RESHUFFLE KABINET

Gantikan Listyo Jadi Kapolri, Suyudi Janji Lanjut Reformasi Internal

Seusai dilantik Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto janji teruskan reformasi internal Polri dan fokus tuntaskan persoalan narkotika dan judi.

01 Okt 2026 18:31 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Oleh Nino Citra Anugrahanto, Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Setelah dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto langsung berjanji untuk meneruskan reformasi internal lembaganya. Sejumlah pokok persoalan bakal dikumpulkannya terlebih dahulu sebelum merumuskan langkah-langkah prioritas. Sederet strategi turut disiapkannya demi memperbaiki kinerja lembaganya yang terus menuai sorotan publik itu.

Hal tersebut disampaikan Suyudi seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Jabatan itu disandang Suyudi untuk menggantikan Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Sebelumnya, Suyudi mengemban tugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

”Seperti tadi saya sampaikan, kami akan melaksanakan konsolidasi internal. Tentunya kami akan melihat dan mencoba belanja masalah, dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting yang menjadi prioritas kami,” kata Suyudi saat ditanyai soal kelanjutan reformasi internal Polri.

Quote

Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Suyudi Ario Seto berjabat tangan dengan pendahulunya, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suyudi menjelaskan, upaya reformasi internal itu akan berlangsung dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Ia juga bakal merumuskan grand strategy yang terbagi menjadi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Bahkan, menurut Suyudi, dirinya akan meneladani pelajaran dan contoh-contoh baik dari pendahulunya, Listyo, yang sudah lebih dahulu menjalankan reformasi lembaga tersebut.

Ihwal tugas barunya itu, Suyudi berencana meningkatkan upaya-upaya pelayanan publik. Hal itu tertuang dalam salah satu program utamanya yang ingin membangun relasi lebih dekat dengan masyarakat. Tak hanya itu, ia juga ingin memastikan agar penegakan hukum berjalan adil.

”Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas,” kata Suyudi.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Suyudi Ario Seto berjabat tangan dengan pendahulunya, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Seiring jabatan barunya, Suyudi mengaku selalu diingatkan Presiden untuk fokus menyelesaikan banyak persoalan keamanan dan ketertiban yang masih marak. Beberapa permasalahan itu meliputi narkotika, penyelundupan, hingga judi online. Segala hal yang memantik keresahan publik itu bakal diupayakannya agar bisa dituntaskan.

Hal serupa sempat diutarakan Presiden sewaktu menjalani rapat terbatas yang diikuti Suyudi. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Kepala BNN. Isi pembahasan pertemuan itu menyoal upaya rehabilitasi, edukasi, termasuk perkara keterbatasan kapasitas lembaga permasyarakatan (lapas).

”Fokusnya rehabilitasi untuk menangani para pengguna yang masih terjadi dan kapasitas lapas itu sendiri kelebihan atau overcapacity. Kemudian juga peredaran narkotika di dalam lapas. Ini menjadi satu hal yang selalu menjadi momok. Nah, ini perlu penanganan khusus dan kemarin kami rapatkan,” kata Suyudi.

Listyo mengucapkan selamat kepada Suyudi yang sekarang meneruskan tugasnya selaku Kapolri. Secara personal, ia mengenal Suyudi sebagai sosok pekerja keras, berintegritas, dan sarat kreativitas.

Kepada penerusnya itu, ia menitipkan amanah untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terlebih lagi, situasi dunia dihadapkan pada kondisi global yang diiringi dinamika dan tantangan yang kian kompleks.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto (kiri) dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kapolri dan Wakil Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi Ario Seto menggantikan Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Kompas/Hendra A Setyawan

Selain itu, Listyo juga berpesan mengenai reformasi internal Polri yang belum sepenuhnya rampung. Ia mengingatkan agar penerusnya itu menyusun strategi yang terukur demi memperbaiki lembaga tersebut di masa mendatang. Listyo memercayai sejumlah langkah telah disiapkan sang penerus dengan berbagai inovasinya.

”Tentunya, saya mendukung penuh apa yang dikerjakan oleh beliau karena saya yakin bahwa beliau memiliki kemampuan, memiliki kompetensi untuk bisa memimpin institusi Polri tercinta ini,” kata Listyo yang berdiri berdampingan bersama Suyudi saat sesi wawancara tersebut.

Setelah digantikan Suyudi, Presiden Prabowo menugaskan Listyo pada posisi anyar, yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Ia menduduki jabatan itu untuk menggantikan Dudung Abdurachman yang digeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

”(Hal) Yang jelas, setelah ini, saya akan meminta arahan secara khusus kepada Bapak Presiden dan tentunya sesuai dengan tupoksi yang ada di KSP. Tentunya kita juga akan segera menyesuaikan. Arahan-arahan dari beliau akan segera kita tindak lanjuti,” kata Listyo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto, Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati