Fajar/Rian Belajar dari Kekalahan Gim Pertama

Fajar/Rian memenangi babak pertama turnamen Indonesia Terbuka. Meski menguasai gim pertama, mereka kesulitan memenangi gim kedua.

04 Jun 2025 20:03 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah

JAKARTA, KOMPAS — Dengan pengalaman bertanding pada turnamen di awal tahun, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memperbaiki penampilan untuk turnamen lain, termasuk Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Pengalaman itu membawa mereka pada babak kedua turnamen.

Fajar/Rian menjalani babak pertama turnamen berlevel Super 1000 itu di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025), saat berhadapan dengan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Dalam pertemuan ketiga dengan pasangan Denmark itu, Fajar/Rian menang dengan skor 21-10, 21-19.

Ganda putra Indonesia ranking kelima dunia tersebut bermain dengan kecepatan tinggi pada gim pertama. Mereka tampil dengan nyaman, mengendalikan permainan dengan pukulan drive, permainan net dari Fajar, dan smes dari Rian sebagai pengeksekusi serangan.

Permainan ”tancap gas” sejak perebutan poin pertama itu diterapkan sebagai hasil evaluasi mereka dari penampilan pada turnamen lain, terutama pada awal tahun. Fajar/Rian mempunyai kelemahan karena sering kehilangan gim pertama, baik dengan hasil akhir kalah maupun menang.

Dari delapan pertandingan pada turnamen Malaysia Terbuka, India Terbuka, dan Indonesia Masters selama Januari, Fajar/Rian lima kali kehilangan gim pertama. Hasil akhir mereka pada tiga turnamen itu adalah babak pertama, babak kedua, lalu final.

Pemain ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (kanan) berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, pada babak ke-32 Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Fajar/Rian menang 21-10 dan 21-19

Fajar/Rian juga tak bisa memperpanjang gelar juara All England 2023 dan 2024 karena tersingkir pada babak kedua setelah mengalami hal serupa. Saat berhadapan dengan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) pada babak kedua, Fajar/Rian kalah, 18-21, 27-25, 21-23.

”Belajar dari pertandingan sebelumnya, terutama di awal tahun, kami harus memulai pertandingan dengan bagus. Kami berusaha tidak kehilangan gim pertama,” kata Rian.

Namun, performa mereka yang lebih baik pada gim awal tetap meninggalkan pekerjaan rumah lain di gim kedua. Saat menghadapi kondisi berbeda setelah berpindah sisi lapangan, mereka kesulitan beradaptasi dengan perubahan embusan angin. Angin yang berasal dari belakang mereka membuat Fajar/Rian ragu-ragu saat melancarkan drive, pukulan datar nan cepat.

”Kami takut kalau memukul terlalu kencang, kok jatuh di luar lapangan. Selain itu, lawan bermain lebih bagus, jarang membuat kesalahan,” kata Fajar.

Dua hal yang disebutkan Fajar membuat pasangan Denmark unggul pertama kalinya pada skor 3-2. Fajar/Rian bisa memimpin hingga selisih empat poin pada posisi 13-9, tetapi persaingan justru berjalan lebih ketat ketika mendekati skor akhir. Skor imbang terjadi pada posisi 16-16 hingga 18-18.

Fajar Alfian (kanan), yang bepasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, melepaskan smash ke arah pasangan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, pada babak ke-32 Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Fajar/Rian menang 21-10 dan 21-19

Lundgaard/Vestergaard, yang juga dikalahkan Fajar/Rian di Istora pada Indonesia Masters, Januari lalu, hampir merebut gim kedua ketika Rian membuat kesalahan pada momen kritis. Match point pertama pada posisi 20-18 berubah menjadi 20-19 saat Rian gagal menyeberangkan kok dari smes. Baru pada match point kedua, kemenangan diraih melalui smes ketiga dari Rian yang tak dapat dikembalikan lawan.

”Evaluasi dari pertandingan tadi adalah kami harus bermain lebih hati-hati pada poin-poin kritis setelah memenangi gim pertama, tidak boleh membuat banyak kesalahan,” kata Rian.

Ganda putra Indonesia paling senior itu mengikuti langkah Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani yang memenangi babak pertama pada Selasa. Sabar/Reza mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po-Hsuan, dan akan berhadapan dengan Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren (Thailand) pada babak kedua. Adapun Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Sementara dari tiga wakil tuan rumah yang menjalani debut Indonesia Terbuka pada Rabu, pemain-pemain dalam rentang usia 18-22 tahun mendapat pengalaman berharga meski hanya bisa tampil pada babak pertama.

Pemain tunggal putri Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi, mengembalikan kok ke arah pebulutangkis China Taipei, Lin Hsiang Ti, pada babak ke-32 Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Langkah Komang terhenti setelah kalah 19-21 dan 10-21 dalam waktu 42 menit.

Tunggal putri Komang Ayu Cahya Dewi kalah dari Lin Hsiang Ti (Taiwan), 19-21, 10-21. Ganda putri Aryla Nabila Thesa Munggaran/Az Zahra Ditya Ramadhani menunjukkan semangat juang mereka ketika berhadapan dengan pasangan ranking ke-14 dunia, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, yang berakhir dengan skor 11-21, 22-24.

Sementara dalam persaingan sesama pemain 18 tahun yang baru beranjak ke turnamen senior, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, kalah dalam laga ketat dari Ong Xin Yee/Carmen Ting (Malaysia), 21-10, 14-21, 17-21.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani, rebiyyah salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti