Istana Negara dan Istana Merdeka Bersolek Sambut HUT Ke-80 RI

Persiapan peringatan HUT ke-80 RI, 17 Agustus mendatang, terus dikebut. Fasilitas diperbaiki, pengisi acara berlatih.

12 Agt 2025 15:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu, Hendra A Setiawan

Menjelang peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Istana Kepresidenan Jakarta tampak berbeda. Sejak beberapa pekan terakhir, para pekerja sudah keluar masuk merenovasi dan mempersiapkan helatan nasional ini.

Pekan lalu, Istana Negara yang berhadapan dengan Jalan Juanda dicat ulang. Besi scaffolding dipasang supaya petugas bisa menjangkau dinding bagian atas.

Selasa (12/8/2025) ini, Istana Negara sudah putih bersih. Pengecatan sudah rampung. Taman di depan Istana Negara dengan pohon beringin kembarnya pun sudah tertata lengkap dengan tanaman hias dari suku Bromeliaceae atau nanas-nanasan serta bunga helliconia.

Tak sebatas itu, gerbang samping Istana Negara pun diperbarui. Gerbang dibuat lebih tinggi dengan logo Istana Kepresidenan yang bergambar pilar dan burung Garuda.

Pekerja mengecat pilar Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2025). Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, kawasan Istana Kepresidenan Jakarta mulai dipercantik karena menjadi pusat peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus. Kompas/Hendra A Setyawan

Halaman tengah Istana Negara dan Istana Merdeka juga sudah bersalin rupa. Sebagian jalur aspal penghubung kedua gedung Istana itu sudah diberi naungan tenda berkain Merah Putih. Untaian kain Merah Putih juga menghiasi atap koridor penghubung kedua istana itu.

Istana Merdeka pun berbenah. Beranda belakang Istana Merdeka kini ditutup kaca.

Sebelumnya beranda belakang Istana Merdeka ini dibiarkan terbuka. Presiden Joko Widodo kerap memanfaatkannya untuk menerima tamu dan berbincang informal di beranda ini. Beberapa kali, konferensi pers berlangsung di beranda ini. Salah satunya adalah keterangan Presiden Jokowi terkait pasien Covid-19 pertama di Indonesia pada awal Maret 2020. Saat itu, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kini, beranda bertutup kaca dengan lis putih. Tirai hijau toska muda tampak siap menghalangi panas matahari.

Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh staf khusus baru dari kalanganan milenial di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Mereka adalah (dari kiri ke kanan) Andi Taufan Garuda,  Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Gracia Billy Yosaphat Membrasar,  Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Ma'ruf. Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan bahwa ia akan tetap mempertahankan staf khusus yang lama. Kompas/Wawan H Prabowo

Selain itu, tangga di kiri dan kanan beranda kini dipagari. Pagar putih ini akan bisa menjadi pegangan pengaman bagi orang yang melintas.

Sementara bagian depan beranda Istana Merdeka kini ditambahi podium untuk inspektur upacara HUT RI. Karena itu, dari podium disiapkan tangga tambahan. Tangga ini akan dilalui petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan mengambil bendera dari inspektur upacara di upacara penaikan bendera.

Adapun di sore hari, tangga ini kembali digunakan Paskibraka untuk mengembalikan bendera, seusai upacara penurunan bendera.

Namun, tangga ini sudah pula dimanfaatkan saat Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, Senin (11/8/2025).

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Peru Dina Ercilia Bokuarte Zegarra (kiri) bersiap melakukan inspeksi pasukan saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025). Kunjungan Dina ke Indonesia merupakan kubjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Peru, untuk menghadiri KTT APEC pada November 2024. Kompas/Hendra A Setyawan

Selain itu, bangunan semipermanen tampak sudah siap di bagian kanan dan kiri halaman Istana Merdeka. Tampak pula bangunan semipermanen di Jalan Merdeka Utara, persis di depan gerbang Istana Merdeka.

Renovasi memang sudah berlangsung beberapa pekan ini. Umumnya pekerja renovasi baru mulai memasuki Istana Merdeka saat Presiden Prabowo Subianto sudah pulang atau tak berkantor di Istana Kepresidenan Jakarta.

”Masak (ketika Presiden bekerja di Istana ada) tak-tuk-tak-tuk berisik orang kerja,” ujar salah seorang staf di Istana Kepresidenan Jakarta kepada Kompas beberapa hari lalu.

Seratus televisi

Hingga kini, persiapan HUT ke-80 RI masih terus berlangsung. Puluhan pekerja bergantian menunaikan tugas. Beberapa pekerja tampak menanti giliran masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa siang. Kelompok ini akan memasang sekitar seratus televisi raksasa dalam Istana maupun di halaman. Televisi-televisi ini akan membantu semua peserta agar dapat lebih jelas menyaksikan jalannya upacara kelak.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersiap istirahat siang seusai gladi kotor upacara penaikan bendera, Selasa (12/8/2025). Selepas makan siang, mereka berlatih untuk.upacara penurunan bendera. Ini latihan perdana Paskibraka di Istana Kepresidenan Jakarta.

Wakil Menteri Sekretaris Negara sekaligus salah satu Juru Bicara Presiden, Juri Ardiantoro, tidak memungkiri, berbagai pengaturan dan persiapan memang dilakukan di Istana beberapa hari sebelum 17 Agustus 2025. Pasalnya, bukan hanya Presiden, Wakil Presiden, dan para anggota Kabinet Merah Putih yang akan memperingati HUT ke-80 RI di Istana, tetapi juga masyarakat umum.

Tahun ini, Istana membuka kesempatan untuk 16.000 warga mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan di Istana. Sebanyak 16.000 warga itu akan dibagi dua, yakni 8.000 orang hadir saat upacara pengibaran bendera, pagi hari. Lainnya, mengikuti upacara penurunan bendera, sore hari.

Pesta rakyat

Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan mengikuti pesta rakyat yang diselenggarakan di Istana. Sepanjang pesta rakyat, mereka bisa menikmati aneka hidangan Nusantara yang disediakan oleh para pedagang kaki lima. Ada pula panggung hiburan yang tersedia.

Oleh karena itu, kata Juri, pengaturan untuk gelaran peringatan hari kemerdekaan masih dilakukan hingga jelang 17 Agustus. ”Pagi ini sedang dipastikan pengaturannya,” ujarnya.

Di bawah guyuran hujan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berlatih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Ini adalah latihan perdana Paskibraka di Istana. Mereka akan bertugas di upacara peringatan HUT ke-80 RI, Minggu (17/8/2025).

Di bawah hujan

Sementara itu, gladi kotor untuk upacara peringatan kemerdekaan mulai dilangsungkan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2025) pagi. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka memulai dengan prosesi pengambilan bendera di Monumen Nasional atau Monas.

Dua personel Paskibraka kemudian membawa Bendera Pusaka dan duplikatnya menggunakan kereta kencana. Dua personel TNI berdiri di bagian belakang kereta mengawal kirab. Kereta kencana ditarik beberapa ekor kuda.

Barisan Paskibraka dan personel TNI kemudian berlatih menaikkan bendera latihan berwarna kuning dan hijau. Kendati hujan mulai turun sekitar pukul 10.00 WIB, pasukan terus berbaris dan berlatih membentuk formasi tujuh belas, delapan, dan empat puluh lima.

Pasukan gabungan TNI dan Polri pun sempat berlatih formasi dan tarian. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memantau jalannya gladi pun sempat ikut bergoyang.

Personel TNI dan Polri melakukan gladi kotor peringatan HUT ke-80 RI, Selasa (12/8/2025) di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Secara keseluruhan, menurut Prasetyo, terdapat lebih dari seribu orang pengisi acara HUT ke-80 RI.

Seusai memantau gladi kotor, Prasetyo menjelaskan semua masih beradaptasi dengan lokasi upacara. ”Memang, ya, namanya masih gladi kotor, jadi belum sempurna. Sambil kita juga coba mengevaluasi mana yang sekiranya perlu kita perbaiki,” ujarnya kepada wartawan.

Sebanyak 76 personel Paskibraka dari berbagai wilayah di Indonesia sudah berlatih di Cibubur. Namun, diakui masih ada yang grogi di saat latihan pertama di Istana ini.

”Mungkin, ya, karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Istana, ada beberapa yang agak-agak masih grogi-grogi sih. Kalau pengalaman kami, ini hanya karena belum terbiasa saja,” tambah Prasetyo.

Menurut rencana, Presiden Prabowo Subianto akan mengukuhkan Paskibraka pada 13 Agustus. Adapun latihan terakhir akan dilangsungkan pada 14 Agustus.

Sepanjang gladi, dilakukan rekayasa lalu lintas. Jalur jalan dari Monas ke Istana pun dibuka-tutup. Prasetyo pun memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Jakarta yang beraktivitas di sekitar Istana Merdeka.

”Kalau memang dalam beberapa hari ke depan agak sedikit terganggu kenyamanannya karena kita mulai ada kegiatan di Istana Merdeka, kami memohon maaf. Tapi tentunya, kami sangat yakin bahwa masyarakat pasti tidak merasa terganggu karena toh rekayasa lalu lintas itu semangatnya hanya untuk membuat semua kegiatan peringatan HUT ke-80 RI berjalan dengan lancar,” kata Prasetyo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu, Hendra A Setiawan
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase