Fajar/Rian Kembali ke Podium Juara

Indonesia mendapat satu gelar juara dari turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters. Gelar ini didapat ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

17 Nov 2024 15:59 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

KUMAMOTO, MINGGU — Indonesia memiliki dua wakil pada final turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters di Jepang. Namun, hanya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menang, sedangkan Gregoria Mariska Tunjung tak dapat mempertahankan gelarnya.

Fajar/Rian membutuhkan waktu delapan bulan untuk mendapat gelar kedua pada 2024 setelah menjuarai All England pada Maret. Setelah menjuarai turnamen level Super 1000 itu, mereka mencapai final Singapura Terbuka Super 750 pada pertengahan tahun, tetapi kalah dari He Jing/Ren Xiang Yu (China).

Baru menjelang akhir tahun, Fajar/Rian menembus final lagi dan menjadi juara. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 21-15, 17-21, 21-17 pada pertandingan di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Minggu (17/11/2024). Akan tetapi, hasil berbeda didapat tunggal putri nomor satu Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang kalah, juga, dari pemain Jepang, Akane Yamaguchi, 12-21, 12-21.

Final ganda putra menjadi pertemuan dua pasangan senior yang mencapai masa terbaik beberapa tahun lalu. Hoki/Kobayashi memasuki jajaran ganda putra elite dunia sejak menjelang akhir 2021.

Pada November 2021, ketika kejuaraan bulu tangkis diselenggarakan dalam ”gelembung” di Bali karena pandemi Covid-19, mereka selalu lolos ke final dalam tiga turnamen, yaitu Indonesia Masters, Indonesia Terbuka, dan Final BWF. Hoki/Kobayashi menghadapi lawan yang sama pada tiga final tersebut, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan menang dalam dua pertemuan. Pada tahun itu pula, Hoki/Kobayashi menjadi juara dunia.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjuarai ganda putra turnamen Kumamoto Masters di Jepang. Di final yang berlangsung pada Minggu (17/11/2024), Fajar/Rian mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dengan skor 21-15, 17-21, 21-17.

Fajar/Rian muncul lebih dulu dengan meraih gelar pertama BWF World Tour dari Malaysia Masters 2018. Mereka lebih konsisten dengan perolehan 11 gelar juara BWF World Tour pada 2024, kecuali pada 2020 dan 2021 saat turnamen tak banyak digelar karena Covid-19. Namun, Fajar/Rian belum pernah menjuarai turnamen BWF Tingkat I, yaitu Kejuaraan Dunia, untuk ajang perorangan.

Dengan pengalaman masing-masing di level elite, final di Kumamoto Masters menyajikan persaingan imbang. Fajar/Rian merebut gim pertama dan Hoki/Kobayashi memenangi gim kedua ketika mereka berada di sisi lapangan yang memudahkan untuk menyerang. Kondisi ini dipengaruhi embusan angin yang arahnya berasal dari belakang pemain sehingga cukup membantu dalam mempercepat laju kok, terutama saat melancarkan smes.

Pada gim ketiga, Fajar/Rian berusaha unggul jauh sebelum interval dan berpindah sisi lapangan. Taktik ini bisa dicapai ketika mereka unggul 11-6.

Namun, unforced error berulang dari pasangan Indonesia dua kali juara All England tersebut membuat pemenang pertandingan sulit ditebak. Salah satu kesalahan, yaitu servis dari Rian yang koknya tak dapat melewati net, membuat skor menjadi 17-17.

Pada kondisi ini, pukulan-pukulan awal pada setiap perebutan poin menjadi penentu. Fajar/Rian merebut empat poin beruntun berkat arah servis Fajar yang sulit ditebak lawan. Ketika lawan mengembalikannya dengan tidak sempurna, Fajar/Rian bisa menyerang dengan lebih mudah. Fajar mengatakan bahwa dia dan Rian berusaha tidak terpengaruh ketika Hoki/Kobayashi menyamakan kedudukan.

Quote

Kami bersyukur bisa berdiri di podium tertinggi lagi. Kami bisa meraih hasil terbaik, tetapi berharap bisa terus lebih baik ke depannya.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjuarai ganda putra turnamen Kumamoto Masters di Jepang. Di final yang berlangsung pada Minggu (17/11/2024), Fajar/Rian mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dengan skor 21-15, 17-21, 21-17.

Gelar juara ini bagai melepas beban Fajar/Rian yang selalu tertahan di perempat final pada empat kejuaraan sejak Olimpiade Paris 2024.  ”Kami bersyukur bisa berdiri di podium tertinggi lagi. Kami bisa meraih hasil terbaik, tetapi berharap bisa terus lebih baik ke depannya,” kata Fajar.

Sementara, seperti pernah dikatakan Rian di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, melupakan kekalahan di Olimpiade memang cukup berat. Akan tetapi, karena mereka masih memiliki komitmen untuk bertanding, motivasi dan target baru harus dibangun. Dalam jangka pendek, target mereka adalah lolos ke turnamen Final BWF yang akan berlangsung di Hangzhou, China, pada 11-15 Desember.

Turnamen tersebut adalah panggung persaingan yang hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor berdasarkan prestasi dari turnamen BWF sepanjang tahun. Di antara peserta tersebut, terdapat peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 yang otomatis lolos ke Final BWF berkat hasil tersebut.

Berdasarkan Daftar Ranking Final BWF yang terakhir kali dikeluarkan pada 12 November, Fajar/Rian berada di urutan keempat. Posisi ini sebenarnya dalam rentang bisa tampil di Final BWF, tetapi mereka masih harus menambah poin ranking untuk memastikan lolos.

 Gregoria Mariska Tunjung kalah dari wakil tuan rumah, Akane Yamaguchi, 12-21, 12-21, pada babak final Kumamoto Masters di Kumamoto, Jepang, Minggu (17/11/2024).

Kecepatan menurun

Gregoria, yang berada di ranking kelima Final BWF, juga dalam misi menambah poin untuk lolos ke Final BWF dalam tiga tahun beruntun. Gregoria juga memiliki kesempatan meraih gelar pertama pada 2024 setelah terakhir kali menjuarai Kumamoto Masers 2023.

Akan tetapi, tunggal putri ranking kedelapan dunia itu tak bisa mengeluarkan performa terbaik di final. Gregoria gagal mengulang kemenangan seperti yang didapat pada pertemuan terakhir, yaitu di Piala Uber.

Kali ini, Yamaguchi bisa mengantisipasi pukulan silang Gregoria yang biasanya menjadi andalan untuk meraih poin. Kegesitan dua kali juara dunia itu dalam bergerak di lapangan, salah satunya ketika mengembalikan smes dengan cara berguling membuat Gregoria kesulitan mengontrol permainan. Gregoria pun tak menduga Yamaguchi bisa mengembalikan smes dengan cara seperti itu.

”Kecepatan saya tidak seperti kemarin, ritme permainan saya lebih lambat dari Akane. Dia menunjukkan kelasnya hari ini. Apa pun yang dia lakukan bisa menghasilkan poin,” komentar Gregoria.

Gregoria Mariska Tunjung memenangi babak pertama turnamen Kumamoto Masters di Jepang. Pada pertandingan yang berlangsung Rabu (13/11/2024), Gregoria mengalahkan Tomoka Miyazaki 21-15, 21-12.

Yamaguchi menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang meraih gelar juara setelah kekalahan Hoki/Kobayashi. Finalis lainnya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, kalah telak dari pasangan muda China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, 15-21, 5-21.

Adapun gelar tunggal putra didapat pemain China, Li Shi Feng, yang mengalahkan Leong Jun Hao (Malaysia) dengan skor 21-10, 21-13. Leong adalah pemain yang menyingkirkan tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, di semifinal.

Setelah ini, Gregoria, Fajar/Rian, dan pebulu tangkis lainnya akan bersaing di China Masters Super 750 pada 19-24 November. Salah satu yang akan tampil adalah ganda putra India, Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy, yang tak bertanding sejak tersisih di Olimpiade Paris 2024.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .