Hasil imbang Australia kontra Arab Saudi menguntungkan Indonesia. Tim ”Garuda” bisa menjaga persaingan menuju Piala Dunia 2026. Syaratnya, tidak kalah dari Jepang.
14 Nov 2024 20:13 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Demi mendekatkan mimpi lolos ke babak utama Piala Dunia 2026, Indonesia haram kehilangan poin pada laga melawan Jepang, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Meski sulit menang, raihan tiga poin bakal menyejajarkan kans Indonesia menuju pentas dunia dengan dua raksasa Asia di Grup C, yakni Australia dan Arab Saudi.
Duel sengit antara Australia dan Saudi di Stadion Melbourne, Kamis (14/11/2024) sore WIB, berakhir imbang 0-0. Artinya, kedua tim memiliki enam poin setelah menjalani laga kelima.
Jika bisa mengalahkan Jepang, Indonesia juga akan mengumpulkan enam poin. Tanpa memedulikan hasil laga Bahrain kontra China, Kamis malam, menyetarakan perolehan poin dengan Australia dan Saudi akan membuka jalan Indonesia untuk bersaing memperebutkan peringkat kedua. Menghuni posisi runner-up bakal membuat skuad ”Garuda” lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Bahkan, apabila tidak kalah dari Jepang, hasil itu juga memperbesar kans untuk memenuhi target minimal finis di posisi empat besar pada Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan berada di posisi empat teratas, Indonesia akan melaju ke putaran keempat untuk memperebutkan dua tiket tersisa menuju Piala Dunia edisi ke-23.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/14/c7bc30b3-51f6-47e5-baef-8e38de2ac025_jpg.jpg)
”Hasil Australia melawan Saudi 0-0 sangat menguntungkan kami. Kecuali Jepang, tim-tim lainnya bertarung dengan sengit satu sama lain sehingga tidak ada tim yang unggul poin jauh. Kami memiliki energi besar dan berharap keberuntungan memihak kepada kami ketika menghadapi Jepang,” kata Pelatih Indonesia Shin Tae-yong dalam konferensi pers di SUGBK.
Namun, Shin menegaskan, pertandingan melawan Jepang akan berjalan sangat sulit bagi timnya. ”Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan. Saya tidak ingin kami mengalami penyesalan lagi di akhir pertandingan,” ucapnya.
Bek tengah dan kapten tim Indonesia, Jay Idzes, sepakat dengan pentingnya meraih poin melawan Jepang. Menurut pemain klub Italia, Venezia, itu, skuad Garuda akan berjuang mati-matian untuk merapatkan persaingan dengan empat tim lainnya di Grup C.
”Setelah mendapatkan hasil sangat mengecewakan dari dua laga lalu, kami masih memiliki enam poin. Kami akan mengerahkan segala yang terbaik untuk meraih hasil maksimal,” ucap Jay.
”Kami sudah menghadapi Australia dan Saudi dan mendapatkan dua poin. Pada laga-laga selanjutnya, saya yakin kami memiliki pemahaman semakin baik dan semangat juang yang besar untuk mengejar impian bersama. Itu akan kami tampilkan melawan Jepang,” ujarnya kemudian.
Selain latihan taktik dan strategi permainan, Shin juga membekali anak asuhannya untuk tangguh secara mental. Ia ingin skuad Garuda siap menghadapi sejumlah situasi, terutama tekanan intens, yang akan disajikan pemain-pemain Jepang selama 90 menit.
”Saya meminta pemain untuk menikmati pertandingan. Daripada memberikan tekanan, saya akan memberikan motivasi kepada mereka agar dapat menjaga fokus demi memberikan hasil maksimal untuk pendukung yang menyaksikan pertandingan,” ujar Shin yang memburu kesempatan kedua melatih tim di Piala Dunia. Sebelumnya, ia menangani Korea Selatan di Piala Dunia Rusia 2018.
Terkait persiapan mental itu, Jay juga ingin menularkan ilmu yang didapatkannya selama dua musim berkarier di Italia. Pemain berusia 24 tahun itu menyebut ketangguhan mental adalah faktor ”x” yang membedakan Liga Italia dengan liga-liga lainnya.
”Saya belajar banyak di Italia tentang mentalitas bertanding. Italia memiliki banyak bek tangguh yang dalam pertandingan menghindari penampilan berisiko. Itu adalah keunggulan mental pemain Italia sebab selalu mereka berusaha untuk tidak kebobolan,” ujar Jay.
Pada sesi latihan resmi di SUGBK, Rabu malam, latihan Indonesia dominan dipandu oleh pelatih kebugaran, Shin Sang-gyu. Ia membagi 24 pemain outfield menjadi enam kelompok yang masing-masing terdiri atas empat pemain. Mereka menjalani latihan agility.
Meskipun absen melawan Jepang akibat akumulasi kartu kuning, gelandang tengah Ivar Jenner tetap menjalani latihan bersama rekan setimnya. Ia menjalani latihan fisik dan taktik dengan intensitas yang sama dengan pemain lainnya di skuad Indonesia.
Saya belajar banyak di Italia tentang mentalitas bertanding. Italia memiliki banyak bek tangguh. (Jay Idzes)
Kemudian, Sang-gyu membagi pemain dalam delapan kelompok yang masing-masing berisi tiga pemain. Sesi latihan selanjutnya adalah kombinasi operan cepat di ruang sempit.
Para pemain melakukan operan pendek satu sentuhan. Tak ketinggalan, ofisial pelatih Indonesia juga meminta pemain memanggil rekannya yang menjadi sasaran operan demi meningkatkan komunikasi.
Di sisi lain, tiga penjaga gawang Indonesia, yaitu Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan M Riyandi, berlatih terpisah bersama dua pelatih kiper, Kim Bong-soo dan Yoo Jae-hoon. Secara khusus, Maarten dilatih melakukan operan pendek untuk memulai proses serangan. Arah operan Maarten difokuskan ke sisi sayap.
Selanjutnya, kiper FC Dallas itu menjalani sesi latihan pribadi untuk menangkap tembakan dalam situasi ada pemain bertahan yang menghalangi jarak pandangnya. Adapun Nadeo dan Riyandi menjalani sesi latihan menghentikan tembakan langsung jarak dekat.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus Harjono