Jepang telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi pertahanan berlapis Indonesia. Tim ”Samurai Biru” yakin menang demi kokoh di posisi pertama Grup C.
14 Nov 2024 18:56 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pelatih Jepang Hajime Moriyasu serta gelandang sekaligus kapten tim, Wataru Endo, mengakui timnya akan menghadapi tim Indonesia yang berbeda dibandingkan duel pada fase grup Piala Asia 2023 di Qatar, 24 Januari 2024 lalu. Tim ”Samurai Biru” telah mempelajari kekuatan tim tuan rumah, baik secara kolektif maupun individu.
Dalam konferensi pers menjelang laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (14/11/2024), Moriyasu mengakui laga nanti akan berjalan sangat sulit bagi timnya demi membawa pulang hasil positif. Secara umum, ia menyiapkan strategi ultra-ofensif untuk meredam pertahanan berlapis Indonesia.
”Pemain Indonesia akan bermain sangat defensif. Maka, kami harus bermain agresif sejak awal laga. Tembakan jarak jauh akan menjadi salah satu opsi serangan kami,” ujar Moriyasu.
Menurut dia, pertandingan kelima Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, di SUGBK juga menghadirkan tantangan karena dukungan penuh antusias suporter Indonesia. Meskipun begitu, juru taktik berusia 56 tahun itu menilai, pemainnya juga termotivasi tampil maksimal seiring kehadiran pendukung sendiri di tengah ribuan pendukung tim tuan rumah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/5ec6fd2e-1f06-4495-a8ba-91b2eb313dee_jpg.jpg)
Selain itu, Moriyasu mengakui kehadiran delapan pemain naturalisasi baru telah meningkatkan kualitas skuad Indonesia. Menurut dia, skuad Indonesia telah memiliki skuad yang hampir mendekati kemampuan timnya.
”Skuad Indonesia sudah sangat berbeda dibandingkan pada Piala Asia. Pemain utama mereka mayoritas pemain naturalisasi. Pelatih Shin Tae-yong pasti akan memilih pemain-pemain terbaik yang menyesuaikan taktik tim,” kata Moriyasu, yang akan menjalani laga ke-87 sebagai pelatih Jepang, di Jakarta.
”Target saya adalah menjuarai Piala Dunia. Kami memiliki pemain luar biasa. Kami akan tunjukkan keunggulan kami di pertandingan melawan Indonesia,” tambahnya.
Endo menyatakan, timnya sudah mengantisipasi peningkatan kualitas skuad Indonesia dalam satu tahun terakhir. Akan tetapi, pemain Liverpool itu menganggap Jepang masih memiliki kualitas lebih baik dibandingkan Indonesia.
”Kami akan menunjukkan respek kepada Indonesia. Indonesia memiliki tim dan dukungan suporter yang antusias. Kami percaya diri dan bakal berjuang dengan semangat besar untuk menang,” kata Endo.
Ia menambahkan, ”suasana tim sangat baik. Itu akan membantu kami untuk bisa menampilkan performa terbaik.”
Pada sesi latihan resmi, Kamis petang, sebanyak 24 pemain outfield Jepang berlatih dengan serius. Tidak ada senyum yang tersaji dari setiap pemain tim itu yang berlatih di sisi selatan lapangan SUGBK.
Kami perlu tampil lebih kolektif dalam bertahan agar pemain belakang tidak menghadapi situasi sulit sendiri yang bisa memicu terciptanya blunder.
Instruksi untuk pemanasan, rondo, hingga operan satu sentuhan dijalani dengan sungguh-sungguh dan tanpa error. Endo dan bek sayap veteran, Yuto Nagatomo, bak ketua ”geng” yang selalu berdiri paling depan dalam barisan pemain Jepang. Mereka juga yang memulai setiap sesi latihan individu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/12/9fc1464f-2adf-4c8a-b07b-b9386a591a3a_jpg.jpg)
Tiga kiper Jepang, yaitu Zion Suzuki, Kosei Tani, dan Keisuke Osako, berlatih secara terpisah sejak awal. Ketiga pemain itu menjalani sesi latihan sapuan bola dengan sepakan dan sundulan. Mereka diminta tidak segan keluar dari kotak penalti untuk membuang bola liar.
Strategi latihan itu menunjukkan Jepang mengantisipasi serangan balik Indonesia yang mengandalkan umpan-umpan panjang. Kiper Jepang akan berdiri tidak terlalu jauh dari bek terakhir mereka dalam situasi menyerang.
Dalam empat laga yang telah dilalui, Jepang memimpin Grup C dengan koleksi 10 poin. Mereka sudah mencetak 15 gol dan hanya kebobolan satu gol.
Satu-satunya gol yang bersarang di gawang kiper Jepang, Zion Suzuki, itu tercipta pada laga melawan Australia, Oktober lalu. Bunuh diri bek Jepang, Shogi Taniguchi, meruntuhkan catatan nirbobol Samurai Biru dalam delapan laga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Endo, yang tidak bermain di laga melawan Australia, mengakui kemasukan satu gol dari Australia menunjukkan masih adanya kekurangan di dalam tim. Kata dia, penerapan taktik bertahan man-to-man, yang selama ini berjalan efektif, juga membayangi adanya risiko. Hal itu terlihat dari kesalahan individu yang menyebabkan gol bunuh diri.
”Meskipun kebobolan satu gol lawan Australia, permainan bertahan kami sudah bagus. Hanya, kami perlu tampil lebih kolektif dalam bertahan agar pemain belakang tidak menghadapi situasi sulit sendiri yang bisa memicu terciptanya blunder,” kata Endo.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus Harjono