Glamornya Buron Tannos, dari Klub Golf hingga Hunian Mewah

Properti bernilai ratusan miliar rupiah hingga berkeliling mancanegara tak asing dalam hidup Paulus Tannos. Dalam pelarian, keglamoran dipertahankannya.

22 Agt 2025 07:00 WIB · Politik & Hukum

Oleh Aditya Diveranta, Pandu Wiyoga, Stefanus Ato, J Galuh Bimantara

Dari sebuah persimpangan di Jalan Scotts Road, Singapura, satu gedung hunian menjulang. Bangunan itu bersebelahan dengan Hotel Sheraton Towers. Corak hitam mendominasi gedung, dengan tulisan ”Reignwood Hamilton Scotts” yang mencolok.

Tenang dan penuh dengan sistem kamera pemantau, Reignwood Hamilton Scotts menjanjikan privasi bagi penghuninya. Dokumen resmi menyatakan bahwa buronan Paulus Tannos beralamat tinggal di hunian itu.

Tjhin Thian Po, nama lain dari Tannos, terindikasi menghuni satu unit di lantai 24. Alamat tertera di dokumen profil pengusaha pada portal Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapura.

Portal ACRA mencatat profil Tjhin Thian Po sebagai pebisnis di Singapura dengan kewarganegaraan Guinea-Bissau pada 2019. Nama itu sesuai dengan informasi di paspor keluaran 2019 dari negara Benua Afrika itu.

Kompas berupaya masuk guna menambah petunjuk terkait Tannos, mengingat ia sedang dipenjara karena ada permintaan ekstradisi dari Pemerintah Indonesia. Baru menderap beberapa langkah ke lobi, petugas keamanan menghardik. Seorang laki-laki dalam bahasa Inggris bertanya, apa keperluan Kompas ke sana.

Saat kami menanyakan alamat tinggal Tannos, seorang petugas lain membalas bertanya. ”Lantai 24? Untuk apa Anda ke sana? Itu konfidensial”, kata penjaga berkulit gelap itu, Minggu (10/8/2025).

Apartemen Reignwood Hammilton di Jalan Scotts Nomor 37, Singapura, Jumat (8/8/2025). Berdasarkan dokumen Badan Pertanahan Singapura (Singapore Land Authority) salah satu properti di bangunan itu dimiliki oleh Tjhin Thian Po atau Paulus Tannos, buron kasus korupsi KTP elektronik.

Tegas, keduanya melarang. Mereka menyarankan kami menghubungi orang yang hendak ditemui janjian sebelum datang.

Dokumen bertitel Singapore Titles Automated Registration System dari Otoritas Pertanahan Singapura (SLA) mendata, unit yang Kompas cari memiliki luas 256 meter persegi. Properti tercatat atas nama Hioe Wie, nama Tionghoa Lina Rawung, pasangan Tannos.

Luas properti selaras dengan data di propnex.com. Laman properti itu menambahkan informasi, ada 3 kamar tidur, 1 ruang kerja, 2 ruang tamu di tempat tinggal itu.

Papan nama Jalan Scotts dekat apartemen Reignwood Hammilton, Singapura, Jumat (8/8/2025). Berdasarkan dokumen Badan Pertanahan Singapura (Singapore Land Authority) salah satu properti di bangunan itu dimiliki oleh Tjhin Thian Po atau Paulus Tannos, buron kasus korupsi KTP elektronik.

Bangunan Reignwood Hamilton tersusun atas 30 lantai dan berisi 56 unit hunian. Berkonsep futuristik dan arsitektur terkini, apartemen itu diklaim sebagai satu-satunya tempat yang menyediakan ”sky garage”. Garasi langsung bersisian dengan ruang tamu hunian, meski ada di lantai tinggi. Mobil diangkut ke garasi dengan lift khusus.

Laman Propertyguru.sg mencatat harga hunian di sana berkisar 11 juta dollar Singapura atau setara Rp 139 miliar per unit. Jika disewakan, tarifnya mulai dari 11.000 dollar Singapura atau setara Rp 139 juta per unit per bulan.

Taman di tepi jalan dekat apartemen Reignwood Hammilton di Jalan Scotts Nomor 37 Singapura, Jumat (8/8/2025). Berdasarkan dokumen Badan Pertanahan Singapura (Singapore Land Authority) salah satu properti di bangunan itu dimiliki oleh Tjhin Thian Po atau Paulus Tannos, buron kasus korupsi KTP elektronik.

Properti lain

Joe, seorang kolega yang pernah dekat dengan Tannos di Singapura, membenarkan alamat tersebut. Keluarga Tannos pun diduga masih tinggal di 37 Scotts Road.

Setahu Joe, Tannos sekeluarga punya beberapa properti, tetapi beberapa di antaranya sudah dijual. ”Properti di Scotts Road masih ditempati,” jelasnya.

Cerita itu selaras dengan dokumen Otoritas Pertanahan Singapura. Selain Properti di Reignwood Hamilton Scotts Road, tercatat alamat lain, yakni 21 Oxley Walk, yang diatribusikan atas nama Tionghoa pasangan Tannos, yakni Hioe Wie.

Salah satu sudut Oxley Walk di Singapura, Sabtu (9/8/2025).

Oxley Walk adalah area kompleks permukiman flat berpagar di Distrik 10. Alamat 21 Oxley Walk mengarah ke kompleks flat bernama Belle Vue Residences. Berjarak tiga kilometer dari properti Tannos di Scotts Road dan juga ke pusat kota.

Hunian di daerah itu didominasi bangunan cat putih, flat bertingkat sekitar empat sampai lima lantai. Saat dikunjungi, Sabtu (9/8/2025), area perumahan itu tenang, tetapi dijaga sejumlah petugas keamanan. Kedatangan Kompas ke area Oxley Walk dicegah petugas satpam.

Harga hunian di Oxley Walk juga berkisar 11 juta dollar Singapura, mirip seperti di Scotts Road. Sementara harga sewa hunian mulai dari 10.000 dollar Singapura per bulan.

Sebuah hunian di Jalan Oxley Walk Nomor 21, Singapura, Sabtu (9/8/2025). Berdasarkan dokumen Singapore Land Authority salah satu properti di bangunan itu dimiliki oleh Lina Rawung, istri Paulus Tannos, buron kasus korupsi KTP elektronik.

Jejak properti Tannos juga tercatat di 261 River Valley Road. Alamat itu ada di dokumen Surat Keterangan Melepaskan Kewarganegaraan yang pernah diajukan Tannos ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia, September 2019.

Properti 261 River Valley Road mengarah ke kompleks flat bernama Aspen Heights. Saat dikunjungi, Jumat (8/8/2025), akses kompleks hunian flat itu ditutup pagar. Kami hanya bisa mendokumentasikan penampakan dari luar pagar.

Hunian flat di 261 River Valley Road tergolong mewah dengan harga beli mulai dari 3,3 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 41 miliar. Sebagian properti disewakan mulai dari 5.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 63,5 juta per bulan.

Hunian Aspen Heights di Jalan River Valley Nomor 261, Singapura, Jumat (8/8/2025). Berdasarkan dokumen Badan Pertanahan Singapura (Singapore Land Authority) salah satu properti di bangunan itu dimiliki oleh Tjhin Thian Po atau Paulus Tannos, buron kasus korupsi KTP elektronik.

Klub golf

Jejak glamor lain terlihat dari laman keppelclub.com.sg, sebuah portal klub golf bernama Keppel Club di Singapura. Nama Tjhin Thian Po terdaftar sebagai anggota baru klub itu per 1 Oktober 2023 di sebuah newsletter.

Keanggotaan di Keppel berbiaya 9.810 dollar Singapura atau sekitar Rp 124 juta untuk kategori biasa. Sementara kategori korporat senilai 14.715 Dollar Singapura atau berkisar Rp 186 juta.

Dokumen lain dari klub golf itu mengindikasikan Tjhin Thian Po bermain dari akhir 2023 hingga 2024.

Warga berlatih memukul bola golf di Kepple Club, Singapura, Sabtu (9/8/2025).

Keppel adalah klub golf di Sime Road, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Singapura. Akses ke tempat itu membutuhkan mobil, atau setidaknya memesan taksi. Saat dikunjungi, Sabtu (9/8/2025) siang, Keppel sedang ramai oleh pemain golf yang datang sambil merayakan National Day Singapura.

Senior Executive Keppel May Lim tak bisa memastikan keanggotaan Tannos karena tidak punya akses ke bagian keanggotaan. Namun, ada sebagian anggota yang memang warga negara Indonesia dan telah tinggal lama di Singapura. ”Mr Tjhin, sepertinya saya cukup familiar dengan nama itu. Tapi saya tak bisa pastikan namanya ada di keanggotaan,” jelasnya.

Bagaimana ini bisa terjadi pada seorang yang sedang dicari-cari negara?


Kerabat Kerja

Penulis:

Aditya Diveranta, Pandu Wiyoga, Stefanus Ato, J Galuh Bimantara
 | 

Editor:

Andy Riza Hidayat, Johanes Galuh Bimantara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase