Dalam diri Milos Kerkez ada potensi besar kelahiran legenda baru Liverpool di pos bek sayap kiri. Figur pemimpin dan iklim ”Si Merah” sangat ideal untuk Kerkez.
26 Jun 2025 21:00 WIB · Olahraga
Milos Kerkez bukan bek sayap kiri biasa. Paolo Maldini, legenda dan mantan Direktur Teknik AC Milan, adalah sosok yang mengakui potensi besar Kerkez di usia remaja. Salah satu bek terbaik era 1990-an itu khusus menghubungi Kerkez untuk merekrut pemain kidal itu untuk AC Milan, Februari 2021.
Kerkez meninggalkan klub asal Hongaria, Gyor, untuk bergabung dengan salah satu tim terbaik di Italia dan Eropa, AC Milan. ”Anda tidak bisa berkata tidak ketika Maldini memintamu bergabung,” kenang Kerkez kepada Nemzeti Sport beberapa waktu lalu.
Namun, potensi besar Kerkez tidak bisa terasah dengan baik bersama Milan. Ia sama sekali tidak mendapatkan kesempatan tampil selama satu musim di kota mode itu. Pelatih Milan ketika itu Stefano Pioli mengangap Kerkez belum layak untuk menjadi pelapis andalan utama Milan di bek kiri, Theo Hernandez.
Tanpa mencatatkan satu penampilan pun, Kerkez hijrah ke Belanda, tepatnya AZ Alkmaar. Hanya butuh 1,5 tahun bagi Kerkez untuk bangun dari keterpurukan karena gagal di Milan. Pada musim panas 2023, ia dikontrak oleh Bournemouth di Liga Inggris.
Ternyata jodoh dan nasib baik Kerkez bersama klub dengan warna jersei merah-hitam tidak terjadi di Italia, tetapi tertulis di Inggris. Bersama seragam Bournemouth, Kerkez mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan kualitas dan potensinya dengan salah satu klub terbaik di dunia saat ini, Liverpool.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/26/2f542aa8-247b-4f3b-89ed-f38a138e275c_jpg.jpg)
Kandidat Pemain Muda Terbaik Liga Inggris 2024-2025 itu menjadi pilihan utama Manajer Liverpool Arne Slot untuk meregenerasi pos bek sayap kiri. Performa Andrew Robertson yang telah dihambat usia membuat ”Si Merah” harus mencari protagonis utama baru di lini pertahanan.
Tak ayal, Kerkez diperkenalkan sebagai pemain anyar ketiga Liverpool jelang musim 2025-2026, Jumat (26/6/2025). Ia menyusul duo eks Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz, yang sudah lebih dahulu menandatangani kontrak dan diperkenalkan klub penghuni Stadion Anfield itu.
Liverpool mendatangkan Kerkez dengan harga relatif murah, yakni 40 juta pounds atau sekitar Rp 890,75 miliar. Mahar transfer pemain andalan tim nasional Hongaria itu lebih rendah dari nilai pasarnya sebesar 45 juta pounds (Rp 1 triliun).
”Ini adalah sebuah kebanggaan bermain untuk salah satu klub terbaik di dunia, klub terbesar di Inggris. Saya sangat senang dan bersemangat. Saya tahu sejak Mei sudah ada pendekatan serius (dari Liverpool),” tutur Kerkez dilansir laman klub.
Tak ketinggalan, Kerkez menyebut dua pemain Liverpool di posisinya sebagai panutan. Keduanya adalah Robertson yang bakal menjadi pesaing merebut tempat utama, lalu John Arne Riise yang tak tergantikan mengisi pos bek sayap kiri Si Merah pada awal dekade 2000-an.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/15/6147c41d-0976-490e-8ca1-6eb53c0bebbc_jpg.jpg)
”Saya mengingat banyak legenda klub, seperti Riise dan Robertson, yang banyak saya saksikan video permainan mereka. Mereka berdua bermain seperti mesin, saya sangat menyukai itu. Sebagai pemain yang masih muda, saya antusias untuk terus belajar dan meningkatkan diri demi bisa mencapai level mereka dalam waktu dekat,” ujar Kerkez yang baru berusia 21 tahun itu.
Kerkez memiliki segalanya untuk menjadi idola baru liverpudlians di posisi bek sayap kiri. Mentalitas tangguh yang menjadi modal utama menjadi pemain di klub besar telah dimilikinya.
Perjalanan kariernya yang bangkit setelah terpuruk di Milan adalah buktinya.
Ia lahir di kota kecil di sisi utara Serbia, Vrbas. Kota itu hanya dihuni sekitar 20.000 penduduk dan berjarak sekitar 129 kilometer dari Belgrade, ibu kota Serbia.
Tentu, ia sudah terbiasa dianggap sebelah mata karena berasal dari kota kecil yang sulit diketahui jika seseorang bukan pencinta geografi tulen. Berkat kerja kerasnya di lapangan hijau, nama Vrbas pun ikut terangkat. Namun, Kerkez lebih memilih untuk membela Hongaria, tanah leluhurnya. Tepatnya, sang nenek dari pihak ayah.
Peter Tuifel, salah satu pelatih Kerkez ketika membela Gyor, mengakui sang pemain tiba di Gyor dengan banyak kendala, termasuk ketidaktahuannya tentang bahasa Hongaria. Namun, kendala itu cepat diatasinya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/09/27/790ca030-6ec4-46d0-988b-3e1ccd9fa5b3.jpeg)
”Dia sangat bersahabat dan selalu ingin mempelajari banyak hal. Itu tidak lepas dari mentalitas dan kepribadiannya untuk cepat beradaptasi sehingga ia bisa menjadi pemimpin di dalam dan luar lapangan serta favorit penggemar,” tutur Tuifel kepada ESPN.
Kemauan belajarnya itu sudah dibuktikan ketika ia dipandu langsung oleh Tamaas Priskin, staf pelatih Gyor saat itu. Priskin pernah bermain untuk tim Inggris, seperti Watford dan Ipswich Town.
Catatan 74 penampilan bersama Bournemouth serta koleksi dua gol dan enam asis menjadi bekal Kerkez menuju Anfield. Jika membandingkan performa dengan Robertson selama musim 2024-2025, Kerkez sangat menjanjikan guna menghadirkan peningkatan kualitas bagi Si Merah.
Ia jauh lebih bugar dari Robertson. Bermain rerata 88 menit per gim dalam 38 pertandingan menjadi bukti Kerkez mampu menjaga kondisi fisiknya. Robertson memainkan 33 gim dalam musim juara Liverpool dengan koleksi 76 menit per laga.
Dalam urusan kontribusi gol Kerkez yang membela tim papan tengah lebih baik dibandingkan Robertson. Pemain asal Skotlandia itu hanya hasilkan satu asis, sedangkan Kerkez menciptakan dua gol dan lima umpan berbuah gol bagi rekan setimnya. Persentase tingkat keberhasilan umpan silang Kerkez sebesar 27,5 persen pun lebih mentereng dibandingkan 23,1 persen milik Robertson.
Kerkez juga menunjukkan penampilan lebih ”wangi” dalam aspek bertahan dibandiingkan Robertson. Hal itu bisa terlihat dari perbandingan statistik dari Sofascore di bawah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/26/ce6a5e1ead239e4fd6c7779e0323db11-IMG_4236.jpeg)
Satu faktor lainnya yang membuat pendukung Liverpool pantas optimistis Kerkez bisa kian membaik di Anfield adalah kehadiran Richard Hughes, Direktur Olahraga Liverpool. Hughes sebelumnya menjagat Direktur Teknik Bournemouth yang merekrut Kerkez dari AZ. Hughes amat memahami segala atribut yang dibutuhkan Kerkez untuk menjadi salah satu bek sayap kiri terbaik di dunia dalam satu atau dua tahun mendatang.
Tak ketinggalan, Kerkez juga menyebut pembicaraan dengan Slot kian meneguhkan hatinya untuk melanjutkan perjalanan karier di Liverpool.
”Kami berbicara tentang taktik dan rencana, lalu ia melihat di mana saya bisa berkembang dan membantu tim. Ketika pelatih datang dan berbicara dengan Anda, maka itu sesuatu yang besar dan sebuah tanda respek yang masif,” tutur Kerkez.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul