Indo Defence 2024 Resmi Ditutup, Kementerian Pertahanan Teken 17 Kontrak Kerja Sama

Semua kontrak kerja sama ini dilakukan dengan pelaku industri pertahanan Tanah Air. Kemenhan menyebut, ini sebagai dukungan untuk kemajuan pertahanan negeri.

14 Jun 2025 20:29 WIB · Politik & Hukum

Oleh Machradin Wahyudi Ritonga

JAKARTA, KOMPAS — Pameran industri pertahanan Indo Defence 2024 di Jakarta resmi ditutup pada Sabtu (14/6/2025). Dari perhelatan tersebut, Kementerian Pertahanan atau Kemenhan menjalin 17 kontrak kerja sama dari industri dalam negeri.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Laksamana Muda TNI Sri Yanto seusai penutupan Indo Defence 2024 menyatakan, 17 kontrak tersebut berasal dari pihak swasta dan badan usaha milik negara. Pengikatan kontrak merupakan wujud dari perhatian negara terhadap industri pertahanan dalam negeri.

”Salah satunya dengan diberikan porsi pengadaan di dalam negeri. Semua kontrak itu berasal dari perusahaan dalam negeri. Kontrak dari luar negeri tidak ditandatangani di sini (Indo Defence), tetapi ada di Kementerian Pertahanan itu sendiri. Memang tidak kami publikasikan,” ujarnya.

Selain kontrak kerja sama tersebut, Sri juga menyebut sebanyak 35 nota kesepahaman (MoU) dihasilkan selama Indo Defence 2024. Namun, dia juga tidak merinci nota kesepahaman apa saja yang terjalin.

Simulator jet tempur F-15EX buatan Boeing dipamerkan dalam Indo Defence Expo and Forum 2024 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Indo Defence 2024 Expo & Forum yang ke-10 ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat 32 paviliun negara. Pameran akan berlangsung hingga 14 Juni 2025. Kompas/Hendra A Setyawan

Salah satu nota kesepahaman yang ramai dibicarakan adalah terkait pengadaan pesawat KAAN, jet tempur generasi ke-5 buatan Turki. Penandatanganan MoU ini juga disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto seusai membuka Indo Defence 2024, Kamis (11/6/2025).

Terlepas dari nilai kontrak yang tidak disebutkan, Sri menyatakan Indo Defense 2024 akan mendorong kemajuan industri pertahanan di dalam negeri. Bersama dengan kontrak kerja yang dihasilkan, dia menyebut pameran ini menjadi wujud dari perhatian negara terhadap industri pertahanan dalam negeri.

”Salah satu pembinaannya adalah dengan diberikan porsi pengadaan dalam negeri. Ini (kontrak) dengan swasta dan BUMN. Indo Defence ini juga tentunya akan men-drive kerja sama industri pertahanan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya tercipta kolaborasi,” kata Sri.

Peluang kerja sama bidang pertahanan yang bisa melebar ke luar negeri ini, lanjut Sri, terlihat dari jumlah peserta pameran hingga pengunjung. Dia memaparkan, pameran ini diikuti oleh 1.182 peserta dari 55 negara sahabat.

Suasana Indo Defence Expo and Forum 2024 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Indo Defence 2024 Expo & Forum yang ke-10 ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat 32 paviliun negara. Pameran akan berlangsung hingga 14 Juni 2025. Kompas/Hendra A Setyawan

Menurut Sri, para undangan yang datang dari sejumlah negara ini menunjukkan Indonesia sebagai negara yang bebas aktif. Dengan membuka kerja sama kepada berbagai pihak, Indonesia bisa menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan lewat teknologi pertahanan.

”Kita sebagai negara yang bebas aktif memang tidak hanya membuka kerja sama ke satu pihak saja, tetapi semua pihak. Harapannya, ada transfer teknologi dengan terbangunnya supply chain (rantai pasok) sehingga kita memiliki kesiapsiagaan dalam jangka waktu yang lama,” paparnya. 

Di samping itu, hadir pula delegasi dari 42 negara yang berjumlah 323 orang. ”Dengan perhitungan sampai sore ini, pengunjung yang hadir di Indo Defence lebih dari 42.000,” kata Sri.

Masa depan

Menurut Sri, peluang kerja sama dari Indo Defence 2024 ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan teknologi pertahanan Indonesia. Hal ini menjadi modal untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Drone WANI-23 buatan dalam negeri dipamerkan dakam Indo Defence Expo and Forum 2024 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Indo Defence 2024 Expo & Forum yang ke-10 ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat 32 paviliun negara. Pameran akan berlangsung hingga 14 Juni 2025. Kompas/Hendra A Setyawan

Sejumlah teknologi untuk menyambut masa depan itu dipamerkan selama perhelatan berlangsung. Menurut Sri, salah satu teknologi yang menyedot perhatian adalah teknologi nirawak untuk sejumlah kegunaan, terutama di bidang tempur.

”Tren yang bisa dilihat sekarang adalah teknologi unmanned seperti drone (kendaraan nirawak), entah itu di udara, darat, maupun di air. Bisa dilihat juga di beberapa tempat, wahana unmanned ini menjadi andalan dalam kegiatan pertahanan,” ungkap Sri. 

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) merupakan salah satu perusahaan yang unjuk gigi dengan teknologi nirawak ini. Perusahaan pelat merah ini memboyong sejumlah produk dengan teknologi drone dan anti-drone yang menjadi referensi dalam perang modern.

Di area pameran, PT DI menampilkan UAV (unmanned aerial vehicle/pesawat nirawak) Wulung dan MALE Elang Hitam. UAV Wulung yang dikembangkan PT DI sejak tahun 2014 ini telah mengantongi sertifikat dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) tahun 2016.

Presiden Prabowo Subianto menyalami para delegasi negara sahabat saat hadir dalam pembukaan Indo Defence Expo and Forum 2024 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Indo Defence 2024 Expo & Forum yang ke-10 ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat 32 paviliun negara. Kompas/Hendra A Setyawan

Sementara itu, UAV MALE adalah pesawat nirawak dengan kemampuan ketinggian jelajah dengan daya tahan jarak jauh. ”Dua produk itu terus diakselerasi pengembangannya oleh PT DI,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT DI Adi Prastowo. 

Produk luar juga memamerkan kemajuan teknologi nirawaknya di Indo Defence 2024. Salah satunya adalah Airbus yang memperkenalkan Flextrotor yang memiliki kemampuan beban hingga 6,5 kilogram.

Tidak hanya itu, pesawat nirawak ini bisa terbang dengan durasi 14 jam dan memiliki kemampuan untuk operasi intelijen dan pengawasan. Dengan teknologinya, pesawat ini bisa lepas landas secara vertikal atau tegak lurus, lalu terbang secara horizontal, lalu mendarat kembali dengan vertikal. 

Ini bisa mengurangi kebutuhan ruang pendaratan saat alat beroperasi. Bahkan, dalam rangkaian Indo Defence, Kepala Region Asia Pasifik Airbus  Helikopter Vincent Dubrule saat presentasi menyatakan, energi yang dihabiskan saat terbang juga tidak terlalu banyak.


Kerabat Kerja

Penulis:

Machradin Wahyudi Ritonga
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul