Imajinasi Liar Manchester United di Antara Dua Isak

MU membutuhkan sosok penyerang tajam seperti Alexander Isak. Masalahnya, Isak akan berada di sisi musuh pada Minggu nanti. Duel itu akan memperjelas problem MU.

12 Apr 2025 20:38 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Manchester United bermasalah dengan produksi gol sepanjang musim ini. Berbanding terbalik dengan Newcastle United yang memiliki mesin gol dalam sosok penyerang kelas dunia, Alexander Isak. Pertemuan kedua tim itu pada akhir pekan nanti memicu sebuah pertanyaan utopis, bagaimana nasib MU jika punya striker setajam Isak?

MU baru mencetak 37 gol setelah 31 pekan berlalu di Liga Inggris. Mereka masuk dalam daftar enam tim dengan produktivitas terendah, bahkan di bawah tim peringkat ke-17 Wolverhampton Wanderers (43 gol). Catatan Isak seorang diri dengan 20 gol bahkan sudah melebihi separuh perolehan ”Setan Merah”.

Tim asuhan Pelatih Ruben Amorim itu tidak kekurangan peluang atau kreativitas. Mereka hanya kurang tajam di depan gawang, termasuk banyak membuat keputusan akhir yang salah. Gelandang kreatif Bruno Fernandes menjadi buktinya. Tidak ada satu pemain pun di liga yang mengkreasikan peluang lebih banyak darinya (75 kali).

Bayangkan jika sentuhan magis Fernandes bertemu dengan insting predator Isak. MU mungkin tidak akan seret gol seperti saat ini. Mungkin juga mereka bisa bersaing dengan Newcastle di papan atas klasemen. Tidak seperti sekarang, Fernandes dan rekan-rekan terpuruk di peringkat ke-13.

Alih-alih memiliki penyerang dengan koleksi gol dua digit, MU hanya bergantung dengan Joshua Zirzkee dan Rasmus Hojlund. Keduanya hanya menyumbang total enam gol di liga. Jumlah gabungan tersebut bahkan masih kalah dari catatan Fernandes (8 gol) yang beroperasi di lini kedua.

Newcastle United's Swedish striker #14 Alexander Isak (R) is mobbed by teammates after scoring the opening goal during the English Premier League football match between Manchester United and Newcastle United at Old Trafford in Manchester, north west England, on December 30, 2024. (Photo by Darren Staples / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Pembeda Isak dari kebanyakan penyerang medioker terletak di konversi gol. Isak sangat efisien dalam menerjemahkan peluang jadi gol. Konversinya mencapai 26,6 persen atau hanya butuh sekitar empat tembakan untuk mencetak satu gol. Angka konversi itu jauh di atas Hojlund (14,2 persen) maupun Zirkzee (11,1 persen).

Wayne Rooney, mantan penyerang MU, berkata, Hojlund dan Zirkzee juga terlalu sering kehilangan bola. Meskipun demikian, mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas disfungsi lini serang tim. ”Terkadang saya juga membuat kesalahan seperti itu, tetapi saya dikelilingi para pemain hebat,” ujarnya kepada BBC Sport.

”MU bermain terlalu lambat dan membuat penyerang tengah hanya bisa menunggu. Tidak ada kreativitas yang cukup di sekitar mereka. Mereka menahan bola tanpa ada dukungan berarti dari gelandang ataupun bek. Jadi permasalahan ada di dua sisi (bukan hanya penyerang),” lanjut Rooney, yang menyumbang total 253 gol untuk MU.

Ucapan Rooney didukung dengan catatan statistik expected goals (xG). Angka xG Hojlund (2,98) dan Zirkzee (4,65) terbilang rendah untuk seorang penyerang. Bandingkan dengan Isak yang mencapai 16,28 xG. Faktor Hojlund dan Zirkzee yang sering dirotasi berpengaruh, tetapi seharusnya catatan mereka tidak serendah itu.

Terlepas dari itu, penyerang hebat sudah semestinya bisa mencari dan menciptakan peluang sendiri. Mereka tidak hanya bertugas memanfaatkan peluang. Itulah yang dilakukan Isak di Newcastle. Dia sering kali menciptakan momentum dengan aksi dribel, pergerakan tanpa bola yang efektif, atau mundur ke lini tengah.

Pemain Tottenham Hotspur Djed Spence (kanan) berebut bola dengan pemain Manchester United Rasmus Hojlund pada laga Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (16/2/2025). Hotspur menang 1-0 pada laga itu.

”Anda harus melihat betapa cerdik dia (Isak) saat gagal mendapatkan umpan. Dia kembali ke posisi onside, membelokkan arah lari, lalu berada di posisi siap untuk membuat gol lagi. Dia juga sering menjemput bola ke tengah, bisa melukai lawan dari sana. Ancamannya sangat nyata, selain penyelesaian akhir yang sempurna,” puji Alan Shearer, penyerang legendaris Newcastle.

Sosok seperti Isak tersebut masih menjadi kepingan yang hilang dalam rencana besar Amorim. Diketahui, kesuksesan sang pelatih bersama tim Portugal Sporting CP juga diinspirasi oleh ujung tombak papan atas, yaitu Viktor Gyokeres. Gaya bermain Gyokeres mirip dengan Isak yang bisa memicu momen ajaib seorang diri.

Amorim belum mengungkapkan rencana besar pada jendela transfer musim panas. Untuk saat ini, dia ingin fokus dengan Hojlund dan Zirkzee. Kebetulan, performa Zirkzee mulai membaik jika dibandingkan pada separuh awal musim. Dia mencetak gol di laga-laga penting, seperti ke gawang Olympique Lyon pada tengah pekan lalu.

Laga MU menghadapi tuan rumah Newcastle di Stadion St James Park, pada Minggu pukul 22.30 WIB, akan menjadi pembuktian bagi Zirkzee. Adapun pada pertemuan pertama, Desember lalu, Zirkzee langsung ditarik keluar setelah tampil buruk selama 33 menit awal. Dia sempat dikhawatirkan akan mengalami krisis percaya diri.

”Sejak itu, dia telah kembali. Dia berkembang setelah semua kerja keras yang dilakukan bersama staf. Lalu, saya memainkannya lagi. Itulah cara satu-satunya utuk memberikan rasa percaya diri kepada pemain. Dia menunjukkan karakter hebat untuk bangkit dari momen itu dan mulai mencetak gol-gol penting,” ujar Amorim.

Striker Manchester United, Joshua Zirkzee (kiri) dan pemain Fulham, Sander Berge, berebut bola pada laga Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, London, Senin (27/1/2025) dini hari WIB. MU menang 1-0 berkat gol bek Lisandro Martinez.

Seperti ditakdirkan untuk bertemu MU, Isak sudah pulih setelah sempat mengalami masalah cedera pangkal paha dalam beberapa laga terakhir. Asisten Pelatih Newcastle Jason Tindall mengatakan, penyerang tim nasional Swedia itu sudah berlatih seperti biasa dan siap diturunkan pada Minggu nanti.

Di dunia imajinasi, MU mungkin berharap Isak berada di sisi mereka. Namun, realitas membuyarkan itu. Isak justru berada di lini depan tim lawan untuk menambah krisis pertahanan Setan Merah yang disebabkan kiper Andre Onana. Satu-satunya ”Isak” yang mungkin didapatkan MU dari laga tersebut hanyalah isak tangis. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto