Kuartet tim semenjana akan menantang kemustahilan. Di tengah situasi tidak diunggulkan, mereka berpotensi memberikan kejutan.
17 Feb 2026 16:41 WIB · Olahraga
AFP/NTB/Fredrik Varfjell
BODO, SELASA — Empat tim ”kurcaci” akan menjalani laga kandang berat pada gim pertama playoff babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Misi terkesan mustahil untuk lolos justru menjadi ujian mereka untuk masuk ke level persaingan elite Eropa.
Bodo/Glimt (Norwegia), Club Brugge (Belgia), Olympiacos (Yunani), dan Qarabag (Azerbaijan) adalah empat klub semenjana dalam persaingan Liga Champions. Mereka akan menghadapi tim dari liga-liga yang lebih mapan dan masuk kategori top Eropa. Masing-masing lawan tim kurcaci itu ialah Inter Milan, Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, dan Newcastle United.
Khusus bagi Bodo/Glimt dan Qarabag menjalani debut bermain di babak gugur Liga Champions. Itu adalah prestasi apik bagi kedua tim, sebab mereka sama-sama tersisih di babak kualifikasi pada musim lalu.
Olympiacos kembali ke fase gugur Liga Champions setelah menanti 12 musim. Pada babak 16 besar 2013-2014, langkah raksasa Yunani itu dihentikan Manchester United. Capaian terjauh Olympiacos adalah perempat final edisi 1998-1999.
Sementara Club Brugge menjalani musim ketiga pada dekade 2020-an tampil di babak gugur. Dua musim sebelumnya, yakni 2022-2023 dan 2024-2025, Brugge mampu tampil ke babak 16 besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/21/6c4b09581a99cf139606d3e23d9ba5f8-wires_photo_62_.jpg)
Dalam sejarah di pentas kontinental, mereka masih memegang prestise sebagai satu-satunya tim Belgia yang pernah melaju hingga laga final Liga Champions pada edisi 1977-1978.
Lawan-lawan yang mereka hadapi bukan tim mudah. Bodo/Glimt, misalnya, akan menantang finalis musim lalu, Inter Milan. Di atas kertas, sulit bagi Bodo/Glimt bisa menyingkirkan Inter.
Secara performa, Inter sudah menemukan titik klimaks penampilan musim ini di bawah kendali Cristian Chivu. Inter datang ke Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia, Kamis pukul 03.00 WIB, dengan catatan enam kemenangan beruntun di semua ajang. ”I Nerazzurri” sudah unggul delapan poin di puncak klasemen Liga Italia.
Adapun Bodo/Glimt masih dalam periode pramusim Liga Norwegia 2026. Pasalnya, kompetisi musim terbaru di Norwegia baru akan berlangsung mulai Maret mendatang.
Meski begitu, Bodo/Glimt datang ke playoff dengan modal apik merujuk dua laga terakhir fase grup Liga Champions. Itu adalah dua laga pertama Bodo/Glimt setelah pergantian tahun. Mereka menaklukkan Manchester City 3-1 di Norwegia, kemudian membawa pulang keunggulan 2-1 dari markas Atletico Madrid.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/be0cb8f0046c6b335d8aa33057d36be1-Italy_Soccer_Europa_League_129085249.jpg)
Modal baik Bodo/Glimt didasari performa apik penyerang Kasper Hogh yang mencetak tiga gol yang membantu timnya menembus zona 24 besar fase grup Liga Champions 2025-2026. Satu hal menarik lain, Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen hadir dengan taktik klasik nan efektif, 4-4-2, yang sudah ganjil di era modern.
”Anak-anak telah memainkan level yang dibutuhkan untuk mencapai babak ini. Kami akan melanjutkan penampilan yang menunjukkan peningkatan kami setelah mencapai perjalanan bersejarah,” ujar Knutsen yang berasal dari Norwegia.
Pelatih Inter Cristian Chivu enggan meremehkan Bodo/Glimt. Menurut Chivu, laga-laga Liga Champions, terutama di fase gugur, selalu menyimpan jebakan jika timnya tidak waspada.
”Bodo/Glimt telah membuktikan bahwa mereka mampu membuat masalah tim-tim besar,” kata Chivu dilansir La Gazzetta dello Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/24/c2a932cde27baf25d8f0e79bf693fda7-FBL_EUR_C1_QARABAG_CHELSEA_133868996.jpg)
Stadion Tofiq Behramov di Baku, Azerbaijan, akan menjadi negara transkaukasia pertama yang menggelar laga fase gugur Liga Champions. Transkaukasia adalah negara yang berada di persimpangan Eropa Timur dan Asia Barat. Catatan itu berlaku setelah Uni Soviet terpecah belah.
Selain Azerbaijan, negara lain masuk kawasan itu ialah Kazakhstan, Georgia, dan Armenia. Duel pertama Qarabag versus Newcastle United, Kamis pukul 00.45 WIB, akan disambut publik Azerbaijan dengan meriah.
Di tengah situasi tidak diunggulkan, pemain-pemain Qarabag ingin membuktikan bahwa Baku bukan tempat ramah bagi ”The Magpies”. Kejutan dengan menumbangkan Benfica dan Eintracht Frankfurt di babak penyisihan adalah bukti Qarabag haram dipandang sebelah mata.
”Newcastle adalah tim yang kuat. Namun, kami sudah mempersiapkan laga ini dengan maksimal,” kata Pelatih Qarabag Gurban Gurbanov dilansir laman media Azerbaijan, Medianews.
Pada kesempatan terpisah, Pelatih Olympiacos Jose Luis Mendilibar dan Pelatih Brugge Ivan Leko bertekad membantu timnya meraih hasil positif pada laga pertama di kandang. Bagi mereka, hal paling utama adalah tampil dengan performa terbaik di dua laga playoff.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/03/8473a7fb7f98f7a0d55a153cf8aac703-wires_photo_4_.jpg)
Olympiacos menyambut Leverkusen di Stadion Georgios Karaiskakis, Piraeus, Yunani. Adapun Brugge menjamu Atletico di Stadion Jan Breydel, Bruges, Belgia.
”Apa yang harus kami lakukan demi dapat hasil positif? Sejak sepak mula kami bermain dengan intensitas dan membuat mereka merasakan kesulitan menghadapi kami di stadion ini,” ucap Mendilibar dilansir laman klub.
Dibandingkan dengan tiga pelatih tim semenjana tersebut, Mendilibar adalah sosok yang memiliki nama paling harus diperhitungkan di kompetisi antarklub Eropa. Juru taktik asal Spanyol itu telah mempersembahkan trofi Liga Konferensi Eropa edisi 2023-2024 untuk Olympiacos.
Pada semusim sebelumnya Mendilibar memberikan Sevilla gelar Liga Europa 2022-2023.
Di sisi lain, Brugge ingin melanjutkan tradisi lolos ke babak 16 besar. Pada musim lalu, mereka lolos dari babak playoff seusai memenangi agregat 5-2 kontra duta Italia, Atalanta.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto