Foto Ikonik yang Menandai Akhir Konflik

Cerita foto yang menjadi simbol berakhirnya keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam, menutup rangkaian foto-foto jurnalistik ikonik dari perang dua dekade.

02 Des 2025 07:00 WIB · Klinik Foto

AP PHOTO/SAL VEDER

Oleh Iwan Setiyawan

Hari itu, 17 Maret 1973, tawanan perang yang dibebaskan dari kamp penjara di Vietnam Utara mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Travis di California. Meskipun hanya ada 20 tawanan perang di dalam pesawat, hampir 400 anggota keluarga hadir dalam acara kepulangan tersebut. Momen tersebut diabadikan sejumlah jurnalis yang turut hadir.

Namun, dari sekian banyak foto yang terekam, ada satu foto ikonik yang menggambarkan begitu dramatisnya momentum itu. Foto yang diberi judul ”Burst of Joy” itu adalah foto pemenang Penghargaan Pulitzer karya fotografer Associated Press, Slava ”Sal” Veder.

Veder menjadi bagian dari sebuah pameran pers besar dan mengingat bahwa: ”Anda bisa merasakan energi dan emosi yang meluap-luap di udara”. Foto tersebut menggambarkan Letnan Kolonel Angkatan Udara Amerika Serikat Robert L Stirm yang dipertemukan kembali dengan keluarganya, setelah menghabiskan lebih dari lima tahun di tahanan perang di Vietnam Utara.

Inti dari foto tersebut adalah putri Stirm yang berusia 15 tahun, Lorrie, yang dengan gembira menyambut ayahnya. Putri sulung itu berlari menyambutnya, dengan tangan terentang, kedua kaki terangkat dari tanah, wajah terbelah lebar dalam senyum riang. Tak jauh di belakangnya di landasan, juga berlari, adalah kedua putranya yang menyeringai; putri bungsunya; serta istrinya.

KLIK FOTO

Ini adalah foto kepulangan terbaik—sebuah keluarga yang tersenyum bergegas untuk bertemu kembali dengan seorang perwira Angkatan Udara AS pada 1973 yang telah menghabiskan bertahun-tahun sebagai tawanan perang di Vietnam Utara.

”Burst of Joy”, foto hitam-putih ikonis yang mengabadikan keluarga Stirm di Pangkalan Angkatan Udara Travis di California, segera diterbitkan di surat kabar di seantero Amerika Serikat. Diambil oleh fotografer Associated Press, Sal Veder, foto ini memenangi Hadiah Pulitzer dan terus bergema selama bertahun-tahun, sebuah simbol berakhirnya keterlibatan AS dalam Perang Vietnam.

Stirm, seorang pilot berprestasi, bertugas di Skuadron Tempur Taktis ke-333 yang bermarkas di Thailand pada 1967. Dalam misi pengeboman di Vietnam Utara pada 27 Oktober itu, F-105 Thunderchief miliknya terkena tembakan dan ia ditembak tiga kali saat terjun payung. Ia ditangkap segera setelah mendarat.

Ia ditawan selama 1.966 hari di lima kamp tawanan perang yang berbeda di Hanoi dan Vietnam Utara. Salah satu kamp dijuluki ”Hanoi Hilton” yang terkenal kejam, dikenal karena menyiksa dan membuat para tawanannya kelaparan, terutama pilot Amerika yang ditembak jatuh dalam serangan bom. Tahanan paling terkenal di kamp itu adalah mendiang Senator AS John McCain, yang juga ditembak jatuh pada 1967.

McCain dan Stirm sudah saling kenal. Mereka berbagi dinding di sel isolasi dan berkomunikasi melalui kode penyadapan.

Patah hati

Stirm, yang berusia 39 tahun ketika foto itu diambil, mengatakan kepada AP 20 tahun kemudian bahwa ia memiliki beberapa salinan foto tersebut, tetapi tidak memajang di rumahnya. Ia telah menerima surat gugatan cerai dari istrinya, Loretta, oleh seorang pendeta setelah dibebaskan. ”Foto itu membawa banyak ketenaran dan publisitas kepada saya dan, sayangnya, situasi hukum yang akan saya hadapi, dan itu agak tidak menyenangkan,” ujar Stirm.

Tawanan perang Vietnam yang dibebaskan, Letnan Kolonel Robert L Stirm disambut oleh keluarganya di Pangkalan Angkatan Udara Travis di Fairfield, California, saat ia pulang dari Vietnam, 17 Maret 1973. Di barisan depan adalah putri sulung Lori (15 tahun); diikuti oleh putra kedua Robert (14 tahun); putri bungsu Cynthia (11 tahun); istri Loretta; dan putra  ketiga Roger (12 tahun).

Ia berjuang melawan istrinya dan kalah di pengadilan. Ia kemudian harus tinggal bersama ibunya di San Francisco untuk mengasuh anak-anaknya yang lebih besar. Kisahnya yang seharusnya masuk sebagai kisah Prisoner of War (PoW), banyak diasosiakan menjadi Prisoner of Wife.

Stirm pensiun dari Angkatan Udara pada 1977 setelah 25 tahun bertugas. Ia bergabung dengan Ferry Steel Products, sebuah bisnis yang dirintis kakeknya di San Francisco. Ia juga pernah bekerja sebagai pilot perusahaan.

Di tengah suasana perayaan Hari Veteran pertengahan November lalu, Robert Stirm, dikabarkan meninggal di sebuah fasilitas perawatan lansia di Fairfield, California. Putrinya, Lorrie Stirm Kitching, mengonfirmasi pada hari Kamis (20/11/2025). Ia meninggal  pada usia 92 tahun.

”Rasanya begitu dalam di hati saya, sukacita dan kelegaan karena ayah kami kembali. Sungguh reuni yang sangat mengharukan bagi keluarga kami, dan perasaan itu tak pernah hilang dari saya. Perasaan yang sama setiap kali saya melihat foto itu,” ujar Lorrie mengenang foto itu.

Foto pemenang Hadiah Pulitzer yang menangkap momen-momen yang sangat pribadi, tetapi paling publik itu melambangkan berakhirnya keterlibatan AS dalam Perang Vietnam, kepulangan pahit manis 591 tawanan perang pada 1973. Foto tersebut juga menghadirkan sentimen yang berlaku bahwa personel militer dan keluarga mereka dapat memulai proses penyembuhan setelah menanggung kengerian dampak perang.

RUBRIK KLIK Napalm Girl karya Nick Ut tahun 1972 AP PHOTO/NICK UT *** Local Caption *** FILE - South Vietnamese forces follow after terrified children, including 9-year-old Kim Phuc, center, as they run down Route 1 near Trang Bang after an aerial napalm attack on suspected Viet Cong hiding places, June 8, 1972. (AP Photo/Nick Ut, File)

Foto ini sekaligus menjadi momen penutup serangkaian foto-foto jurnalistik ikonik lain yang bermunculan selama dua dekade perang Vietnam. Dalam kurun waktu tersebut, berkali-kali foto-foto karya pewarta foto yang meliput langsung di medan perang mendapatkan penghargaan foto jurnalistik terbaik, baik Pulitzer ataupun World Press Photo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Setiyawan
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase