Jakarta Sodorkan 31 Proyek ”Naik Kelas” Senilai Rp 430 Triliun

Jakarta Investment Festival 2025 menargetkan investasi sebesar Rp 430,9 triliun untuk proyek-proyek strategis seantero kota.

25 Jul 2025 08:35 WIB · Metropolitan

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Edisi kelima Jakarta Investment Festival hadir dengan wajah segar. Proyek-proyek strategis tak lagi terpaku di pusat dan selatan kota, tetapi merata ke penjuru Jakarta.

Target tahun ini ambisius sesuai visi Jakarta Kota Global dan Berbudaya. Minimal menjadikan Jakarta sebagai hub ASEAN dan maksimal masuk top kota global.

Penjajakan investasi diawali suasana santai tetapi strategis. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka sesi networking night di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025) malam.

Dalam acara festival investasi ini, pemerintah, pelaku usaha, dan mitra global lintas sektor bertemu, mempererat simpul kemitraan strategis. Rano menyebutkan, pertemuan tersebut penting di tengah dunia yang tak pasti karena ketegangan geopolitik, tekanan ekonomi, dan perubahan iklim.

Meski di tengah tekanan global itu, Asia Tenggara justru tampil menjanjikan. Stabilitas dan kolaborasi di antara negara-negara anggota ASEAN menarik kepercayaan para investor dunia.

Jakarta, lanjut Rano, menyumbang sekitar 6 persen terhadap produk domestik bruto kawasan ASEAN. Menurut Rano, angka ini jadi penanda bahwa Jakarta bukan sekadar ibu kota, melainkan juga motor penggerak perekonomian regional sekaligus simpul diplomasi kawasan.

”Kami menawarkan 31 proyek berkelanjutan di sektor transportasi, air bersih, sanitasi, serta pengembangan kawasan strategis, seperti Ragunan, Grogol, dan Monas. Termasuk pula proyek infrastruktur digital melalui skema public-private partnership,” tutur Rano.

Proyek-proyek strategis ini ditargetkan menyedot investasi hingga Rp 430,9 triliun dalam kurun beberapa tahun ke depan. Cakupannya tak hanya seputar kawasan Sudirman-Thamrin sebagai jantung kota, tetapi menjangkau pengembangan kawasan prioritas, telekomunikasi, termasuk olahraga dan wisata.

Oleh sebab itu, Jakarta Investment Festival 2025 mengusung tema ”Jakarta the Epicentrum of ASEAN: Invest SMART for A Global Start”. Rangkaian kegiatannya mulai Juli sampai Oktober.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre Tona Hutauruk menuturkan, ada sejumlah pembeda dari edisi sebelum-sebelumnya. Kali ini investor akan memaparkan rencana investasi, pendanaan, dan hal terkait lainnya kepada pemerintah, badan usaha, dan pelaku usaha di Jakarta.

Sudut pandang investor ini guna memuluskan penjajakan proyek-proyek tersebut. Kemudian, bertukar pengetahuan tentang initial public offering (IPO) atau melantai di bursa saham.

Topik tentang IPO dibahas karena sejumlah badan usaha didorong melantai di bursa. Dua di antaranya Bank Jakarta—dulu Bank DKI—dan PAM Jaya.

Investasi dalam bidang akal imitasi (kecerdasan buatan atau artificial intelligence) untuk pembangunan kota dan industri kreatif juga dijajaki. Bahkan, pihaknya berbagi pengalaman baik dari Brussel di Belgia sebagai pusat kegiatan Uni Eropa.

”Kami bikin lebih interaktif, tunjukan proyek yang sudah ada. Lebih beragam dan menarik bagi investor,” ujar Tona, Kamis siang.

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek MRT fase 2 CP 203 di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Jumat (11/7/2025). Perkembangan konstruksi fase 2A lin utara sampai selatan telah mencapai 49,99 persen. Proyek pengerjaan CP 203 yang mengerjakan Stasiun Glodok dan Kota telah mencapai 74,79 persen dengan sejumlah pekerjaan utama mencakup pembuatan akses maintenance di terowongan, struktur tangga dan dinding di bok stasiun, hingga pemasangan OTE Duct, dan pembangunan struktur tangga akses pemadam kebakaran.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

11-07-2025

Proyek strategis

Proyek yang ditawarkan tersebar dari utara-selatan, timur-barat, bahkan lintas wilayah. Tak hanya transportasi dan pengembangan kawasan berorientasi transit agar pembangunan Jakarta merata serta mewujudkan target ambisius.

Ada sembilan proyek di Jakarta Utara, di antaranya Sunter Promenade dan pengembangan LRT Jakarta Fase 2A Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS).

Kawasan Ancol juga ikut didorong lewat proyek hotel, eco park, dan Hailai Integrated Lifestyle District. Tak ketinggalan, revitalisasi Pasar Seni dan tiga proyek pengolahan air limbah, yakni WTP Muara Karang, WTP Kanal Banjir Barat 2, dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu Zona 8.

Jakarta Selatan juga menawarkan sembilan proyek, mulai dari Tebet Hotel, kawasan park and ride dan mixed use di Lebak Bulus, apartemen Palm Court, hingga Transit Park Prapanca dan Transit Hub Mega Kuningan.

Proyek pengolahan air limbah IPALD Simatupang Fase II dan properti premium AB Dharmawangsa juga masuk dalam daftar tawaran.

Selanjutnya di Jakarta Pusat dengan lima proyek unggulan, seperti Intercity Point di Jatibaru, revitalisasi Stasiun Sudirman, dan transformasi Stasiun BNI City menjadi lifestyle sports hub.

Proyek C’One mixed use commercial dan LRT Jakarta Fase 1C dari Manggarai ke Dukuh Atas menambah daftar strategis di kawasan pusat kota tersebut.

Jakarta Timur menyusul dengan empat proyek. Proyek itu adalah Hotel akademi e-sport, apartemen dengan podium ritel, hotel bintang empat dengan taman ritel, dan proyek pengolahan air bersih, yakni WTP Condet.

Terakhir tiga proyek di Jakarta Barat, yaitu bangunan terpadu di Glodok, kawasan campuran XGL, dan proyek WTP Semanan untuk pengolahan air bersih.

Satu proyek lainnya mencakup lintas wilayah, yakni pengurangan kebocoran air atau non-revenue water (NRW). Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan air bersih di seluruh Jakarta.

Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Muhammad Herizkianto menuturkan, Jakarta punya peluang besar. Bukan hanya sebagai pusat perekonomian Indonesia, melainkan juga karena menjadi rumah bagi Sekretariat ASEAN.

Konferensi pers tentang Jakarta Investment Festival 2025, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini menargetkan investasi sebesar Rp 430,9 triliun untuk proyek-proyek strategis seantero Jakarta.

Iklim investasi

Realisasi investasi di Jakarta sepanjang Januari hingga Maret 2025 mencapai Rp 69,8 triliun. Angka ini tumbuh signifikan dari Rp 58,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Total proyek investasi mencapai 114.451 atau setara 15 persen dari total investasi nasional. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) Jakarta sebesar Rp 42,2 triliun atau 18 persen dari total PMDN nasional, sedangkan penanaman modal asing (PMA) tercatat 1,7 miliar dollar AS, menyumbang 11,9 persen terhadap total PMA nasional.

Tiga sektor dengan kontribusi terbesar untuk Jakarta di awal 2025 ini adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 24,5 triliun), jasa lainnya (Rp 16,6 triliun), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp 8,6 triliun).

”Ini memperkuat citra Jakarta sebagai kota jasa dan infrastruktur,” ujar Herizkianto.

Pemprov DKI Jakarta membuka pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di Kebayoran Park Mall, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (4/5/2025). Warga bisa mengurus layanan kependudukan dan non-kependudukan.

Lima besar negara investor asing di Jakarta tahun ini adalah Singapura, Jepang, Malaysia, China, dan Hong Kong. Singapura masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 50 persen atau Rp 13,87 triliun.

Keunggulan Singapura sebagai hub global menjadi inspirasi bagi Jakarta yang kini sedang mempelajari cara untuk menarik minat investasi serupa. Meski target investasi di 2025 sedikit menurun menjadi Rp 228,5 triliun, Herizkianto optimistis bisa melampaui target.

Menurut dia, proses kurasi proyek yang lebih ketat dan menyeluruh akan membuat Jakarta tetap menarik, terutama bagi investor asing yang ingin menambah PMA.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Rizal Moelyana menambahkan, di tengah kondisi perekonomian global dan domestik yang penuh ketidakpastian, Jakarta tetap menunjukkan ketangguhan ekonomi. Salah satunya karena peningkatan investasi.

”Kalau melihat situasi saat ini, pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan 4,8 persen sampai 5,4 persen,” ujar Rizal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan