Israel membalas serangan Hizbullah sejak 2 Maret 2026. Iran menuntut gencatan senjata Timur Tengah mencakup perdamaian di Lebanon. Trump menekan Israel berdamai.
16 Apr 2026 11:00 WIB · Internasional
AFP/Kawnat HAJU
JERUSALEM, KAMIS — Kabinet Keamanan Israel disebut menggelar rapat tentang gencatan senjata di Lebanon setelah lebih dari enam pekan berperang dengan Hizbullah. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan besar dari Amerika Serikat untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon.
Sehari sebelumnya, perwakilan Pemerintah Lebanon dan Israel bertemu di Washington DC, Amerika Serikat, untuk membahas kemungkinan negosiasi guna mengakhiri perang. Ini pertemuan pertama kedua pihak sejak 1993.
Kantor berita Reuters, Kamis (16/4/2026), melaporkan, kabinet keamanan Israel bertemu pada Rabu untuk membahas kemungkinan gencatan senjata itu. Namun, pada saat sama, militer Israel melancarkan tiga serangan beruntun ke Lebanon yang menewaskan empat petugas penyelamat dan melukai enam lainnya.
Harian Times of Israel mengutip pejabat Israel yang mengatakan, dalam beberapa hari ke depan akan diberlakukan gencatan senjata. Dalam laporan stasiun televisi Israel, Kanal 12, disebutkan, gencatan senjata direncanakan berlangsung sepekan. Namun, jika tidak terjadi perkembangan positif terkait negosiasi perdamaian Israel-Lebanon, perang akan diteruskan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/87a59c5c-52e5-48b0-968d-1e54ca71ac93.jpg)
Meski mendapat tekanan AS, Netanyahu masih mengedarkan video dengan keterangan bahwa militer Israel (Tzahal) melanjutkan serangan terhadap posisi Hizbullah dan segera menguasai kota Bin Jbeil. Menurut Reuters, Bin Jbeil dijadikan salah satu pusat perlawanan Hizbullah untuk mempertahankan desa-desa sekitarnya.
Netanyahu memerintahkan Tzahal terus memperkuat zona keamanan di Lebanon selatan seraya berunding dengan Beirut. ”Rangkaian perundingan ini belum pernah terjadi dalam 40 tahun. Saat ini kita berunding karena posisi yang sangat kuat dan banyak negara mendekati Israel, tidak hanya Lebanon,” kata Netanyahu, yang menghadapi kasus skandal korupsi di Israel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/8a4792bf87cef757ac29a4bec1360cce-wires_photo_2026_04_15T090218.792.jpg)
Serangan Israel ke Lebanon dilancarkan pada 2 Maret 2026 setelah Hizbullah menyerang wilayah Israel sebagai bentuk dukungan kepada Iran. Serangan itu mengakibatkan gencatan senjata 15 bulan sebelumnya berakhir.
Perang di Lebanon mengakibatkan lebih dari 2.000 orang tewas dan 1,2 juta penduduk mengungsi. Tzahal menyatakan, mereka menempatkan pasukan di wilayah Lebanon hingga Sungai Litani atau 30 kilometer dari perbatasan dengan alasan melindungi wilayah Israel utara.
Panglima Angkatan Bersenjata Israel Eyal Amir dalam kunjungan di daerah pendudukan di Lebanon mengatakan, daerah Sungai Litani hingga perbatasan Israel dijadikan ”zona bebas Hizbullah”. Menurut Israel, sejak 2 Maret, dua warga sipil dan 13 serdadu Tzahal tewas dalam konflik dengan Hizbullah.
Harian Israel, Haaretz, dalam kolom opini, Rabu, menyebutkan, ketika Israel meminta pelucutan Hizbullah, Israel juga harus membersihkan Tepi Barat (daerah pendudukan) dari para pemukim Yahudi. Pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang melanggar hukum internasional meneror warga Palestina sehingga kekerasan terus terjadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/2859e5c9-a082-4d4d-868c-dfa937ecfed9.jpg)
Dua pejabat senior Lebanon mengatakan telah mendapat informasi persiapan penerapan gencatan senjata. Salah satu pejabat mengatakan, AS terus menekan Israel untuk melaksanakan gencatan senjata dengan Lebanon, termasuk pada saat perundingan Israel-Lebanon berlangsung di Washington DC.
Para pejabat tersebut tidak memberikan rincian tentang pelaksanaan gencatan senjata atau berapa lama diberlakukan. Mereka memperkirakan gencatan senjata berlangsung selama proses serupa antara AS dan Iran berjalan.
Presiden AS Donald Trump sudah menekan Israel untuk menahan serangan di Lebanon. Itu diyakini untuk mendukung gencatan senjata AS dengan Iran.
Iran menuntut gencatan senjata AS-Iran juga mencakup Lebanon. Iran menegaskan, untuk mengakhiri perang AS-Israel ke Iran juga mencakup perdamaian di Lebanon. AS menyanggah dan menyatakan tidak ada kaitan perundingan damai AS-Iran dengan perundingan damai Lebanon.
Israel mensyaratkan pelucutan Hizbullah. Hizbullah menolaknya. Pemerintah Lebanon berupaya melucuti senjata Hizbullah sejak terjadi perang Israel-Hizbullah pada 2024. Namun, langkah tersebut rentan memicu konflik internal di Lebanon yang mengalami perang saudara tahun 1975-1990. Pemerintah Lebanon saat ini melarang keberadaan faksi militer Hizbullah setelah mereka menyerang Israel, Maret lalu.
Anggota parlemen Lebanon dari Partai Hizbullah mengecam langkah pemerintah berunding dengan Israel. Dalam wawancara di televisi, dia mengatakan, pemerintah mengambil langkah keliru yang membuat perpecahan di antara rakyat Lebanon.
Hizbullah meluncurkan serangan roket terbaru ke arah Israel. Pemerintah Israel mengatakan, Hizbullah meluncurkan 40 roket ke wilayah Israel pada Rabu pagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/14/242ff280-b528-4e54-90a4-994d07615a94.jpg)
Militer Israel pun kembali mengeluarkan perintah kepada rakyat Lebanon di wilayah selatan untuk mengungsi ke utara Sungai Zahrani. Dalam akun X, Tzahal mengatakan sedang beroperasi dengan kekuatan penuh.
Israel diduga menggunakan dalih memerangi Hizbullah untuk memperluas wilayah. Kelompok ekstrem di bawah Netanyahu mengagendakan pembentukan negara Israel Raya dengan wilayah seluruh Lebanon, Suriah, sebagian Turki, Irak, Arab, Saudi, dan Mesir.
Israel menghentikan sementara serangan ke ibu kota Beirut sejak 8 April. Serangan pada 8 April itu disebut sebagai Rabu Kelabu oleh rakyat Lebanon. Ketika itu 357 warga, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, tewas akibat sekurangnya 100 serangan Israel dalam hitungan beberapa jam. Israel mengklaim serangan tersebut menewaskan 250 anggota Hizbullah.
Israel juga mengancam agar warga Kristen dan Druze tidak menyelamatkan tetangga Muslim di Lebanon. Selain itu, militer Israel dua kali menyerang situs Santo Petrus di Lebanon. (AP/REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji