Sepak bola terus berkembang. Layaknya sebuah peradaban, pada setiap masa sepak bola selalu meninggalkan jejak sejarah. Antara lain dengan gol-gol spektakuler yang sulit diterima nalar.
Kini Piala Dunia 2026 sudah bergulir selama sepekan. Cukup banyak gol indah tercipta pada fase penyisihan grup. Namun, belum ada gol yang dinobatkan sebagai gol legendaris. Apakah Piala Dunia 2026 akan menorehkan sejarah gol-gol spektakuler seperti edisi-edisi sebelumnya?
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Gol spektakuler Pele di Piala Dunia Swedia 1958
- Gol spektakuler Bobby Charlton di Piala Dunia Inggris 1966
- Gol spektakuler Carlos Alberto di Piala Dunia Meksiko 1970
- Gol spektakuler Nelinho di Piala Dunia Argentina 1978
- Gol spektakuler Archie Gemmill di Piala Dunia Argentina 1978
1. Gol spektakuler Pele di Piala Dunia Swedia 1958
Edson Arantes do Nascimento atau Pele mencetak salah satu gol paling legendaris dalam sejarah Piala Dunia pada edisi 1958. Gol Pele ke gawang Swedia pada laga final mengantarkan Brasil meraih gelar Piala Dunia pertama. Gol tersebut juga mengubah taktik sepak bola modern khususnya para pemain bek.
Gol yang dicetak Pele pada menit ke-55 membuatnya menjadi salah satu gol legendaris Piala Dunia. Setelah menerima umpan silang dari Nilton Santos di area penalti, Pele mengendalikan bola menggunakan dada sambil berada dalam posisi membelakangi gawang lawan.
Selanjutnya, ia berbalik arah untuk menjauh dari kawalan bek Swedia. Pele mengambil keputusan cepat dengan mencungkil bola melewati bek Swedia lainnya, bukan langsung melepaskan tembakan setelah berbalik badan.
Bek Swedia tidak siap mengantisipasi aksi spontan Pele. Pada masa itu, penyerang di Eropa umumnya akan langsung melepaskan tembakan setelah menguasai bola di dalam kotak penalti. Namun, Pele melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sehingga para pemain bertahan Swedia kebingungan.
Bola yang dicongkel Pele melayang melewati bek Swedia yang bertubuh jangkung. Tanpa menghentikan bola, Pele langsung menyambarnya dengan tendangan voli keras yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang sehingga kiper Kalle Svensson takluk.
2. Gol spektakuler Bobby Charlton di Piala Dunia Inggris 1966
Laga antara Inggris dan Meksiko pada laga kedua fase grup Piala Dunia Inggris 1966 akan dikenang hingga kini. Tak lain berkat gol spektakuler yang dicetak Bobby Charlton dari jarak tidak kurang dari 23 meter. Kemenangan Inggris atas Meksiko, 2-0, menjadi pembuka jalan ”Tiga Singa” sebagai kampiun Piala Dunia 1966.
Sebelumnya, Inggris bermain imbang 0-0 melawan Uruguay pada laga pertama Grup 1 di Stadion Wembley, London, Inggris. Saat itu Inggris dalam posisi sulit karena Meksiko bermain imbang melawan Perancis, 1-1. Adapun Uruguay mengalahkan Perancis, 2-1, di laga kedua, sehari sebelum laga Inggris kontra Meksiko.
Gol spektakuler itu bermula ketika Martin Peters berhasil memotong umpan Arturo Chairez menggunakan ujung kaki kanannya. Bola kemudian dikuasai Roger Hunt, yang segera mengoper kepada Charlton sebelum melewati garis tengah lapangan.
Gelandang serang Inggris sekaligus pemain Manchester United tersebut lalu menggiring bola melewati blokade beberapa pemain Meksiko. Charlton bergerak ke kanan untuk menghindari bek tengah Meksiko, Gustavo Pena, sebelum melepaskan tendangan dengan kaki kanan dari jarak 23 meter. Tendangan kerasnya meluncur, seperti roket dan gagal diblok oleh kiper Ignacio Calderon.
3. Gol spektakuler Carlos Alberto di Piala Dunia Meksiko 1970
Gol keempat Brasil yang dicetak Carlos Alberto Torres pada final Piala Dunia Meksiko 1970 antara Brasil dan Italia sering disebut sebagai salah satu gol terbaik Piala Dunia. Gol tersebut tidak hanya indah karena penyelesaiannya, tetapi juga karena hasil kerja sama tim yang kompleks.
Tostao, penyerang tim ”Samba”, membawa bola dari posisi yang jauh dari gawang. Tostao memberikan bola kepada rekannya, Brito, lalu langsung berlari ke depan. Brito mengumpan ke Pele yang bertujuan mengecoh lawan, lalu mengoper ke Gerson yang menyerahkan bola ke Clodoaldo.
Clodoaldo kemudian mengalirkan bola ke sisi kiri lapangan yang sudah ditunggua Rivelino. Setelah melalui sejumlah operan, bola akhirnya melewati setengah lapangan ketika Rivelino mengirimkan bola ke Jairzinho. Jairzinho segera mengarahkan bola kepada Pele yang sudah melewati sepertiga lapangan.
Pele yang menguasai bola seolah-olah bersiap menendang ke gawang, tetapi malah mengirim bola rekannya. Alberto yang bergerak diam-diam di kanan sudah siap menerima bola Pele, dan terjadilah gol bersejarah itu. Pele membuktikan dirinya bukan hanya pencetak gol yang tajam, tetapi juga menciptakan peluang gol bagi rekan setimnya.
4. Gol spektakuler Nelinho di Piala Dunia Argentina 1978
Nelinho mencetak gol lewat tendangan yang melengkung pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia Argentina 1978 antara Brasil dan Italia. Tendangan itu spektakuler karena terjadi melampaui zamannya ketika orang belum mengenal tendangan melengkung yang ekstrem.
Gol spektakuler itu terjadi pada menit ke-64. Nelinho menggiring bola di sayap kanan, dengan sudut yang ideal untuk mengirimkan umpan silang. Nelinho menendang bola dengan kaki bagian luar sehingga bola meluncur ke sudut lapangan sebelum di luar dugaan berbelok ke gawang.
Secara logika, bola yang ditendang Nelinho tidak akan mengarah ke gawang. Dugaan itu salah, karena bola bergerak melengkung dan gagal dihentikan oleh kiper Italia, Dino Zoff.
Gol Nelinho dianggap sebagai salah satu tendangan melengkung pertama dalam sejarah Piala Dunia. Gol tersebut mengilhami begitu banyak pesepak bola pada era berikutnya, yaitu tendangan melengkung yang indah sekaligus mematikan.
5. Gol spektakuler Archie Gemmill di Piala Dunia Argentina 1978
Gol yang dicetak gelandang Skotlandia, Archibald ”Archie” Gemmill, di Piala Dunia Argentina 1978 juga salah satu gol yang akan dikenang. Proses terjadinya gol ketiga untuk Skotlandia oleh Gemmill itu begitu indah hingga menginspirasi gerakan tari balet.
Dalam laga babak grup yang pertama antara Skotlandia dan Belanda di Stadion Mendoza itu, Skotlandia menang 3-2. Namun, ironisnya skuad ”Tartan Army” tetap tidak lolos ke babak berikutnya.
Saat Gemmill menggiring bola mendekati area penalti, Skotlandia sedang di atas angin dengan keunggulan 2-1. Belanda dengan taktik total football tidak membiarkan lawan memiliki ruang yang leluasa. Dalam ruang gerak begitu sempit, Gemmill berhasil menjebol penjagaan ketat tiga pemain Belanda, yaitu Wim Jansen, Ruud Krol, lalu meloloskan bola di antara kaki Jan Poortvliet.
Aksi individu Gemmill yang cantik tersebut ditutup secara sempurna dengan tendangan melengkung dan bola pun masuk ke dalam gawang Belanda. Gol pada menit ke-68 itu membuat Skotlandia semakin jauh meninggalkan Belanda dengan skor sementara 3-1. Skotlandia kurang mujur, Belanda dapat memperkecil ketinggalan melalui gol John Rep tiga menit kemudian.
Sepak bola terus berkembang. Layaknya sebuah peradaban, pada setiap masa sepak bola selalu meninggalkan jejak sejarah. Antara lain dengan gol-gol spektakuler yang sulit diterima nalar.
Kini Piala Dunia 2026 sudah bergulir selama sepekan. Cukup banyak gol indah tercipta pada fase penyisihan grup. Namun, belum ada gol yang dinobatkan sebagai gol legendaris. Apakah Piala Dunia 2026 akan menorehkan sejarah gol-gol spektakuler seperti edisi-edisi sebelumnya?
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Gol spektakuler Pele di Piala Dunia Swedia 1958
- Gol spektakuler Bobby Charlton di Piala Dunia Inggris 1966
- Gol spektakuler Carlos Alberto di Piala Dunia Meksiko 1970
- Gol spektakuler Nelinho di Piala Dunia Argentina 1978
- Gol spektakuler Archie Gemmill di Piala Dunia Argentina 1978
1. Gol spektakuler Pele di Piala Dunia Swedia 1958
Edson Arantes do Nascimento atau Pele mencetak salah satu gol paling legendaris dalam sejarah Piala Dunia pada edisi 1958. Gol Pele ke gawang Swedia pada laga final mengantarkan Brasil meraih gelar Piala Dunia pertama. Gol tersebut juga mengubah taktik sepak bola modern khususnya para pemain bek.
Gol yang dicetak Pele pada menit ke-55 membuatnya menjadi salah satu gol legendaris Piala Dunia. Setelah menerima umpan silang dari Nilton Santos di area penalti, Pele mengendalikan bola menggunakan dada sambil berada dalam posisi membelakangi gawang lawan.
Selanjutnya, ia berbalik arah untuk menjauh dari kawalan bek Swedia. Pele mengambil keputusan cepat dengan mencungkil bola melewati bek Swedia lainnya, bukan langsung melepaskan tembakan setelah berbalik badan.
Bek Swedia tidak siap mengantisipasi aksi spontan Pele. Pada masa itu, penyerang di Eropa umumnya akan langsung melepaskan tembakan setelah menguasai bola di dalam kotak penalti. Namun, Pele melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sehingga para pemain bertahan Swedia kebingungan.
Bola yang dicongkel Pele melayang melewati bek Swedia yang bertubuh jangkung. Tanpa menghentikan bola, Pele langsung menyambarnya dengan tendangan voli keras yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang sehingga kiper Kalle Svensson takluk.
2. Gol spektakuler Bobby Charlton di Piala Dunia Inggris 1966
Laga antara Inggris dan Meksiko pada laga kedua fase grup Piala Dunia Inggris 1966 akan dikenang hingga kini. Tak lain berkat gol spektakuler yang dicetak Bobby Charlton dari jarak tidak kurang dari 23 meter. Kemenangan Inggris atas Meksiko, 2-0, menjadi pembuka jalan ”Tiga Singa” sebagai kampiun Piala Dunia 1966.
Sebelumnya, Inggris bermain imbang 0-0 melawan Uruguay pada laga pertama Grup 1 di Stadion Wembley, London, Inggris. Saat itu Inggris dalam posisi sulit karena Meksiko bermain imbang melawan Perancis, 1-1. Adapun Uruguay mengalahkan Perancis, 2-1, di laga kedua, sehari sebelum laga Inggris kontra Meksiko.
Gol spektakuler itu bermula ketika Martin Peters berhasil memotong umpan Arturo Chairez menggunakan ujung kaki kanannya. Bola kemudian dikuasai Roger Hunt, yang segera mengoper kepada Charlton sebelum melewati garis tengah lapangan.
Gelandang serang Inggris sekaligus pemain Manchester United tersebut lalu menggiring bola melewati blokade beberapa pemain Meksiko. Charlton bergerak ke kanan untuk menghindari bek tengah Meksiko, Gustavo Pena, sebelum melepaskan tendangan dengan kaki kanan dari jarak 23 meter. Tendangan kerasnya meluncur, seperti roket dan gagal diblok oleh kiper Ignacio Calderon.
3. Gol spektakuler Carlos Alberto di Piala Dunia Meksiko 1970
Gol keempat Brasil yang dicetak Carlos Alberto Torres pada final Piala Dunia Meksiko 1970 antara Brasil dan Italia sering disebut sebagai salah satu gol terbaik Piala Dunia. Gol tersebut tidak hanya indah karena penyelesaiannya, tetapi juga karena hasil kerja sama tim yang kompleks.
Tostao, penyerang tim ”Samba”, membawa bola dari posisi yang jauh dari gawang. Tostao memberikan bola kepada rekannya, Brito, lalu langsung berlari ke depan. Brito mengumpan ke Pele yang bertujuan mengecoh lawan, lalu mengoper ke Gerson yang menyerahkan bola ke Clodoaldo.
Clodoaldo kemudian mengalirkan bola ke sisi kiri lapangan yang sudah ditunggua Rivelino. Setelah melalui sejumlah operan, bola akhirnya melewati setengah lapangan ketika Rivelino mengirimkan bola ke Jairzinho. Jairzinho segera mengarahkan bola kepada Pele yang sudah melewati sepertiga lapangan.
Pele yang menguasai bola seolah-olah bersiap menendang ke gawang, tetapi malah mengirim bola rekannya. Alberto yang bergerak diam-diam di kanan sudah siap menerima bola Pele, dan terjadilah gol bersejarah itu. Pele membuktikan dirinya bukan hanya pencetak gol yang tajam, tetapi juga menciptakan peluang gol bagi rekan setimnya.
4. Gol spektakuler Nelinho di Piala Dunia Argentina 1978
Nelinho mencetak gol lewat tendangan yang melengkung pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia Argentina 1978 antara Brasil dan Italia. Tendangan itu spektakuler karena terjadi melampaui zamannya ketika orang belum mengenal tendangan melengkung yang ekstrem.
Gol spektakuler itu terjadi pada menit ke-64. Nelinho menggiring bola di sayap kanan, dengan sudut yang ideal untuk mengirimkan umpan silang. Nelinho menendang bola dengan kaki bagian luar sehingga bola meluncur ke sudut lapangan sebelum di luar dugaan berbelok ke gawang.
Secara logika, bola yang ditendang Nelinho tidak akan mengarah ke gawang. Dugaan itu salah, karena bola bergerak melengkung dan gagal dihentikan oleh kiper Italia, Dino Zoff.
Gol Nelinho dianggap sebagai salah satu tendangan melengkung pertama dalam sejarah Piala Dunia. Gol tersebut mengilhami begitu banyak pesepak bola pada era berikutnya, yaitu tendangan melengkung yang indah sekaligus mematikan.
5. Gol spektakuler Archie Gemmill di Piala Dunia Argentina 1978
Gol yang dicetak gelandang Skotlandia, Archibald ”Archie” Gemmill, di Piala Dunia Argentina 1978 juga salah satu gol yang akan dikenang. Proses terjadinya gol ketiga untuk Skotlandia oleh Gemmill itu begitu indah hingga menginspirasi gerakan tari balet.
Dalam laga babak grup yang pertama antara Skotlandia dan Belanda di Stadion Mendoza itu, Skotlandia menang 3-2. Namun, ironisnya skuad ”Tartan Army” tetap tidak lolos ke babak berikutnya.
Saat Gemmill menggiring bola mendekati area penalti, Skotlandia sedang di atas angin dengan keunggulan 2-1. Belanda dengan taktik total football tidak membiarkan lawan memiliki ruang yang leluasa. Dalam ruang gerak begitu sempit, Gemmill berhasil menjebol penjagaan ketat tiga pemain Belanda, yaitu Wim Jansen, Ruud Krol, lalu meloloskan bola di antara kaki Jan Poortvliet.
Aksi individu Gemmill yang cantik tersebut ditutup secara sempurna dengan tendangan melengkung dan bola pun masuk ke dalam gawang Belanda. Gol pada menit ke-68 itu membuat Skotlandia semakin jauh meninggalkan Belanda dengan skor sementara 3-1. Skotlandia kurang mujur, Belanda dapat memperkecil ketinggalan melalui gol John Rep tiga menit kemudian.