Janji PBVSI Benahi Kompetisi Bola Voli Proliga

Proliga 2026 terancam makin tidak kompetitif dengan peserta yang minim.  PBVSI berencana melakukan pembenahan.

20 Nov 2025 14:36 WIB · Olahraga

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Oleh Rebiyyah Salasah

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia berjanji untuk membenahi kompetisi bola voli nasional, termasuk kasta tertinggi Proliga. Selain menerapkan batas gaji tertinggi, federasi juga akan mengatur soal batas jumlah pemain timnas di tiap klub demi liga yang lebih kompetitif.

Proliga 2026 terancam makin tidak menarik dan kompetitif seiring dengan jumlah peserta yang kian berkurang. Satu-satunya klub Sumatera yang rutin mengikuti Proliga, Palembang Bank SumselBabel, memilih mundur musim depan.

Padahal, Palembang Bank SumselBabel telah mengarungi kompetisi selama 16 tahun sejak edisi 2009. Hanya butuh waktu dua tahun, klub ini pun menyabet gelar juara pada edisi 2011 dan mengulanginya pada edisi 2013.

Mundurnya Palembang Bank SumselBabel membuat hanya ada empat tim tersisa dari musim lalu. Keempat klub itu ialah juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi; runner-up musim lalu, Jakarta Lavani; peringkat ketiga musim lalu, Surabaya Samator; dan klub yang berisikan pemain tim U-21 Indonesia, Jakarta Garuda Jaya.

Pemain Palembang Bank SumselBabel melancarkan serangan saat menghadapi Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dalam laga hari kedua putaran kedua Proliga 2025, Sabtu (15/2/2025) malam, di GOR Terpadu A Yani Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. LavAni akhirnya mengakhiri laga dengan skor 3-2 (25-14, 25-27, 27-25, 23-25, 15-12).

Dengan lima tim pada musim 2025 saja, kompetisi tidak lagi kompetitif. Sebab, tim-tim yang berharap masuk final four hanya perlu mencuri minimal dua kemenangan agar bisa mengamankan tiket ke babak tersebut. Kompetisi babak reguler menjadi tidak terlalu ketat.

Jika tidak ada tambahan peserta lagi, Proliga 2026 akan menjadi musim dengan jumlah peserta kategori putra terminim sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Semua peserta pun otomatis melaju ke babak final four sehingga pertarungan babak reguler akan kurang menantang.

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) berjanji melakukan pembenahan kompetisi, termasuk Proliga. PP PBVSI akan memulainya dengan mengatur batas gaji tertinggi (salary cap) yang akan mulai diperkenalkan pada 2026 dan diberlakukan pada 2027.

Adapun pelaksanaan Proliga 2026 akan diundur menjadi September-November agar kompetisi tidak berjalan setelah Ramadhan. Dengan demikian, tidak ada jeda kompetisi untuk Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Imam Sudjarwo melepas timnas bola voli putri Indonesia menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

”Di samping itu, kami akan atur juga batas jumlah pemain timnas di dalam satu klub itu berapa. Mungkin maksimal dua (permain). Itu sedang kami atur. Kami akan rilis peraturannya awal 2026 sehingga bisa persiapan untuk musim 2027,” ucap Ketua PP PBVSI Imam, Sabtu (15/11/2025).

”Akan ada pengecualian jika itu merupakan pemain timnas, tetapi binaan klub,” ujarnya menambahkan.

Menurut Imam, pengaturan itu ditujukan agar memberikan kesempatan merata kepada klub-klub untuk diperkuat pemain timnas. Dengan demikian, pemain-pemain timnas tidak hanya berkumpul di satu klub tertentu.

Sebelum Proliga 2025 dimulai, batas gaji pernah jadi sorotan Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden keenam Indonesia sekaligus pemilik tim putra Jakarta LavAni ini awalnya membahas jumlah peserta yang minim.

Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi meluapkan kegembiraan setelah mengalahkan tim Jakarta LavAni Livin' Transmedia di grand final PLN Mobile Proliga 2025 di GOR Amongrogo, DI Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).

Padahal, di Livoli Divisi Utama, kompetisi bola voli kasta kedua di Indonesia, ada penambahan klub menjadi 12 tim dari sebelumnya 10 tim. Namun, hal ini tidak dibarengi dengan penambahan peserta di Proliga.

Lewat akun media sosial X, SBY menulis, PP PBVSI perlu menelaah apakah penurunan tersebut berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh tiap klub, terutama untuk merekrut pemain asing. Sebab, jika jumlah dana yang dikeluarkan klub semakin besar, akan sulit bagi mereka untuk membiayai klub.

”Saya menyarankan agar PBVSI memikirkan adanya salary cap atau batas maksimal gaji bagi pemain asing,” tulis SBY.

”Gaji pemain asing yang sangat luar biasa besarnya menurut saya tidak tepat dan justru menimbulkan kesenjangan yang makin tinggi dengan gaji atlet lokal yang prestasinya juga tidak selalu kalah dari atlet asing,” ujarnya lagi.

Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi Kyle Elton Russel melakukan pemanasan sebelum dimulainya pertandingan melawan Jakarta LavAni Livin' Transmedia pada Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).  

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
11-05-2025

Adapun selepas partai puncak Proliga 2025, Dito Ariotedjo yang saat itu menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga juga menyoroti soal jumlah peserta yang minim. Dito pun menekankan soal pentingnya pembenahan untuk membuat liga lebih kompetitif.

”Saya harap Proliga bisa mencari cara untuk memberikan hal lebih baik lagi atau skema lain agar jumlah klub peserta bisa bertambah. Dengan begitu, kompetisi akan semakin merata dan menarik,” ujar Dito.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji