Pada penampilan terakhirnya sebagai pasangan, Lanny/Tiwi tersingkir lebih cepat di India Terbuka 2026. Tiga wakil Indonesia lainnya melaju ke babak kedua.
14 Jan 2026 21:08 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
NEW DELHI, SABTU — Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tersingkir lebih cepat di India Terbuka 2026 dalam laga terakhir mereka sebagai pasangan ganda putri. Lanny/Tiwi gagal mengikuti kemenangan tiga wakil Indonesia sebelumnya, termasuk Jonatan Christie.
Lanny/Tiwi langsung menghadapi jalan terjal di India Terbuka 2026 Super 750 dengan ditantang unggulan pertama sekaligus pasangan nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, pada babak pertama. Berlaga di Stadion Indira Gandhi Indoor, New Delhi, Rabu (14/1/2026), mereka takluk 21-19, 11-21, 9-21.
Jika dibandingkan dengan pertemuan pertama mereka dengan Liu/Tan di China Masters 2025, September lalu, penampilan Lanny/Tiwi memang lebih baik. Saat itu, Lanny/Tiwi kalah dalam waktu 43 menit dengan skor 11-21, 16-21.
Selain bisa bermain lebih sabar, serangan pasangan peringkat ke-64 dunia tersebut kali ini juga lebih tajam, terutama pada gim pertama. Di sisi lain, Liu/Tan kerap melakukan kesalahan yang memberi poin gratis kepada Lanny/Tiwi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/16/a1640d6c3c812c5639b76557e403b06e-LannyTiwi3_R32_ChinaMasters2025_PBSI_20250916.jpg)
Liu bahkan tampak frustrasi ketika gagal mengembalikan kok pada gim pertama yang berjalan ketat. Kegagalan itu membawa Lanny/Tiwi meraih game point.
Namun, Liu/Tan menunjukkan mentalitas mereka sebagai ganda putri elite dunia. Selain bisa mengembalikan fokus dengan cepat, mereka juga bisa mengurangi kesalahan untuk bangkit pada gim kedua dan meraih kemenangan dengan keunggulan yang jauh. Sementara itu, Lanny/Tiwi kesulitan keluar dari tekanan ketika semakin tertinggal dalam perolehan skor.
”Pada gim pertama, kami sudah bisa memegang pola permainan mereka, tetapi pada gim kedua dan ketiga kami tidak siap dengan perubahan pola lawan. Jadi agak bingung dan kurang yakin, kondisinya goyah,” kata Lanny.
”Pada gim kedua, mereka sudah mulai mempercepat tempo, harusnya kami netralisir, tetapi malah terbawa irama mereka. Setelah ini kami akan berganti pasangan dan sudah mulai persiapan sejak akhir tahun lalu, hanya memang terpotong minggu ini karena saya harus hadir di turnamen Super 750 sebagai Top Committed Player. Harapannya minggu depan di Daihatsu Indonesia Masters 2026 bersama pasangan baru, kami bisa bermain dengan baik dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Karena sama-sama punya tujuan yang sama,” tambah Tiwi.
Dengan kekalahan dari Liu/Tan, Lanny/Tiwi tersingkir lebih cepat di India Terbuka yang jadi turnamen terakhir mereka sebagai pasangan. Mulai Indonesia Masters 2026 Super 500, yang digelar 20-25 Januari, Lanny/Tiwi akan dipecah meski belum genap setahun bersama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/24/bf8c9b4a21f56807f4338335a97facfa-LannyFadia_Latihan1_WC2025_PBSI_20250823.jpg)
Ganda putri yang baru dipasangkan pada September 2025 di Hong Kong Terbuka itu akan bertukar pasangan dengan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Perombakan tersebut tak lepas dari hasil evaluasi yang menunjukkan kedua pasangan itu belum memberikan hasil memuaskan.
Sebagai pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky mengatakan perlu mengambil keputusan cepat. Keputusan itu adalah perombakan.
Sementara Tiwi akan dipasangkan dengan Fadia, Lanny akan dipasangkan dengan Apriyani. ”Pertimbangannya, Fadia lebih membutuhkan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, Lanny saya rasa bisa mengisi pos tersebut,” ujar Karel.
Pada laga sebelumnya di hari yang sama, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, meraih kemenangan atas atlet Singapura, Jia Heng Jason Teh, dengan skor 21-16, 21-10. Pada laga yang berlangsung 40 menit itu, Jonatan menunjukkan dominasinya sebagai unggulan ketiga dan punya rekor tak terkalahkan pada tiga pertemuan sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/14/5703857db4d76ccca2a120200a4e44cc-WhatsApp_Image_2026_01_14_at_17.04.24.jpeg)
Meski begitu, penampilan Jonatan juga bukan tanpa celah. Pada gim pertama, setelah sempat unggul jauh hingga 7 poin, Jonatan dikejar Jason Teh hingga selisih skor hanya dua angka. Pengembalian Jonatan kerap tidak sempurna sehingga memberi poin bagi lawan.
Menurut Jonatan, hal tersebut tak lepas dari dugaan adanya perilaku tidak fair dari Jason Teh, yaitu memetik bulu kok sehingga mengubah karakteristik kecepatannya. Jonatan mengaku kehilangan sentuhan terhadap kok yang menjadi tambah kencang. Hal itu terjadi setiap servis Jason Teh.
”Saya memang tidak melihat kapan dia melakukan itu. Saya tanya service judge juga sama, benar-benar clean, tetapi ada bukti di shuttlecock-nya seperti petikan kuku yang tidak ada di shuttlecock yang baru. Sampai akhir dia tidak mengakui dan, ya, it’s ok buat saya. Dan, ya sudah, pertandingan sudah selesai, tidak perlu diperpanjang dan dibahas lagi,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/14/47eedc978358a6c4bc8b02b2d5f3295c-WhatsApp_Image_2026_01_14_at_17.04.28.jpeg)
Jonatan pun akan fokus pada pertandingan selanjutnya melawan wakil Jepang, Yushi Tanaka. Pada pertemuan terakhir di Australia Terbuka 2025, November, Jonatan kalah dua gim langsung, 17-21, 7-21.
Adapun pada laga babak pertama, Selasa (13/1/2026), dua wakil Indonesia lainnya, tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, juga meraih kemenangan.
Putri, unggulan keenam, mengalahkan Michelle Li (Kanada) dengan skor 21-12, 20-22, 21-15. Sementara Sabar/Reza yang jadi unggulan ketujuh menaklukkan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan), 21-13, 21-8.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul