Irak Vs Indonesia 1-0, Mimpi ”Garuda” ke Piala Dunia Sirna

Harapan jutaan pencinta sepak bola Tanah Air kandas di Jeddah, Arab Saudi. Indonesia gagal melangkah lebih jauh di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

12 Okt 2025 04:44 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

JAKARTA, KOMPAS — Setelah mengalami kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada laga pembuka putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, situasi bagi skuad ”Garuda” menjadi serba tidak ideal. Mereka berhadapan dengan Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB dalam sebuah laga ”hidup-mati” yang sarat dengan tekanan mental. Indonesia gagal melangkah ke putaran kelima setelah dikalahkan Irak dengan skor tipis, 0-1.

Tekanan untuk meraih kemenangan ditambah dengan rekor buruk melawan ”Singa Mesopotamia” menggerogoti mental para pemain. Tim Garuda masih dibayangi trauma rekor buruk, yaitu tiga kekalahan beruntun dari Irak sepanjang November 2023 hingga Juni 2024.

Indonesia sedikit lega dengan kembalinya Calvin Verdonk dan Ole Romeny untuk bisa tampil kontra Irak. Kehadiran Verdonk, yang absen saat Indonesia dibantai Jepang dan Australia, mampu menggaransi kokohnya pertahanan dan transisi permainan. Romeny telah membuktikan perannya saat melawan Arab Saudi dan kemampuannya menciptakan peluang berbahaya.

Pelatih tim nasional Indonesia, Patrick Kluivert, memasang komposisi pemain yang jauh berbeda dibandingkan saat Indonesia melawan Arab Saudi. Pada laga kontra Irak, Kluivert memasang Eliano Reijnders dan memberikan kepercayaan besar kepada pemain muda Mauro Zijlstra di lini depan. Kemudian sisi pertahanan sayap dipercayakan kepada Dean James di kiri dan Kevin Diks di kanan. Jay Idzes dan Rizky Ridho, tandem bek yang sudah teruji efektivitasnya dalam laga sebelumnya, menopang pertahanan di sektor tengah. Verdonk langsung mengisi daftar pemain mula, sedangkan Romeny menjadi cadangan.

Iraq Indonesia WCup Soccer

Indonesia mencoba memutus rantai hasil buruk dari Irak dengan menginisiasi serangan dan penguasaan bola. Sepanjang 30 menit babak pertama, Irak tidak banyak melancarkan serangan berbahaya. Lini pertahanan Irak pun tidak terlalu sulit ditembus, terbukti dengan beberapa peluang Indonesia yang terjadi beruntun.

Peluang pertama Indonesia tercipta pada menit ke-14 setelah tusukan Tom Haye dari sayap kiri kepada Zijlstra. Namun, peluang pertama itu tidak menghasilkan gol karena terlalu melebar. Peluang kedua semenit kemudian melalui sundulan Zijlstra yang lagi-lagi dapat dihentikan penjaga gawang Irak, Jalal Hasan. Peluang ketiga terjadi pada menit ke-25 setelah sundulan Ricky Kambuaya di depan gawang yang ditujukan ke Zijlstra ternyata meleset.

Pada menit ke-32, Indonesia kembali mendapat peluang setelah Reijnders menerima umpan silang dari Haye yang menjadi kreator serangan. Kesempatan mencetak gol itu kembali mentah karena tendangan keras Reijnders dari dalam area penalti membentur tiang.

Semenit sebelum wasit meniup peluit panjang, tendangan melengkung James saat mengeksekusi tendangan bebas tercatat sebagai peluang terakhir Indonesia pada babak pertama. Indonesia mendapat dua kartu kuning pada babak pertama masing-masing untuk Verdonk dan Kambuaya.

Iraq Indonesia WCup Soccer

Memasuki babak kedua, Kluivert menarik Kambuaya dan mengganti posisinya dengan Ragnar Oeratmangun. Keputusan ini karena Kambuaya sudah mendapat satu kartu kuning dan beberapa kali melakukan pelanggaran yang tidak perlu terhadap pemain Irak.

Setelah mengganti Kambuaya, pada menit ke-56 Romeny masuk untuk menggantikan Zijlstra yang tampil cukup apik pada babak pertama. Namun, Zijlstra belum mampu mengubah peluang menjadi gol meskipun berkali-kali memiliki kesempatan.

Irak mengubah permainannya pada babak kedua menjadi lebih cepat dan lebih berani memasuki ruang pertahanan Indonesia. Singa Mesopotamia tidak lagi bertahan menunggu serangan Indonesia. Sebaliknya, mereka menciptakan dua kali peluang berbahaya setelah menerobos pertahanan Indonesia dengan umpan-umpan jauh yang akurat.

Gol Irak tercipta pada menit ke-75 oleh Zidane Iqbal yang dalam posisi terkepung berhasil mengeksekusi tendangan akurat dari luar kotak penalti. Sepakan kilat gelandang FC Utrecht itu gagal diantisipasi kiper Marten Paes meskipun telah menjatuhkan diri ke kiri berusaha menjangkau bola.

Gol satu-satunya ini tercipta setelah Irak memacu tempo permainan pada babak kedua dan memaksa skuad Indonesia bertahan jauh ke dalam. Irak lebih kreatif mengkreasikan ruang yang memberi keleluasaan untuk melepas tembakan.

Iraq's Bashar Resan, right, is challenged by Indonesia's Rizky Ridho during the World Cup 2026 Asian qualifier fourth-round Group B soccer match between Iraq and Indonesia at Alinma Bank Stadium in King Abdullah Sports City, in Jeddah, Saudi Arabia, Saturday, Oct. 11, 2025. (AP Photo/Ali Issa)

Bek Irak, Zaid Tahzeen, mendapat kartu kuning kedua setelah sikunya menghantam wajah Kevin Diks saat perpanjangan waktu babak kedua. Bermain dengan 10 pemain, Irak tetap mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Sementara itu, sebanyak enam pemain Indonesia mendapat kartu kuning dalam pertandingan yang sempat dihentikan sebentar karena pelemparan botol air oleh penonton Indonesia ke lapangan. Dengan hasil tersebut, sirna mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.

Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, mengatakan, tim telah bekerja keras dan hasil malam itu bukanlah akhir dari segalanya. Tim tersebut dibentuk tidak hanya untuk Piala Dunia saja, tetapi masih banyak turnamen lain yang akan diikuti.

”Hasil yang berat diterima dan kami bermain dengan emosional. Kami kecewa dengan keputusan wasit meskipun di lapangan saya selalu menekankan kepada pemain untuk menghormati keputusan wasit,” ujar Idzes dalam wawancara seusai laga yang disiarkan langsung RCTI.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan