Jalan Panjang PSSI Mencari Pengganti Kluivert

PSSI membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencari pengganti Patrick Kluivert. Direktur Teknik Alex Zwiers membocorkan kriteria pelatih timnas Indonesia berikutnya.

24 Okt 2025 19:00 WIB · Olahraga

ANTARA FOTO

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Mencari pelatih timnas Indonesia baru pengganti Patrick Kluivert ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI. Lebih dari sepekan setelah pemecatan Kluivert, PSSI bahkan belum merumuskan nama-nama calon pengganti.

Fokus terdekat PSSI adalah meyakinkan industri sepak bola internasional terhadap potensi Indonesia serta perlindungan dari serangan publik. Satu hal yang hampir pasti terjadi saat timnas Indonesia bermain jelek atau gagal memenuhi target ialah akan ada sosok yang menjadi sasaran kemarahan publik.

Sosok itu bisa dari pelatih ataupun pemain. Penyerang sayap kanan timnas Indonesia, Yakob Sayuri, mendapat banyak kecaman di akun media sosialnya setelah tampil kurang memuaskan kontra Arab Saudi.

Kluivert pun tidak luput dari kecaman lantaran gagal mengantarkan tim ”Garuda” lolos ke Piala Dunia. Akun media sosial anaknya, Justin Kluivert, yang kini bermain untuk Bournemouth, menjadi sasaran amuk fans timnas.

Perundungan daring yang dialami pemain dan pelatih timnas Indonesia secara berulang dikhawatirkan membentuk citra negatif di dunia internasional. Pada akhirnya, citra itu akan membuat pelaku sepak bola internasional enggan berkarier di Indonesia.

Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert memantau latihan pemain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan China pada laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) malam. Indonesia wajib menang dalam laga itu untuk menjaga peluang lolos ke babak utama Piala Dunia 2016.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
04-06-2025

”Saya sampaikan bahwa hari ini saya sedang melakukan pendekatan ulang kepada stakeholder internasional. Saya sudah mulai harus membuka lagi jaringan internasional. Meyakinkan mereka untuk percaya bahwa kita bukan bangsa yang kejam dan diskriminatif,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Erick menyayangkan adanya serangan bertubi-tubi kepada mereka yang menjadi bagian dari timnas Indonesia. Menurut dia, upaya meyakinkan para pelaku sepak bola internasional itu menjadi hal yang cukup berat.

”Maka, kami dari federasi akan sampaikan kepada calon pelatih dan pemain. Kami akan proteksi mereka dari kasus diskriminasi maupun ancaman (yang mengarah) ke fisik. Tidak mudah meyakinkan dunia internasional,” ujarnya.

Langkah melakukan pendekatan-pendekatan untuk meyakinkan pelaku sepak bola internasional sebisa mungkin berlangsung secara paralel dengan proses merumuskan nama-nama calon pengganti Kluivert. Hanya saja, Erick mengungkapkan hingga saat ini PSSI bahkan belum menyusun daftar calon pelatih timnas.

Erick membantah isu PSSI akan kembali ”bereuni” dengan mantan pelatih timnas Shin Tae-yong. Menurut dia, baik Kluivert maupun Shin sudah menjadi bagian dari masa lalu timnas.

Infografik Patrick Kluivert

Ia pun mengaku tidak buru-buru mencari pengganti Kluivert. Semua tahapan dilakukan dengan terukur dan cermat. Tiadanya agenda tim ”Garuda” seusai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 turut mendorong Erick bersikap sangat selektif menentukan pengganti Kluivert kendati harus memerlukan waktu lebih lama.

Saat kalah dari Irak pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia, Erick langsung menggelar diskusi dengan sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ia tidak menjelaskan isi diskusi yang dimaksud.

Namun, Erick menjelaskan proses menunjuk pelatih baru harus diawali dengan mencari kandidat paling potensial. Hasil dari pencarian itu dilaporkan kepada ketua umum. Dari sana, baru diadakan rapat Exco PSSI yang akan menghasilkan keputusan penentu siapa pelatih Indonesia berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers mengungkapkan, pelatih baru nanti harus memiliki pemikiran atau filosofi yang linier dengan visi menembus Piala Dunia 2030. Zwiers saat ini masih melakukan profiling sejumlah pelatih yang dinilai punya potensi.

Poin-poin dalam indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) juga masih disusun. Hal yang lebih penting lagi, pelatih baru nanti harus bisa menampilkan performa baik untuk mewujudkan target jangka pendek dan panjang.

”Hal terpenting adalah kita harus menemukan profil (pelatih) yang sesuai dengan visi serta identitas Indonesia itu sendiri,” kata Zwiers.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (kedua kanan) memberikan instruksi saat memimpin sesi latihan perdana di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Senin (26/5/2025). Timnas Indonesia mulai menjalani pemusatan latihan di Bali hingga Sabtu (31/5) sebagai persiapan menjelang laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

Rencana uji coba

Kekosongan posisi pelatih menyebabkan agenda jeda internasional Indonesia sedikit bergeser. Jika jeda internasional biasanya diisi dengan laga persahabatan tim senior, kali ini kesempatan kemungkinan besar akan diberikan kepada tim U-23 asuhan Indra Sjafri yang akan tampil pada SEA Games Thailand, Desember mendatang.

Dengan memberikan kesempatan beruji coba pada jeda internasional kepada tim U-23, diharapkan Indra bisa menyusun tim yang lebih solid setelah menghadapi India beberapa pekan lalu.

PSSI mengusung target maksimal pada SEA Games, yaitu mempertahankan raihan medali emas. Untuk mewujudkan target itu, Erick ingin agar tim ”Garuda Muda” melakukannya setahap demi setahap mulai dari menjuarai grup, menang di semifinal, lalu final.

”Bukan tidak mungkin kita coba panggil pemain-pemain terbaik yang kita punya kalau mereka bisa bergabung di jeda Desember. Mungkin, beberapa liga tidak berhenti. Kita akan usahakan undang Adrian (Wibowo), Marselino (Ferdinan), dan Ivar (Jenner) karena kita mau target maksimal,” kata Erick.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar