Bodo/Glimt, tim kecil penakluk raksasa Manchester City dan Atletico Madrid, kini berupaya menghadang langkah Inter Milan menuju babak 16 besar Liga Champions.
18 Feb 2026 14:23 WIB · Olahraga
AP
BODO, RABU — Bodo/Glimt memiliki motivasi dan kepercayaan tinggi setelah menumbangkan dua tim besar, Manchester City dan Atletico Madrid, dalam dua laga terakhir fase liga Liga Champions Eropa. Tim kecil asal Norwegia itu pun melaju ke babak playoff dan kini membawa misi menjegal langkah finalis musim lalu, Inter Milan, untuk melaju ke babak 16 besar.
Laga di Stadion Aspmyra, Bodo, Kamis (19/2/2026) mulai pukul 03.00 WIB, akan berlangsung dalam udara yang membekukan, yaitu bisa mencapai -8 derajat celsius.
Bodo/Glimt sudah menemukan resep jitu untuk mematahkan permainan tim-tim besar seperti City dan Atletico dengan memutus aliran bola dari pengatur permainan. Selain itu, mereka juga mamaksa permainan lebih melebar untuk membuka ruang serangan balik.
Hasilnya, tim asuhan Pelatih Kjetil Knutsen itu menggulung City yang diasuh maestro sepak bola, Pep Guardiola, dengan skor 3-1 di udara membeku Aspmyra yang mencapai -9 derajat celsius pada 20 Januari lalu.
Namun, serangan balik itu bukan pola baku Bodo/Glimt. Patrick Berg dan kawan-kawan juga mampu bermain menekan agresif seperti saat menundukkan Atletico 2-1 di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 28 Januari lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/18/ec3adb0b628b5a2de479fa94a62c67d7-_.jpg)
”Besok adalah kompetisi yang berbeda, hanya berselang empat hari (dari laga kontra Juventus di Serie A), dan kami tahu pentingnya pertandingan ini. Kami telah bermain cukup baik, tetapi sayangnya tidak lolos langsung ke babak 16 besar dan kami harus melaju melalui babak playoff melawan tim tangguh yang telah menyulitkan City dan Atetico Madrid. Mereka adalah tim yang tangguh, baik karena level yang telah mereka capai saat ini maupun karena pertumbuhan sepak bola Norwegia, dengan tim nasional yang telah lolos langsung ke Piala Dunia,” ujar Pelatih Inter Cristian Chivu dalam konferensi pers di Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia.
Dua kemenangan Bodo/Glimt itu, yaitu versus City dan Atletico, bertumpu pada strategi utama memutus aliran umpan dari pengatur permainan. Taktik itu dimulai dengan memberi tugas ekstra pada striker Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg untuk mengawal pendistribusi bola tim lawan. Mereka mengawal pergerakan horizontal pengontrol permainan City, Rodri, serta gelandang simpul Atletico, Koke.
Kami harus memiliki kelompok pemain yang bersemangat untuk bekerja keras, tidak peduli suhunya -10 derajat celsius.
Kemampuan adaptasi para pemain Bodo/Glimt dalam menerapkan skema permainan berbeda itu menjadi ancaman serius bagi Inter dalam laga pertama babak playoff Liga Champions, Kamis dini hari nanti. Pemain Inter yang akan menjadi target utama untuk diredam adalah regista Piotr Zielinski atau Henrikh Mkhitaryan.
Dalam beberapa laga terakhir, Zielinski menjadi pilihan utama Chivu untuk menjadi pendistribusi bola dari depan trio lini pertahanan. Perubahan peran itu mampu dijalankan oleh Zielinski dengan solid. Dia mendekati performa terbaiknya.
”Saya lebih menyukai mezzala, tetapi akhir-akhir ini pelatih memainkan saya sebagai regista, hal yang bukan masalah bagi saya. Ketika dia memerlukan saya di posisi itu, saya akan selalu siap,” ungkap Zielinski, awal Januari lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/18/826bad9a0d27279ae4da9b2fa8562cc1-_1_.jpg)
Jika gelandang asal Polandia itu menjadi target utama pengawalan Hogh dan Blomberg, Chivu bisa menginstruksikan Nicolo Barella untuk bertukar peran dengan Zielinski. Mereka sering memainkan peran double-pivot bergantian, hal yang membuat permainan ”Nerazzurri” jauh lebih dinamis. Barella, meskipun lebih agresif menyerang, mampu menjadi regista untuk mengisi peran Henrikh Mkhitaryan saat cedera.
Jika Chivu bisa menemukan solusi mematahkan pondasi strategi Knutsen itu, peluang untuk mengedalikan permainan dan menciptakan peluang gol akan lebih terbuka. Dalam laga ini, lini serang Inter tidak akan diperkuat oleh Hakan Calhanoglu karena masih dalam pemulihan cedera.
Posisinya kemungkinan besar akan ditempati oleh Petar Sucic yang mampu bergerak lincah dalam ruang sempit. Kemampuan Sucic ini sangat krusial untuk mengoyak pertahanan Bodo/Glimt yang akan dikomandoi oleh Jostein Gundersen dan Odin Bjortuft yang sangat kuat dalam tekel dan mengeblok bola.
”Ini jelas akan menjadi ujian terberat yang pernah kami hadapi. Kami hanya perlu melakukan yang terbaik dalam pertandingan seperti ini. Kita hanya perlu melihat apakah kita siap atau tidak. Ini akan menjadi peningkatan dari apa yang biasa kita lakukan,” ujar Gundersen.
Kecenderungan Bodo/Glimt untuk memainkan umpan-umpan panjang serta counter pressing juga menjadi ancaman bagi pertahanan Inter. Potensi serangan balik cepat menuntut konsentrasi ekstra dari trio bek Alessandro Bastoni, Yann Bisseck, dan Manuel Akanji.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/18/9ecb63256150c0f5d515104da0127f13-Screenshot_160_.png)
”Inter adalah tim papan atas Eropa dengan pemain-pemain berkualitas. Kita harus melakukan segala sesuatunya dengan cara kita sendiri, berdasarkan posisi kita saat ini. Kami harus memiliki kelompok pemain yang bersemangat untuk bekerja keras, tidak peduli suhunya -10 derajat celsius. Kami telah berhasil menanamkan mentalitas itu dan berada pada level fisik yang baik,” ujar Knutsen di laman resmi UEFA.
Bagi Bastoni yang sedang dalam sorotan karena dinilai berlebihan dalam bereaksi saat jatuh menyusul kontak dengan pemain Juventus, Pierre Kalulu, di laga Liga Italia, dirinya menyatakan tetap bisa fokus menjalani laga nanti. Kontroversi dalam derbi Italia itu, yang berujung kartu kuning kedua dan kartu merah Kalulu, membuat Bastoni menjadi sasaran serangan di media sosial.
Bahkan, dia mendapat ancaman pembunuhan. Bastoni secara terbuka meminta maaf karena berlebihan dalam bereaksi dalam laga Serie A itu.
”Dari sudut pandang pribadi, hal itu tidak terlalu memengaruhi saya. Kami sudah terbiasa dan terpapar dengan jenis kecaman media seperti ini. Saya mampu dan terampil dalam menangani situasi ini. Saya lebih merasa kasihan kepada istri dan putri saya yang masih belum mengerti. Menerima ancaman kematian adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya merasa kasihan kepada dia dan wasit La Penna yang berada dalam situasi yang sama. Mereka tidak terbiasa dengan situasi seperti ini,” ujar Bastoni.
”Secara mental, saya sangat baik. Hal yang sama terjadi sebaliknya saat melawan Liverpool dengan (Florian) Wirtz (yang berujung penalti) dan tidak ada yang terkejut. Saya benar-benar ingin bermain di lapangan. Saya tidak terganggu secara mental atau fisik. Saya siap bermain,” ujar Bastoni kemudian menjelang laga kontra Bodo/Glimt.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/25/1bffeed2-ed0e-4398-9078-e667b6e75eb6.jpg)
Mentalitas Bastoni sangat krusial untuk bermain maksimal mengamankan lini pertahanan Inter. Insting bertahan juga perlu lebih dibangkitkan pada Federico Dimarco serta Luis Henrique di sisi lebar lapangan, terutama dalam transisi. Dimarco, yang punya insting menyerang kuat, sejauh ini menjadi pemain kunci terciptanya gol-gol Inter. Dia juga akan menjadi target untuk dijinakan oleh Fredrik Sjovolt dan Hakon Evjen.
Dimarco sangat berbahaya karena di musim ini sudah mencetak 14 asis dan enam gol di semua kompetisi. Dia menjadi sosok pemecah kebuntuan, hal yang akan sangat diperlukan oleh dua ujung tombak Inter, Marcus Thuram, dan kapten tim, Lautaro Martinez.
Tantangan berikutnya bagi Inter adalah temperatur udara yang akan sangat dingin dan lapangan berumput sintetis yang memerlukan adaptasi cepat dari para pemain. Lapangan berumput sintetis sangat menantang karena berpotensi licin, membuat bola meluncur lebih cepat serta memantul lebih tinggi. Para pemain Inter beradaptasi dengan kondisi lapangan seperti itu dalam sesi latihan, yaitu di mana salju menumpuk di tepi lapangan.
”Keselamatan para pemain selalu menjadi perhatian utama karena saya ingin mereka semua sehat. Kami membutuhkan semua orang dalam kompetisi dengan jadwal yang sangat padat. Kami sedang melakukan latihan terakhir di sini untuk membiasakan diri dengan cuaca dan kondisi lapangan,” ujar Chivu.
”Keajaiban tidak dijamin, tetapi secara mental, kami akan siap bertarung. Mereka ambisius dan akan memberikan yang terbaik untuk mempersulit kami dan menang, tetapi kami akan siap melakukan hal yang sama. Kami akan siap selama 180 menit mengingat ini adalah pertandingan dua kali pertemuan,” ujar Chivu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/31/eb84c3653287206f18e150271e0ad5bc-Italy_Soccer_Serie_A_135513256.jpg)
Terkait cuaca dingin dan kondisi bersalju, Chivu menegaskan, dirinya lebih mewaspadai kemampuan para pemain Bodo/Glimt yang mampu beradaptasi dengan pola permainan berbeda.
”Kami tidak terkesan dengan salju. Kami melihat itu setiap hari dari pusat latihan kami. Kami terkesan dengan apa yang telah dan dapat dicapai Bodo. Mereka memiliki semangat, kualitas, dan banyak pemain yang berprestasi. Tim ini benar-benar berkembang dan kami harus bermain bagus serta siap untuk menghadapi apa pun,” ujar Chivu kemudian.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan