Gyokeres Kurang Andal Menyundul Bola, Kata Siapa?

Arsenal seperti memenangi lotre di laga pramusim terakhir. Penyerang Viktor Gyokeres ternyata punya kemampuan menyundul yang jauh lebih baik dari ekspektasi.

10 Agt 2025 05:56 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SABTU — Kemampuan menyundul penyerang baru Arsenal Viktor Gyokeres sempat diragukan, sebab atribut itu tidak pernah menonjol sepanjang kariernya. Siapa sangka, Gyokeres ternyata piawai dalam duel udara. Dia mempertontonkan itu di laga pramusim terakhir Arsenal.

Gyokeres akhirnya bisa mengeluarkan seberasi ”topeng” untuk pertama kali dengan seragam Arsenal. Dia mencetak gol pembuka dalam kemenangan besar tim asuhan manajer Mikel Arteta atas Athletic Bilbao 3-0 di Stadion Emirates, London, Minggu (10/8/2025) dini hari WIB.

Dalam kamus Gyokeres, gol adalah hal biasa. Namun, caranya yang unik. Dia membobol gawang kiper tim nasional Spanyol, Unai Simon, dengan sundulan keras dari umpan silang gelandang Martin Zubimendi. Simon tidak berdaya karena bola begitu kencang mengarah ke pojok kanan atas gawang.

Gyokeres hampir menggandakan koleksi golnya di paruh kedua. Lagi-lagi, peluang berasal dari sundulan. Dia terbang menyambut umpan silang setinggi dada dari pemain sayap Noni Madueke. Bola melesat kencang, tetapi hanya membentur tiang gawang.

Kemampuan menyundul striker 27 tahun itu seolah muncul tiba-tiba. Musim lalu, bersama Sporting CP, dia menghasilkan 54 gol di seluruh kompetisi. Namun, tidak satu pun gol berasal dari sundulan. Semua gol dicetak lewat kaki, baik dari permainan terbuka maupun bola mati.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres (kanan atas) mencetak gol dengan sundulan ke gawang Athletic Bilbao dalam laga pramusim di Stadion Emirates, London, Minggu (10/8/2025) dini hari WIB. Sumbangan gol itu merupakan yang pertama baginya sejak pindah ke Arsenal pada akhir Juli 2025.

Sepanjang kariernya, Gyokeres juga baru menghasilkan delapan gol lewat sundulan. Jumlah itu jauh lebih rendah daripada bek Arsenal, Gabriel Magalhaes (17 gol), yang hanya bisa mencetak gol ketika skema bola mati. Arteta seperti memenangi lotre dengan kemampuan tersembunyi itu.

Manajer Arsenal Mikel Arteta sampai terkagum dengan paket komplit Gyokeres. ”Saya menyukai golnya, ancamannya, kemampuan untuk mengunci dua bek tengah lawan. Dia adalah tipe pemain yang ketika diberikan ruang, dia akan melenyapkan Anda,” ujarnya kepada Sky Sports.

Jika dipelajari lebih dalam, kemampuan menyundul Gyokeres ternyata tidak terlihat karena memang kurang diekspos. Sporting lebih mengandalkan sang penyerang untuk menciptakan peluang lewat transisi. Mereka terbilang jarang melakukan umpan silang, tidak seperti Arsenal.

Menurut data FBref di Liga Portugal 2024-2025, Sporting hanya menempati peringkat ketujuh dalam kategori percobaan umpan silang terbanyak (629 kali). Jumlah itu terbilang sangat rendah untuk mereka yang berstatus tim paling ofensif dan tersubur di liga.

Sementara itu, Arsenal menempati peringkat ketiga dalam kategori yang sama di Liga Inggris musim lalu (766 kali). Tim asuhan Arteta itu juga tercatat menciptakan 44 persen dari keseluruhan gol lewat sundulan. Statistik tersebut mencerminkan ketergantungan mereka terhadap bola atas.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres mengeluarkan selebrasi khasnya seusai mencetak gol pembuka ke gawang Athletic Bilbao dalam laga pramusim di Stadion Emirates, London, Minggu (10/8/2025) dini hari WIB. Gyokeres mencetak gol lewat sundulan keras ke gawang kiper Unai Simon.

Havertz mencetak gol penutup lewat aksi individu dari tengah lapangan. Dia memanfaatkan momen transisi serangan balik dalam kondisi separuh lapangan lawan yang sudah kosong. Havertz hanya dibuntuti oleh bek lawan Adama Boiro.

Di musim-musim terdahulu, Havertz biasanya akan menahan bola dan menunggu bantuan pemain lain. Berbeda kali ini, dia langsung membawa bola seorang diri sampai ke kotak penalti. Boiro melakukan sedikit dorongan, tetapi Havertz yang tampak lebih kekar saat ini tidak terpengaruh.

Havertz pun menyelesaikan peluang itu sendirian dengan tembakan datar ke sisi kiri gawang Simon. Sang penyerang jangkung yang bisa berposisi sebagai gelandang serang itu agaknya tidak mau kalah dari Gyokeres. Adapun Gyokeres bermain sangat lugas setiap mendapatkan bola.

Arteta berkata, Gyokeres dan Havertz bisa menjadi kompetitor sekaligus duet. ”Mereka bisa bermain bersama. Kai bisa turun di posisi lain. Bersama keduanya, kualitas skuad ini semakin baik. Mereka bisa memberikan banyak masalah untuk tim lawan. Senang melihat mereka mencetak gol,” tuturnya.

Penyerang Arsenal Kai Havertz (tengah) terjatuh seusai berduel dengan bek Athletic Bilbao Adama Boiro (kiri) dalam laga pramusim di Stadion Emirates, London, Minggu (10/8/2025) dini hari WIB. Tembakan Havertz berhasil menjadi gol ketiga Arsenal. Tuan rumah Arsenal menutup laga dengan kemenangan telak 3-0.

Hasil itu menjadi modal baik untuk Arsenal jelang laga pembuka musim versus Manchester United pada pekan depan. Arteta menurunkan skuad terbaik dalam laga pramusim terakhir, termasuk gelandang baru Zubimendi yang tampil impresif sebagai penyambung serangan.

Adapun dalam dua laga sebelumnya, ”Si Meriam” menderita kekalahan beruntun dari Tottenham Hotspur dan Villarreal. ”Kami berdiskusi sebelum pertandingan hari ini tentang perlunya menyampaikan pesan, dan saya rasa kami berhasil melakukannya,” kata bek sayap Arsenal, Myles Lewis-Skelly. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto