Seperti mendapatkan kembali kaki kanan, tetapi kehilangan kaki kiri. Begitulah nasib Arsenal dalam kasus Saka dan Gabriel. Mereka bagai dipaksa menyerah di liga.
05 Apr 2025 07:30 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SABTU — Manajer Arsenal Mikel Arteta tidak punya waktu memikirkan nostalgia di Stadion Goodison Park. Dia harus segera membuat keputusan, antara terus atau berhenti mengejar gelar Liga Inggris. Keputusan itu penuh risiko dan akan memengaruhi nasib Arsenal pada akhir musim.
Arteta akan kembali berkunjung ke tempat yang membesarkan namanya, Goodison Park, dalam pertandingan Arsenal versus Everton, Sabtu (5/4/2025) pukul 18.30 WIB. Dari markas Everton itu, dia memulai perjalanan karier di Inggris sebagai pesepak bola.
Sosok Arteta masih harum di kota pelabuhan tersebut. Buktinya, saat laga derbi Everton versus Liverpool pada Februari lalu, pihak klub memutuskan untuk memasang foto Arteta di buklet pertandingan. Secara tersirat, Everton memihak Arsenal yang sedang berebut titel juara dengan Liverpool.
Sanjungan diberikan langsung oleh Pelatih Kepala Everton David Moyes, sosok guru bagi Arteta, jelang laga. ”Saya gembira karena Mikel adalah mantan pemain kami. Dia menjalani karier luar biasa (sebagai manajer),” puji Moyes yang menjalani periode kedua di Everton setelah era 2002-2013.
Ironisnya, dukungan dari Everton tidak berarti lagi. Arsenal tertinggal 12 poin dari Liverpool dengan delapan pekan tersisa. Superkomputer Opta memprediksi peluang juara Liverpool mencapai 99 persen. Pertanyaan justru muncul di Goodison Park, apakah sudah saatnya Arteta menyerah?
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/04/ec5359377082e99277e5697bd3643ddf-wires_photo_57_.jpg)
Arteta seolah ditampar realitas. Kondisi klub penuh ketidakpastian akibat badai cedera. Baru saja penyerang sayap andalan Bukayo Saka kembali setelah cedera tiga bulan, bek utama Gabriel Magalhaes dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera otot paha.
Keputusan Arteta akan berhubungan dengan prioritas kompetisi. Seperti diketahui, Arsenal masih bersaing di Liga Champions. Mereka sudah dinanti tim raksasa Real Madrid di perempat final. Dua laga itu akan berlangsung dalam 12 hari ke depan, di antara dua pertandingan Liga Inggris lain.
Jika merelakan liga domestik, rotasi pemain bisa dilakukan. Arsenal harus berhati-hati karena ketersediaan jumlah pemain, khususnya di lini belakang. Selain kehilangan Gabriel, bek sayap Ricardo Calafiori juga cedera. Jurrien Timber dan Ben White mengalami masalah minor di laga sebelumnya.
Tanpa Timber dan White, Arsenal hanya memiliki lima pemain senior di lini belakang. Tiga pemain di antaranya berposisi sebagai bek sayap kiri. Selain bermain di posisi bek sayap kanan, Timber dan White juga merupakan pelapis untuk posisi bek tengah yang ditinggalkan Gabriel.
Meskipun sedang krisis pemain, Arteta tidak memperlihatkan sinyal ”bendera putih”. Dia berkata tidak akan memprioritaskan laga versus Madrid pada tengah pekan depan dengan merotasi skuad besar-besaran. Para pemain andalan yang berada dalam kondisi bugar tetap diturunkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/ba8436511207432e97791a186ab8d0f4-Britain_Soccer_Premier_League_4_.jpg)
”Everton adalah laga terbesar untuk kami saat ini. Cara terbaik mempersiapkan diri versus Madrid adalah dengan mengalahkan Everton. Ini adalah sepak bola, permainan emosional yang harus dilakukan berkelanjutan. Anda harus memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tutur Arteta.
Gabriel merupakan salah satu pemain paling konsisten bagi ”Si Meriam” di musim ini. Kehilangan bek tim nasional Brasil itu akan menciptakan lubang yang sangat besar. Statistik membuktikan, persentase kemenangan Arsenal sangat timpang saat bersama (63,5 persen) dan tanpa (40,9 persen) Gabriel.
Arteta merasakan kehilangan, tetapi percaya para pemain bisa mengatasi masalah itu. ”Sulit rasanya karena kami baru mendapatkan kembali Bukayo, lalu kehilangan Gabi. Saat ini kami butuh solusi berbeda dan tetap bersaing seperti yang sudah dilakukan sepanjang musim ini,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/04/e1ea5fbd78339795014efbde2ebfdd34-wires_photo_55_.jpg)
Pilihan paling aman adalah memainkan bek pelapis Jakub Kiwior untuk berduet dengan William Saliba. Masalahnya, Kiwior sering kehilangan fokus saat bermain 90 menit. Pemain asal Polandia itu minim jam terbang pada musim ini, baru tampil sembilan kali sejak menit awal.
Gelandang Declan Rice bisa menjadi opsi darurat. Rice beberapa kali bermain sebagai bek tengah sepanjang kariernya. Eksperimen itu bisa dicoba di Goodison Park. ”Kami mencoba ketika versus PSV musim lalu. Dia mampu bermain di posisi itu, tetapi harapannya itu tidak diperlukan,” ucap Arteta.
Laga ini akan menjadi pertemuan pertama antara Arteta dan Moyes di Goodison Park. Mereka sudah pernah berduel beberapa kali, tetapi Moyes berstatus sebagai pelatih West Ham United. Arteta mendominasi rekor pertemuan atas sang guru (6 menang, 2 seri, 2 kalah). (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul