dalam agenda mereka adalah Korea Terbuka, 23-28 September, serta turnamen di Eropa, Denmark dan Perancis Terbuka, pada Oktober.

Dengan dipasangkannya Fajar bersama Fikri, Rian berpartner dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang biasanya bermain bersama pemain muda, Rahmat Hidayat. Rian/Yeremia juga tampil di China Masters tetapi kalah pada penampilan perdana sebagai pasangan.

Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menjalani debut sebagai pasangan pada babak pertama China Masters. Di Shenzhen Arena, Selasa (16/9/2025), mereka kalah dari unggulan ketiga Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) 21-12, 11-21, 20-22.

Mereka mengejutkan unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, dengan memenangi gim pertama, tetapi akhirnya kalah 21-12, 11-21, 20-22. Rian/Yeremia memiliki peluang memenangi gim terakhir ketika bisa menyamakan skor, 20-20, setelah tertinggal 14-20, tetapi, mereka tak bisa mempertahankan momentum saat membutuhkan dua poin untuk menang.

”Rasanya pasti ada yang berbeda. Ini pengalaman baru untuk saya bisa bermain selain dengan Fajar di turnamen resmi. Namanya pemain ganda harus siap dengan perubahan pasangan. Saya meningkatkan persiapan individu sebelum bermain di sini,” kata Rian yang selama 11 tahun berpasangan dengan Fajar.

Rian juga mengatakan, untuk menjalani turnamen berikutnya, yaitu Korea Terbuka pada 23-28 September, dia dan Yeremia harus menjaga fokus lebih baik. Saat melawan Goh/Izuddin, mereka sering membuat kesalahan ketika mendapatkan kesempatan meraih poin dengan mudah.

Pelatnas ganda putra juga diwakili Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang formasinya dipertahankan. Mereka akan menjalani babak pertama pada Rabu melawan Kenya Mitsuhashi/Hiroki Okamura (Jepang).

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani tersingkir pada babak pertama turnamen China Masters di Shenzhe Arena, Selasa (16/9/2025). Sabar/Reza kalah dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) 16-21, 20-22.

Ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, kalah dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 16-21, 20-22. Sabar/Reza tak tampil sesolid setahun sebelumnya ketika mencapai final China Masters dengan mengalahkan pasangan top dunia seperti Goh/Nur dan Liang/Wang.

Saat melawan Hoki/Kobayashi, Sabar/Reza membuat banyak kesalahan dalam pukulan mudah sehingga menghilangkan kesempatan untuk membuat pertandingan berjalan tiga gim setelah unggul 20-16 pada gim kedua.

”Kami harus mengevaluasi sisi nonteknis, terutama ketenangan. Juga harus lebih memperhatikan kondisi saat bertanding pada turnamen di pekan kedua,” kata Sabar yang tampil di Hong Kong Terbuka, sepekan sebelumnya China Masters, dan mencapai perempat final.

Rotasi lebih baik

Selain ganda putra, sektor ganda putri membuat program perubahan pasangan dalam sisa waktu 2025. Setelah empat pasangan tampil di Hong Kong Terbuka, tiga di antara mereka bermain di China Masters.

Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi memulai perjalanan skuad ganda putri dengan tampil pada hari pertama turnamen. Mereka kalah dari pasangan nomor satu dunia yang merupakan juara dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 11-21, 16-21.

Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi tersingkir pada babak pertama turnamen China Masters di Shenzhen Arena, Selasa (16/9/2025). Mereka kalah dari ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, 11-21, 16-21.

Meski demikian, ada sisi positif yang diperlihatkan Lanny/Amalia dari pertandingan tersebut. ”Di Hong Kong, rotasi kami belum baik, belum menemukan pola yang diinginkan. Pada pertandingan ini, rotasi sudah lebih baik meskipun kalah,” ujar Lanny.

Di Hong Kong Terbuka, Lanny/Amalia mencapai babak kedua, sama seperti Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang akan menjalani babak pertama China Masters pada Rabu.

Untuk memperlihatkan diri bisa tampil lebih baik, Febriana/Meilysa menghadapi tantangan tak kalah berat. Mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Sementara, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum akan melawan Rui Hirokami/Sayaka Hobara.

Dari skuad nomor tunggal, hanya Putri Kusuma Wardani yang tampil pada hari pembuka. Putri menang atas Chiu Pin Chian 21-15, 21-15 dan akan berhadapan dengan Sim Yu-jin pada babak kedua.

Tiga wakil lain dari tunggal putra akan menjalani babak pertama, Rabu. Mereka adalah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase