Jay Idzes dan Peluang Naik Kelas bersama Sassuolo

Berkat statistik apik di Serie A Italia musim lalu, Jay Idzes bisa menjadi andalan baru Sassuolo. Bertahan di Serie A adalah tujuan "Neroverde" pada musim kembalinya mereka ke kasta tertinggi itu.

11 Agt 2025 10:18 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Bek tengah dan kapten tim nasional Indonesia, Jay Idzes, menutup segala rumor tentang masa depannya dengan bergabung dengan Sassuolo. Mahar sebesar 7,5 juta euro atau sekitar Rp 142 miliar dikeluarkan ”Neroverde”, julukan tim promosi Serie A Italia itu, untuk mendapatkan jasa Jay.

La Gazzetta dello Sport menyebut Sassuolo juga menyertakan klausul sebesar 500.000 euro (Rp 9,47 miliar) dalam transfer Jay. Klausul itu akan dibayarkan kepada Venezia jika Jay membantu Sassuolo bertahan di kompetisi kasta tertinggi Italia musim ini.

Nilai transfer pemain timnas Indonesia itu pun sesuai dengan nilai pasar Jay per Juni lalu. Setelah merampungkan musim perdana di Serie A, Jay mencatatkan nilai pasar tertinggi merujuk Transfermarkt sebesar 7,5 juta euro.

”Saya senang berada di sini. Sampai bertemu segera di stadion. Forza, Sassuolo,” kata Jay dalam video sambutannya sebagai pemain baru Sassuolo, Minggu (10/8/2025).

Meskipun gagal membantu Venezia kekal di Liga Italia Serie A pada musim 2024-2025, Jay bak permata yang diperebutkan banyak klub menengah Italia. Football Italia melaporkan Hellas Verona dan Torino adalah dua klub lain yang sempat membuka penawaran kepada Venezia terhadap Jay.

Bek tengah Indonesia, Jay Idzes, memprotes keputusan wasit pada gim kontra China pada kualifikasi Piala Dunia 2026, 18 Oktober 2024, di Stadion Pemuda Qingdao.

Kepercayaan Pelatih Sassuolo Fabio Grosso, peraih Piala Dunia 2006, kepada Jay bukan tanpa alasan. Grosso melihat potensi besar dalam diri Jay yang masih berusia 25 tahun.

Berbekal postur ideal setinggi 1,9 meter, Jay berada di jalur yang tepat untuk berkembang di bawah asuhan Grosso. Apalagi, Jay memiliki kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh bek-bek modern.

Bukan hanya berstatus bek tengah dengan nilai pasar tertinggi milik Sassuolo, fisik prima dan kemampuan teknik yang mumpuni adalah bekal Jay untuk bersaing mendapatkan tempat utama di Neroverde.

Jay, yang menggunakan nomor punggung 21 di Sassuolo, adalah satu-satunya pemain Venezia yang mampu menyentuh 3.000 menit penampilan di Liga Italia musim lalu. Tepatnya, pemain lulusan akademi PSV Eindhoven itu tampil dalam 35 dari 38 laga Venezia. Ia mencatatkan 3.128 menit bermain.

Di sisi lain, Jay juga mencatatkan diri sebagai pemain Venezia dengan akurasi operan terbaik di Serie A. Dengan rerata 45 operan per laga, tingkat keberhasilan umpan Jay mencapai 87 persen. Hal itu menunjukkan performa konsisten yang disajikan Jay selama berseragam Venezia.

Venezia's Indonesia defender #04 Jay Idzes fights for the ball with Juventus' Serbian forward #09 Dusan Vlahovic (R) during the Italian Serie A football match between Juventus FC and Venezia FC at the Allianz Stadium in Turin, on December 14, 2024. (Photo by MARCO BERTORELLO / AFP)

Catatan sentuhan 61 per laga juga menunjukkan Venezia bergantung pada Jay dalam proses membangun serangan dari lini belakang. Jay mengkreasi delapan umpan kunci dan empat peluang yang membuktikan penciuman tajamnya dalam mengamati permainan lawan.

Menonjol

Dalam sisi bertahan, Jay merupakan pemain paling menonjol. Torehan 74 persen tekel sukses juga tidak bisa disaingi oleh bek tengah Venezia lain pada musim lalu.

Jay juga melakukan 153 sapuan, 32 intersep, dan 32 blok tembakan lawan. Dalam tiga atribut bertahan itu, bek bergaya rambut klimis itu lagi-lagi tidak tertandingi di skuad Venezia.

Venezia mencatatkan enam laga nirbobol di Serie A musim 2024-2025. Dari jumlah laga nirbobol itu, lima pertandingan dijalani ketika Jay bermain sejak sepak mula.

Satu hal yang berpotensi menjadikan Jay tidak tergantikan bersama Sassuolo adalah permainannya yang tanpa cela. Ia menjalani 35 laga bersama Venezia pada musim debut tampil di Serie A tanpa sekalipun melakukan blunder.

Pesepak bola Timnas Indonesia Jay Idzes melakukan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2024). Timnas Indonesia akan bertanding melawan Timnas Vietnam dalam lanjutan Grup F kualifikasi Piała Dunia 2026 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (21/3/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

Kondisi itu tentu amat penting bagi Sassuolo. Di Serie B 2024-2025, lini pertahanan Sassuolo mencatatkan 10 kesalahan yang berbuah gol untuk lawan.

Persaingan

Dengan modal performa di Venezia musim lalu, Jay yang direkrut Grosso tentu untuk menjadi andalan baru di jantung pertahanan tim barunya. Bek tengah terbaik Sassuolo di musim lalu, Tarik Muharemovic, masih sangat hijau tampil di kompetisi kasta tertinggi Italia.

Bek berusia 22 tahun itu belum pernah bermain di Serie A. Dua musim lalu, ia membela Juventus Next Gen di Serie C, kemudian naik tingkat tampil di Serie B untuk Sassuolo.

Pesaing terkuat dan calon tandem ideal Jay di posisi duo bek tengah arahan Grosso dalam formasi 4-3-3 adalah Sebastian Walukiewicz. Serupa dengan Jay, Walukiewicz pun baru didatangkan musim panas ini dengan status pinjaman dan kewajiban pembelian tahun depan dari Torino.

Walukiewicz sudah berlaga di Serie A sejak kompetisi musim 2019-2020. Cagliari, Empoli, dan Torino adalah tiga tim Serie A yang sudah pernah menjadi pelabuhan pemain asal Polandia itu.

Kapten Tim Nasional Sepak bola Indonesia, Jay Idzes, meluapkan kegembiraannya setelah Indonesia berhasil mengalahkan Arab Saudi pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Bek paling senior Sassuolo, Filippo Romagna (28 tahun), adalah satu-satunya bek tengah tersisa dari Sassuolo ketika tampil terakhir kali di Serie A pada edisi 2023-2024. Namun, Romagna berpeluang besar hanya menjadi bek pelapis.

Selain Muharemovic dan Walukiewicz, pesaing utama Jay justru hadir dari rekannya yang juga baru datang dari Venezia, yakni Fali Cande. Datang pada paruh kedua Liga Italia musim lalu, Cande menjadi tandem utama Jay di Venezia sejak Januari 2025.

Harmoni di antara Jay dan Cande juga berpotensi menjadi tambahan penting untuk memperkokoh pertahanan Sassuolo.

Dengan kekuatan lini pertahanan, target Sassuolo demi bersaing di papan tengah amat realistis. Selain itu, Neroverde juga masih dihuni penyerang sekaligus ikon klub, Domenico Berardi.

Pemain berusia 31 tahun itu masih akan mengenakan ban kapten. Ia adalah pemain tertua di skuad Sassuolo musim ini.

Striker Italia Domenico Berardi (kanan) mencoba untuk melepaskan tendangan dalam kawalan bek Makedonia Utara Ezgjan Alioski dalam pertandingan playoff kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera di Palermo, Italia, Jumat (25/3/2022) dinihari WIB. Menekan sepanjang pertandingan dengan melepaskan 32 tendangan ke gawang lawan, Italia justru tumbang oleh gol tunggal Makedonia Utara di menit terakhir. AFP/ALBERTO PIZZOLI Italy's forward Domenico Berardi (R) attempts to shoot on target despite North Macedonia 's defender Ezgjan Alioski during the 2022 World Cup qualifying play-off football match between Italy and North Macedonia, on March 24, 2022 at the Renzo-Barbera stadium in Palermo. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP)

Grosso pun mendapat tambahan penyerang bertalenta berkat kembalinya Andrea Pinamonti dari masa pinjaman semusim di Genoa. Pinamonti mencetak 10 gol dari 36 laga bersama Genoa musim lalu.

Pemain lulusan akademi Inter Milan itu menyumbang 11 gol ketika Sassuolo terdegradasi dari Serie A pada musim 2023-2024.

Dengan profil skuad Sassuolo, Jay berada di jalur yang tepat untuk mencapai potensi terbaik menuju masa emasnya sebagai pesepak bola profesional.

Jika bisa meningkatkan performa dan mengindari Sassuolo dari degradasi di musim 2025-2026, Jay berpeluang tampil di klub-klub raksasa Italia atau Eropa lainnya.

Patut diingat, Sassuolo merupakan mitra dekat Juventus dalam bursa transfer. Juve sering mengirimkan pemain muda ke Sassuolo.

Pemain Inter Milan, Denzel Dumfries (kiri), menyundul bola menjauhi pemain Sassuolo, Matheus Henrique, pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (28/9/2023) dini hari WIB. Sassuolo menang, 2-1.

”Tujuh tahun membentuk diri, langkah demi langkah, melalui jatuh bangun. Bangga melihatmu bergabung dengan Sassuolo dan bertahan di Serie A. Mimpi berlanjut dan menuju hal-hal terbaik,” ujar Bilal Achenteh, agen Jay, penuh harap.

Asa yang disampaikan Achenteh itu hadir pula di seluruh doa pencinta timnas Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan