Ousmane Dembele melengkapi musim gemilang bersama PSG dengan trofi Ballon d’Or 2025. Ia menjadi pemain PSG asal Perancis pertama yang menerima gelar “Oscar Sepak Bola” itu.
23 Sep 2025 07:58 WIB · Olahraga
PARIS, SELASA — Ousmane Dembele memulangkan trofi Ballon d’Or, yang digelar France Football, kepada pemain Perancis. Berkat performa pribadi mengagumkan dan raihan treble winner Paris Saint-Germain, Dembele menjadi pemain Perancis keenam yang dianugerahi ”bola emas”, gelar pesepak bola paling prestisius di dunia.
Kesuksesan PSG meraih gelar Liga Perancis, Piala Liga Perancis, dan Liga Champions selama musim 2024-2025 tidak bisa dilepaskan dari revolusi performa Dembele. Pemain berusia 28 itu menjelma skipper baru ”Les Parisiens” di bawah kendali Pelatih Luis Enrique selepas Kylian Mbappe pergi ke klub idolanya, Real Madrid.
Selain bergelimang trofi dan medali emas, Dembele menandai musim profesional terbaiknya dengan koleksi 35 gol dan 16 asis dalam 53 pertandingan. Catatan statistik itu membuktikan Dembele amat menikmati musimnya bersama PSG.
Pertama kali sejak menembus tim utama Rennes pada kompetisi 2015-2016, Dembele bisa memainkan 50 pertandingan dalam satu musim. Torehan jumlah gol itu pun merupakan kuantitas gol tersuburnya dalam 12 tahun berkarier di level top sepak bola.
Meski begitu, Dembele membuktikan dirinya tetap rendah hati karena tidak berlebihan menyambut upacara Anugerah Ballon d’Or 2025, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB, di Teater Chatelet, Paris, Perancis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/67d54c88-7e04-4354-8119-593206c03fb5_jpg.jpg)
Tidak seperti pemain lain yang rela menyewa outfit supermahal hingga menyewa kendaraan pribadi mewah, Dembele tampil apa adanya demi menyambut penghargaan Ballon d’Or pertamanya.
”Hari ini (Senin) saya lalu seperti biasanya. Saya memulai dengan latihan pagi untuk pemulihan cedera. Saya tiba di sini pukul 20.00 bersama Desire (Doue) dan Joao (Neves). Kami sudah berjanji untuk berangkat bersama dari Parc des Princes (markas PSG),” ujar Dembele tentang persiapannya menghadiri acara Ballon d’Or kepada L’Equipe.
Tiga pemain PSG itu tengah cedera sehingga tidak ikut tim yang bertanding menghadapi Marseille, Selasa WIB, di Stadion Velodrome, MarseilLe. Pada laga pekan kelima Liga Perancis 2025-2026 itu, PSG tumbang 0-1.
”Saya belum merencanakan (pesta) apa pun untuk merayakan ini. Jika pun ada perayaan tersebut, saya tidak merencanakan itu,” ujar Dembele.
Ketika Dembele belum merencanakan perayaan apa pun, hal berbeda dilakukan oleh ultras PSG. Dilansir France Football, ratusan ribu pendukung PSG memadati kawasan sekitar Teater Chatelet untuk menyambut pemain PSG asal Perancis pertama peraih Ballon d’Or.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/46d0f83d9bae79e7df7459fcae698792-APTOPIX_Germany_Soccer_Champions_League_Final_3_.jpg)
Jelas, sambutan kepada Dembele jauh lebih meriah dibandingkan ketika Lionel Messi meraih Ballon d’Or 2023 saat berstatus pemain Les Parisiens.
Ultras PSG menyalakan suar berwarna merah dan kembang api. Mereka juga meneriakkan yel-yel untuk Dembele yang memekakkan telinga orang-orang yang berada di kawasan itu.
Adapun Dembele mengikuti lima seniornya asal Perancis yang sudah lebih dulu merasakan berada di puncak dunia. Mereka adalah Michel Platini yang meraih tiga Ballon d’Or, lalu disusul empat pemain lainnya peraih satu Ballon d’Or, yakni Raymond Kopa, Zinedine Zidane, Jean-Pierre Papin, dan Karim Benzema.
”Trofi ini tidak pernah menjadi tujuan personal saya. Dalam level individu, memiliki trofi ini adalah sebuah anugerah. Saya senang, bangga,” kata Dembele.
”Tentu, ini untuk rekan setim, pelatih, dan seluruh staf di tim. Ini juga untuk seluruh fans saya dan pendukung PSG,” tambahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/01/0732159a-3bac-461f-b15e-610d66470773_jpg.jpg)
Ketika legenda PSG dan Brasil, Ronaldinho, memanggil namanya di atas panggung untuk menerima trofi Ballon d’Or, yang disebut juga ”Oscar Sepak Bola”, Dembele langsung memeluk kedua orangtuanya. Ia pun sempat memeluk mantan rekan setimnya, Gianluigi Donnarumma, yang kini berseragam Manchester City.
Sempat tersenyum ketika menerima trofi dari Ronaldinho, Dembele tak kuasa menahan air mata yang membuncah dari kedua matanya. Suaranya parau saat memulai pidato sambutan.
”Saya tak ingin menangis sebenarnya. Namun, ketika berbicara tentang keluarga saya dan orang-orang yang berkontribusi dalam hidup saya, air mata itu keluar begitu saja. Saya tidak bisa menahannya,” kata Dembele.
Dembele berada di puncak daftar pemenangan Ballon d’Or yang dinilai oleh 100 jurnalis dari negara penghuni 100 besar peringkat FIFA. Ia mengungguli bintang fenomenal Barcelona, Lamine Yamal, dan rekan setimnya, Vitinha.
Ballon d’Or 2025 merupakan sejarah bagi PSG. Sebanyak tujuh pemain utama andalan Enrique pada musim 2024-2025 masuk dalam daftar 15 besar kandidat peraih Ballon d’Or tahun ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/2c414cf2-f74b-46e1-9caa-e5098bf0cd2c_jpg.jpg)
Selain Dembele dan Vitinha, lalu ada Achraf Hakimi (peringkat keenam), Donnarumma (9), Nuno Mendes (10), Kvicha Kvaratskhelia (12), dan Desire Doue (14). Donnarumma dianugerahi Trofi Yashin 2025 yang menandai kiper terbaik selama musim 2024-2025. Legenda Italia, Gianluigi Buffon, mengumumkannya sekaligus memberikan trofi itu kepada Donnarumma.
Sementara Enrique dianugerahi gelar Pelatih Terbaik melalui trofi Johan Cruyff 2025. Enrique tidak hadir di acara penganugerahan itu karena mendampingi timnya menghadapi Marseille. Adapun Yamal membawa pulang trofi hiburan berupa Trofi Kopa 2025 yang diperuntukkan pemain muda terbaik.
”Ini adalah hari bersejarah bagi klub. Terasa indah. Ini adalah buah kerja kolektif untuk kami bisa memenangkan segalanya. Bukan tentang pribadi, melainkan hasil kerja semua orang,” kata Presiden PSG Nasser al-Khelaifi yang hadir langsung di acara itu.
”Penghargaan individu ini sesuai dengan harapan kami di PSG. Ini adalah tujuan kami sebagai langkah untuk bergerak maju bersama. Kami tidak akan puas dan berhenti mengejar trofi,” tutur Al-Khelaifi. (REUTERS)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan