Indonesia hanya mengirimkan empat wakil ke turnamen bulu tangkis China Masters. Sebagian besar atlet pelatnas tak tampil karena diprioritaskan untuk Asian Games.
31 Agt 2026 19:08 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
JAKARTA, KOMPAS — Demi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang menjadi prioritas, Indonesia hanya mengirimkan tim kecil ke turnamen China Masters BWF World Tour Super 750 di Shenzhen, 1-6 September. Skuad Indonesia bahkan hanya diwakili atlet dari dua nomor, yaitu tunggal dan ganda putra.
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil di tunggal putra. Sementara itu, persaingan ganda putra akan diwakili Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Ali Faathir Rayhan/Devi Artha Wahyudi.
Mereka (atlet) masuk dalam long list Asian Games sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal, termasuk waktu untuk pemulihan, latihan, dan evaluasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/25/1c932af1d9dc5c492abe30cfd55ecc39-India_Badminton_World_Championships_11_.jpeg)
Penarikan empat ganda putri dan dua ganda campuran, bahkan, telah dilakukan sejak 21 Juli. Lalu, dari data yang diperbarui pada Senin (31/8/2026), nama wakil Indonesia yang hilang dari undian adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Putri Kusuma Wardani, dan Alwi Farhan. Mereka batal bertanding dalam turnamen yang diikuti pemain-pemain top dunia lainnya seperti An Se-young, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menjelaskan, penarikan atlet Indonesia dari China Masters dilakukan karena jadwal turnamen yang berdekatan dengan Asian Games. Ajang multicabang antara negara-negara Asia di Aichi dan Nagoya, Jepang, itu akan berlangsung 19 September-4 Oktober, adapun perebutan tujuh emas bulu tangkis diselenggarakan 20-29 September.
”Mereka (atlet) masuk dalam long list Asian Games sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal, termasuk waktu untuk pemulihan, latihan, dan evaluasi,” kata Eng Hian di Jakarta, Senin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/4cc65862ade8d646b36a545f05d9dee5-FAK_8607.jpg)
Adapun untuk atlet-atlet yang bermain di China Masters, lanjut Eng Hian, adalah atlet yang memiliki kebutuhan menambah poin ranking dan menjaga ritme performa sebelum Asian Games.
”Jadi, programnya tidak bisa disamaratakan. Kami melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain,” kata Eng Hian.
China Masters adalah turnamen BWF World Tour besar pertama yang digelar setelah Kejuaraan Dunia di New Delhi, India, 17-23 Agustus. Indonesia gagal meraih gelar juara dalam kejuaraan individu level tertinggi itu seperti pada empat edisi Kejuaraan Dunia sebelumnya. Hasil terbaik didapat ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, yang mendapat medali perunggu dengan lolos ke semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/21/1929779c9e5193aa68675989bb4e3897-WhatsApp_Image_2026_08_21_at_15.00.13.jpeg)
Indonesia menargetkan empat medali emas di Asian Games edisi ke-20 nanti, salah satunya dari bulu tangkis. PP PBSI menyebut, target emas ada pada nomor beregu putra, sementara peluang medali lainnya ada pada tunggal dan ganda putra.
Atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang akan bertanding di Asian Games belum diumumkan. Tetapi, berdasarkan posisi terbaik dalam ranking dunia, ada Jonatan yang saat ini menjadi pemain nomor satu dunia dan Alwi Farhan di tunggal putra. Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan bisa diandalkan di tunggal putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/cc9bb6690e27d95f8878bd6b19848b56-India_Badminton_World_Championships_7_.jpeg)
Ganda putra memiliki Fajar/Fikri dan Sabar/Reza atau Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sementara dua pasangan bisa dipilih dari tiga ganda putri yang saat ini menempati ranking 20 besar dunia. Di ganda campuran ada Amri/Nita dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Tetapi, Jafar/Felisha berpenampilan buruk pada tahun ini dan tak bertanding sejak Indonesia Terbuka, Juni.
”Yang perlu digarisbawahi, pemain yang bertanding dan ditarik dari China Masters bukan berarti sudah pasti masuk tim Asian Games. Mereka masih dalam long list dan tetap akan kami evaluasi berdasarkan performa, kondisi fisik dan teknis, serta kebutuhan tim,” kata Eng Hian.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto