Siapa pun pemenang duel dini antara Alwi Farhan dan Jonatan Christie, Indonesia memastikan satu tempat di perempat final tunggal putra Indonesia Terbuka 2026.
03 Jun 2026 07:15 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Jonatan Christie boleh saja berstatus pebulu tangkis tunggal putra tuan rumah paling veteran di Polytron Indonesia Terbuka 2026. Namun, modal segudang pengalaman itu belum tentu berarti di babak 16 besar. Sebab, dia akan ditantang yuniornya yang sedang berapi-api sepanjang tahun ini, yaitu Alwi Farhan.
Alwi menyusul Jonatan setelah menang atas wakil India, Lakshya Sen, 21-19, 21-16, dalam babak 32 besar Indonesia Terbuka di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dengan hasil itu, wakil ”Merah Putih” dipastikan menyegel satu tempat di perempat final tunggal putra. Alwi dan Jonatan akan saling jegal di babak 16 besar, Kamis (4/6/2026).
”Selalu senang, bangga, dan excited untuk bermain kembali di Istora. Sesuatu hal yang saya rindukan, semoga hasil tahun ini lebih baik. Tantangannya lebih dari pikiran dan badan. Saya habis main semifinal (Singapura Terbuka) di Sabtu kemarin. Keesokan harinya saya pulang ke Indonesia, tetapi saya push diri agar keinginan menang lebih besar,” kata Alwi.
Walaupun minim waktu istirahat dari Singapura Terbuka, Alwi sama sekali tidak memperlihatkan itu di lapangan. Sang pemain 21 tahun tetap bermain energik dan ulet saat menghadapi Sen yang berstatus peringkat ke-10 dunia. Dia merepotkan lawan dengan permainan cepat, termasuk smes bertubi-tubi yang kadang terkesan terburu-buru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/02/b845722a-f55e-4f34-87da-e6ef9ab3ab76.jpg)
Sen, runner-up All England 2026, dikenal sangat gigih mengejar kok sulit. Namun, mentalitas saja tidak cukup untuk mengatasi ancaman pukulan tajam Alwi, terutama drop shot yang sukses berkali-kali menjatuhkannya ke lapangan. Saling susul poin terjadi di gim satu, sementara gim dua berjalan searah untuk keunggulan Alwi.
Alwi, satu-satunya wakil tunggal putra pelatnas di Indonesia Terbuka, pun melaju dengan meyakinkan. Di laga selanjutnya, dia akan menantang sang senior Jonatan yang berstatus atlet nonpelatnas. Berbicara soal pengalaman, kedua pemain itu bagaikan bumi dan langit. Jonatan sudah mengenal luar dan dalam turnamen tersebut.
Jonatan mulai tampil di Indonesia Terbuka sejak edisi 2015, sedangkan Alwi baru saja menjalani debut di turnamen bergengsi tersebut pada tahun lalu. Keunggulan pengalaman itu terlihat dalam pertemuan pertama mereka di Korea Terbuka 2025. Jonatan menaklukkan Alwi dalam pertarungan tiga gim, 18-21, 21-14, 21-15.
Meskipun begitu, Jonatan patut berhati-hati dalam pertemuan nanti. Alwi sedang berapi-api sejak awal tahun. Di Singapura Terbuka, dia berhasil menembus semifinal turnamen Super 750 pertamanya dengan salah satunya menumbangkan pemain nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi. Grafik penampilannya terus meningkat.
Belum lagi, Alwi dikenal sangat beringas ketika tampil di depan pendukung sendiri. Itu sudah dibuktikan ketika dia menjuarai Indonesia Masters 2026 pada awal tahun. Sebaliknya, Jonatan belum pernah meraih gelar di sepanjang tahun ini. Prestasi terbaik sang veteran adalah menjadi runner-up India Terbuka 2026.
Alwi hanya berharap dirinya dan sang senior bisa mengeluarkan performa terbaik di sepanjang turnamen. ”Untuk pertandingan kedua, siapa pun yang memenangi pertandingan, dan saya harap itu saya, ha-ha-ha, bisa juara di sini. Saya melihat turnamen ini patut diapresiasi. Apresiasi yang bisa saya lakukan adalah mencapai prestasi tertinggi,” ujarnya.
Dari 11 wakil Indonesia yang berlaga pada hari pertama perhelatan Indonesia Terbuka, 7 di antaranya melaju ke babak 16 besar. Selain Alwi dan Jonatan, Putri Kusuma Wardani sebagai satu-satunya tunggal putri Indonesia juga melanjutkan perjalanan setelah mengalahkan Sung Shuo Yun (Taiwan), 21-13, 21-14.
Pada babak kedua, Putri akan ditantang Michelle Li (Kanada) yang mengalahkannya lewat tiga gim, 21-16, 11-21, 16-21, pada pertemuan terakhir di penyisihan grup Piala Uber 2026, April lalu. Putri bertekad kembali mengalahkan lawannya itu seperti pada dua pertemuan awal di semifinal Australia Terbuka 2025 dan babak pertama India Terbuka 2026.
”Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa mengalahkannya lagi. Jadi, aku akan mempersiapkan mental dan pikiran, terutama fokusnya. Aku akan mencoba bermain habis-habisan,” ujar Putri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/40a2d3ccb00bf0639c63667eafe029d6-FAK_0163.jpg)
Kemenangan juga diraih ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Febriana/Meilysa mengalahkan wakil India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, 21-14, 21-12.
Di babak kedua, mereka akan berhadapan dengan unggulan ketujuh dari Taiwan, Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu. Sementara itu, Rachel/Febi melaju ke babak kedua seusai mengalahkan rekan senegara, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dengan skor 22-20, 21-17.
Pada sektor ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil melaju ke babak kedua bersama Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Adnan/Indah menaklukkan Julien Maio/Lea Palermo (Perancis), 14-21, 21-19, 21-11, sedangkan Amri/Nita menaklukkan Presley Smith/Jennie Gai (Amerika Serikat), 21-19, 21-13.
Langkah pasangan lainnya, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, terhenti setelah dikalahkan Zheng Xing/Zhang Chi (China), 10-21, 9-21. Begitu juga Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang dijegal Liu Kuang Heng/Hsu Yin-Hui (Taiwan), 11-21, 23-21, 19-21. Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga tersingkir setelah ditaklukkan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan), 16-21, 21-13, 19-21.
Penulis:
Kelvin Hianusa, Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar