Haaland Jilid Dua dalam Diri Benjamin Sesko

Benjamin Sesko dan Erling Haaland punya banyak kemiripan. Namun, Sesko sudah dinanti tantangan berbeda untuk mereplikasi karier cemerlang Haaland di Liga Inggris.

08 Agt 2025 21:29 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Seorang penyerang berbakat yang masih berusia 22 tahun datang dari Liga Jerman ke Kota Manchester. Dia diberkahi keunggulan fisik yang mencolok. Tubuhnya tinggi seperti pebasket, tetapi mampu berlari layaknya sprinter. Coba tebak, siapakah sosok dengan kriteria tersebut?

Sosok itu adalah penyerang Manchester City, Erling Haaland. Pada musim panas 2022, dia didatangkan dari Borussia Dortmund saat berusia 22 tahun. Talenta alami Haaland begitu dikagumi ketika itu. Dia menggabungkan kekuatan eksplosif dan kecepatan tinggi di dalam tubuh setinggi 195 sentimeter.

Tiga tahun berselang, deja vu seperti terjadi di Kota Manchester. Kali ini, giliran Manchester United yang mendatangkan striker 22 tahun RB Leipzig, Benjamin Sesko. Sama seperti Haaland, Sesko juga pindah setelah berhasil menunjukkan potensi terbaik di Liga Jerman.

Uniknya, Sesko sudah dibandingkan dengan Haaland sejak lama. Kedua striker yang mengawali karier bersama klub Austria RB Salzsburg itu punya profil bermain dan atribut fisik nyaris sama. Mereka sama-sama bertipe target man yang mengandalkan keunggulan fisik untuk menciptakan peluang.

Sesko, 195 sentimeter, terbilang tinggi untuk standar pesepak bola. Namun, kaki jenjangnya sangat cekatan. Menurut data Liga Jerman, kecepatan puncak Sesko mencapai 35,69 kilometer per jam. Kecepatan itu melebihi penyerang sayap Bayern Muenchen, Leroy Sane (35,31 km/jam), yang lebih mungil dan lincah.

Leipzig's Benjamin Sesko misses to score against Real Madrid's goalkeeper Andriy Lunin during the Champions League round of 16 first leg soccer match between RB Leipzig and Real Madrid at the Red Bull arena stadium in Leipzig, Germany, Tuesday, Feb. 13, 2024. (AP Photo/Matthias Schrader)

Haaland, menurut BBC Sport, merupakan pemain tercepat di skuad City pada musim lalu dengan 35,7 km/jam. ”Banyak rekan berkata,  saya dan Haaland sangat mirip, terutama dalam hal kecepatan. Bahkan, mayoritas menilai saya lebih baik darinya!” kata Sesko pada 2022, seperti dikutip situs resmi Liga Jerman.

Kemiripan tersebut yang membuat Sesko dibeli dengan nilai sangat tinggi oleh MU, yaitu berpotensi mencapai 85 juta euro (Rp 1,6 triliun). Adapun profil Haaland terbukti cocok untuk bermain di Inggris. Haaland dua kali meraih Sepatu Emas Liga Inggris dalam tiga musim terakhir.

Memicu MU

Strategi transisi serangan balik sudah menjadi identitas MU sejak era manajer legendaris, Sir Alex Ferguson. Identitas itu terus bertahan hingga manajer terbaru saat ini, Ruben Amorim. Bersama Sesko pada musim depan, ”Setan Merah” bisa semakin berbahaya dalam transisi. 

Leipzig merupakan salah satu tim paling efektif dalam serangan balik di Liga Jerman. Mereka mencetak total 17 gol dalam dua musim terakhir, terbanyak setelah Eintracht Frankfurt. Sesko berperan besar dalam pencapaian itu (5 gol). Dia menggunakan kecepatannya untuk menghukum garis tinggi pertahanan lawan. 

Sesko juga sangat efisien memanfaatkan peluang. Penyerang asal Slovenia itu memiliki tendangan keras seperti roket. Menurut Sky Sports, bola tendangannya tercatat mencapai kecepatan 126,4 km/jam di laga versus Werder Bremen versus, Januari lalu. Kiper lawan pun sering kewalahan.

Striker Manchester City, Erling Haaland (tengah), berebut bola dengan pemain Manchester United, Manuel Ugarte, pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. MU menang 2-1.

Tubuh dan lompatan tinggi Sesko akan meningkatkan kualitas serangan MU dalam duel udara, termasuk bola mati. Dia sudah menghasilkan delapan gol dari sundulan selama dua musim terakhir. Sebagai pembanding, penyerang MU, Rasmus Hojlund, baru mencetak tiga gol sundulan sepanjang karier profesional.

MU terbilang kurang maksimal dalam memanfaatkan bola mati, selain penalti. Mereka hanya mampu menghasilkan 26 gol dari bola mati selama tiga musim terakhir di Liga Inggris. Jumlah itu merupakan yang terendah di antara seluruh tim. Peruntungan itu bisa berubah seiring kehadiran Sesko. 

Wajar saja Sesko menjadi salah satu penyerang paling diburu di musim panas ini. Sebelum MU, Arsenal dan Newcastle United sudah mendekatinya. Sejak pindah ke Leipzig, medio 2023, tidak ada pemain U-23 yang menghasilkan gol lebih banyak dibandingkan Sesko di lima liga terbaik Eropa (39 gol). 

Perbedaan terbesar dari Haaland dan Sesko adalah klub tujuan. Selain City dan MU merupakan rival sekota, kedua tim itu juga terpisah jauh dalam stabilitas. Ekosistem City di bawah Manajer Josep Guardiola sudah terbentuk saat Haaland datang. Hal itu berbanding terbalik dengan MU saat ini. 

Amorim baru akan menjalani musim penuh pertamanya. Musim lalu, MU juga baru finis di peringkat ke-15. Mereka masih dalam fase membangun ulang skuad. Di sisi lain, Sesko yang datang dengan harga mahal sudah dibebani ekspektasi tinggi. Dia dikhawatirkan akan tenggelam dalam ekspektasi, seperti Hojlund. 

Manchester United's Danish forward #09 Rasmus Hojlund (L) celebrates after scoring Manchester United's third goal during the UEFA Europa League semi final second leg football match between Manchester United and Athletic Club Bilbao at Old Trafford stadium in Manchester, north west England, on May 8, 2025. (Photo by Oli SCARFF / AFP)

”Apakah dia mampu (jadi sosok yang dibutuhkan)? Saya yakin dia biasa. Dia punya potensi besar," kata mantan bek MU Rio Ferdinand. ”Tetapi, kita sudah melihat beberapa tahun terakhir, para penyerang tidak punya cukup waktu untuk membuktikan diri. Tidak ada kesabaran,” ujarnya kemudian dalam siniar Rio Ferdinand Presents.

Jika dilihat dari potensi, Sesko sangat mungkin menyaingi karier cemerlang Haaland di Liga Inggris. Dia memiliki segala bakat yang dibutuhkan untuk itu. Namun, faktor terbesar dalam perjalanannya adalah mentalitas. Seberapa kuat ”hatinya” dalam mengatasi keganasan para pendukung dan media di Inggris. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase