Kabar ”Reshuffle” Kabinet Mencuat, Sejumlah Pejabat Berdatangan di Istana

Sejumlah figur membenarkan diundang ke Istana untuk dilantik. Salah satunya Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang akan dilantik jadi Kepala KSP.

01 Okt 2026 13:36 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Machradin Wahyudi Ritonga, Nikolaus Harbowo, Hidayat Salam

JAKARTA, KOMPAS — Di tengah proses penggantian Kapolri, mencuat pula isu reshuffle kabinet. Dari isu yang beredar, pelantikan Kapolri yang baru, Komjen Suyudi Ario Seto, oleh Presiden Prabowo Subianto, siang ini, akan disertai pelantikan menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga. Benarkah rencana reshuffle kabinet ini?

Sejak Kamis (1/10/2026) pagi, isu reshuffle kabinet itu muncul. Isu ini muncul bersamaan dengan proses pengambilan persetujuan Suyudi sebagai Kapolri, untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, oleh DPR.

Dari isu yang beredar, sejumlah pejabat yang dilantik dalam reshuffle kabinet kali ini adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Listyo Sigit Prabowo, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Sugiono, Menteri Perindustrian Sarmuji, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional Dedy Prasetyo, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Karyoto, serta Menko Hilirisasi dan Energi merangkap ESDM Bahlil Lahadalia.

Namun, ada pula isu lain yang menyebutkan, yang dilantik hanya Kepala KSP Listyo Sigit, Menko PMK Sugiono, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Dedy Prasetyo, serta Wamen Imipas Karyoto.

Suasana di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta di tengah isu <em>reshuffle </em>kabinet, siang ini (1/10/2026).

Di tengah isu itu, beberapa menteri dan wakil menteri serta sejumlah figur yang dikabarkan bakal menempati posisi baru pun sudah mulai tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, siang ini (1/10/2026).

Mereka di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Sugiono disebut bakal menggantikan Pratikno menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sedangkan Arrmanatha bakal mengisi posisi sebagai Menteri Luar Negeri. Kemudian tampak pula Menko PMK Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Wakil Kapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Saat dikonfirmasi, Sarmuji yang menjabat pula sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar mengaku telah dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan diminta untuk membantu Presiden di bidang perindustrian.

Listyo pun memperoleh informasi akan dilantik sebagai Kepala KSP. ”Tapi nanti jelasnya setelah dilantik,” ujar Listyo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi hormat kepada anggota DPR usai mengikuti rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). DPR mengesahkan secara mufakat Rancangan Undang-Undang Polri menjadi undang-undang. Kompas/Hendra A Setyawan

Adapun Sugiono dan Arrmanatha ketika dikonfirmasi hanya tersenyum. Mereka meminta publik menunggu waktu pelantikan berlangsung.

Sejumlah menteri lain yang ditanya awak media soal isu reshuffle kabinet, mengaku tak tahu-menahu. ”Saya belum tahu detailnya, diundang saja,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Begitu pula Menko PMK Pratikno. Ia juga tak menjawab mengenai kebenaran kabar dirinya akan diganti oleh Sugiono yang saat ini masih menjabat Menlu. ”Saya diundang pelantikan, tidak tahu siapa yang dilantik. Nanti kan setelah pelantikan tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi hanya membenarkan Suyudi akan dilantik sebagai Kapolri, siang ini. Saat ditanya apakah selain pelantikan Suyudi, akan ada reshuffle kabinet, ia memilih tak menjawab.

"Ini kenapa sih pada nanyain pejabat lainnya? Kan kita ini sedang bahas calon Kapolri yang baru," ujarnya.

Mensesneg Prasetyo Hadi

Di parlemen, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin menyebut pihaknya telah menerima undangan dari Istana. Undangan tersebut diyakini berkaitan dengan perombakan kabinet.

“Undangan kayaknya sore. Iya (menghadiri,) kata Sultan usai Sidang Paripurna Luar Biasa ke-4 DPD RI Tahun Sidang 2026-2027 dalam Rangka Penyampaian Laporan Kinerja DPD RI dan HUT Ke-22 DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Adapun Ketua DPR Puan Maharani tidak berkomentar jauh terkait reshuffle kabinet. Dia juga tidak menjawab saat ditanya terkait undangan dari Istana terkait prosesi pergantian pembantu Presiden Prabowo Subianto.

Reshuffle kabinet ketujuh

Jika benar ada reshuffle kabinet siang ini, berarti sudah tujuh kali Presiden Prabowo merombak kabinetnya sejak menjabat Oktober 2024. Reshuffle kabinet keenam hanya berselang sekitar dua pekan dari perombakan kabinet saat ini. Pada reshuffle kabinet keenam, Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sebelum reshuffle kabinet ini, persisnya pada 27 April 2026, Presiden Prabowo juga merombak kabinetnya. Saat itu, sejumlah tokoh yang dilantik adalah Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang kemudian menjadi Wakil Menteri Koordinator Pangan; Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Dudung Abdurrachman dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan; dan Muhammad Qodari yang juga bergeser dari Kepala Staf Kepresidenan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Sementara reshuffle keempat kabinet berlangsung pada 8 Oktober 2025. Kala itu, Presiden Prabowo Subianto melantik Ahmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes). Pelantikan kedua tokoh itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 32 M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Merah Putih Masa Jabatan 2024-2029.

Reshuffle ketiga Kabinet Merah Putih terjadi sebulan sebelumnya, persisnya pada 17 September 2025. Saat itu, Prabowo melantik Djamari Chaniago yang dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Erick Thohir menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Dalam perombakan yang sama, Presiden juga melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat lembaga negara. Sejumlah pejabat dimaksud, antara lain, Friansyah Noor (Wakil Menteri Tenaga Kerja), Rohmat Marzuki (Wakil Menteri Kehutanan), dan Farida Faricha (Wakil Menteri Koperasi).

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (tengah) bersiap menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat melantik menteri, wakil menteri dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Para pejabat yang dilantik adalah Hanif Faisol sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan, Muhammad Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dan Abdul Kadir Karding dilantik menjadi Kepala Badan Karantina Nasional. Kompas/Hendra A Setyawan

Untuk reshuffle kedua kabinet terjadi sepekan sebelumnya, yakni pada 8 September 2025. Saat itu, Prabowo mencopot empat menteri dan melantik lima pejabat baru. Mereka yang diganti adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Posisi-posisi tersebut kemudian diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan), Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia), Ferry Juliantono (Menteri Koperasi), serta Mochamad Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah) dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.

Khusus dua kursi menteri yang masih kosong, yakni Menko Polkam dan Menpora, baru diisi di reshuffle ketiga.

Sementara reshuffle kabinet pertama terjadi pada 19 Februari 2025, saat melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, menggantikan Satryo Brodjonegoro.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Machradin Wahyudi Ritonga, Nikolaus Harbowo, Hidayat Salam
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase