Serangan pertama Amerika dan Israel menghantam sekolah dasar putri Shajare Tayyebeh di Minab, Iran.
04 Mar 2026 14:17 WIB · Internasional
AFO/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI/ISNA
Jutaan warga berpakaian hitam-hitam memadati sepanjang jalanan di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, Selasa (3/3/2026). Sejak pagi mereka menunggu upacara pemakaman 150 anak-anak sekolah dasar yang tewas karena sekolah mereka terkena serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, 28 Februari.
Para orangtua, kerabat, dan teman-teman yang selamat tak kuasa membendung air mata dalam upacara itu. Mereka mendekap erat foto korban. Sementara di tempat penyimpanan jenazah, petugas memindahkan jenazah anak-anak satu per satu dari penyimpanan berpendingin ke peti mati yang sudah disiapkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/795bf3b9-29d9-4f30-90e2-d8bd778493d9.jpg)
Semua peti ditempel foto dan diberi nama untuk mengidentifikasi korban di pemakaman. Selanjutnya peti dibawa secara bertahap dengan beberapa truk bak terbuka, menuju kuburan di Minab. Terdapat sebuah spanduk di atas truk dalam berbahasa Persia yang berbunyi ”Upacara doa untuk anak-anak Minab yang gugur”.
Truk berjalan perlahan membelah kerumunan jutaan pelayat. Beberapa kerabat berusaha mendekat untuk sekadar menyentuh peti mati yang dipasang foto dan diselubungi bendera negara. Sebagian yang lain menaburkan bunga ke arah truk. Di pemakaman, tiga buldoser dikerahkan untuk membuat ratusan lubang dengan cepat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/ced744f3-399d-4394-9368-b306bed87c55.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/2dfe22bb-18db-4be5-8f92-7e7da27b9656.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/9577d69c-cd04-4455-997d-e75932f0617c.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/a384693f-393a-4c1a-818f-a3a1bd8a232b.jpg)
Peti mati berisi korban anak-anak korban rudal AS-Israel pada 28 Februari di sekolah dasar anak perempuan bersiap untuk dikuburkan di Minab, Iran, Selasa, 3 Maret 2026. (AFP/ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI)
Pelayat menyiapkan peti mati anak-anak yang terbunuh dalam serangan terhadap sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iran untuk pemakaman di Minab pada Selasa (3/3/2026). (AFP/ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI)
Pelayat menaburkan bunga pada peti mati anak-anak yang terbunuh dalam serangan terhadap sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iranís selama pemakaman di Minab Selasa (3/3/2026).
AFP/ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI
Gambar ini, dirilis oleh departemen media asing pemerintah Iran menunjukkan peti mati dibawa sebelum prosesi pemakaman untuk para korban, sebagian besar anak-anak, saat serangan pertama Israel-AS tanggal 28 Februari 2026.
Sebuah serangan gelombang pertama AS dan Israel pada hari Sabtu menghantam sekolah dasar putri Shajare Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Daerah ini merupakan tempat strategis dan berada dekat rute laut strategis Selat Hormuz.
Pihak berwenang Iran mengatakan serangan di Minab merupakan salah satu peristiwa dengan korban jiwa sipil terbesar yang dilaporkan dalam konflik tersebut. Sebanyak 150 orang yang sebagian besar anak-anak yang sedang menuntut ilmu dilaporkan tewas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/ba2e8636-2acc-4a21-9337-5e4ba95e4bf2.jpg)
Rekaman yang diambil dari tempat parkir menunjukkan asap hitam mengepul dari bangunan yang dihiasi mural bergambar krayon, anak-anak, dan sebuah apel. Dari hasil pelacakan AFP, bangunan sekolah terletak di dekat dua lokasi yang dikendalikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Klinik Shahid Absalan, yang berada di bawah pengawasan komando medis angkatan laut IRGC, terletak 238 meter dari lokasi tersebut. Sementara kompleks budaya IRGC Seyed al-Shohada berjarak 286 meter.
Serangan lain yang datang bersamaan dengan serangan di sekolah putri ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan petinggi militernya. AS dan Israel melancarkan tiga serangan pada hari pertama, Sabtu, dalam waktu 60 detik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/a26ce2de-de96-4eb9-8e8a-aa98c8cd0d87.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/d93ff79c-93ff-4aec-9c41-a09f5821f59a.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/a5ba254e-65b3-4c35-bcb5-578ba1cbbabc.jpg)
Warga menghadiri pemakaman korban tewas serangan AS-Israel pada 28 Februari di sekolah dasar anak perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026). (AP/Abbas Zakeri)
Ribuan pelayat menghadiri pemakaman anak-anak yang tewas dalam serangan di sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iran, di Minab pada Selasa (3/3/2026). (AFP/ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI)
Pelayat menangis selama pemakaman anak-anak yang terbunuh dalam serangan di sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iranís, di Minab pada Selasa (3/3/2026). (AFP/ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Senin mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan sengaja menargetkan sebuah sekolah. ”Amerika Serikat tidak akan sengaja menargetkan sekolah. Tujuan kami adalah rudal, baik kemampuan untuk memproduksinya maupun kemampuan untuk meluncurkannya,” katanya kepada wartawan. Pentagon sedang menyelidiki dugaan insiden tersebut, tambahnya.
Pihak militer Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka tidak mengetahui adanya serangan AS atau Israel terhadap sekolah. ”Saat ini kami belum mengetahui adanya serangan Israel atau Amerika di sana. Kami beroperasi dengan sangat akurat,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani kepada wartawan.
Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Hengaw, mengatakan, sekolah Shajare Tayyebeh sedang mengadakan sesi pagi pada saat kejadian. Sebanyak 170 siswa hadir pada hari itu. Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan target yang dituju dalam serangan itu adalah fasilitas IRGC di dekatnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/6e929311-5cb0-4d08-a09b-7e76fdf169c8.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/6b994d72-33e6-4877-8989-a14d5beee067.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/1235868e-676c-43f7-b3fd-66ab2da715ed.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/57163a51-f893-46bd-bbf2-3be2f8332618.jpg)
Gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini menunjukkan lokasi serangan terhadap sekolah anak perempuan di Minab, di provinsi Hormozgan selatan Iran, pada Sabtu (28/2/2026). (AFP/ISNA/ALI NAJAFI)
Gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini menunjukkan Suasana di lokasi serangan Amerika dan Israel yang menghantam sekolah anak perempuan di Minab, di provinsi Hormozgan selatan Iran, pada Sabtu (28/2/2026). (AFP/ISNA/ALI NAJAFI)
Gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini menunjukkan lokasi serangan terhadap sekolah anak perempuan di Minab, di provinsi Hormozgan selatan Iran, pada Sabtu (28/2/2026). (AFP/IRIB)
Serangan mematikan AS dan Israel yang menghantam sekolah dasar anak perempuan di Minab, di provinsi Hormozgan Iran selatan dekat rute laut strategis Selat Hormuz. (AFP/IRIB)
Insiden tersebut juga dikecam oleh badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO, dan aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai. Menyerang lembaga pendidikan, rumah sakit, atau struktur sipil lainnya secara sengaja merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar