LIGA SPANYOL

Kekalahan Barcelona Jadi Momentum Terbaik Real Madrid

Kekalahan Barcelona dari Girona memuluskan langkah Real Madrid merebut puncak klasemen. Barca harus berbenah agar kekalahan beruntun tidak berlanjut.

17 Feb 2026 12:18 WIB · Olahraga

AFP/JOSEP LAGO

Oleh Emilius Caesar Alexey

GIRONA, SENIN – Kekalahan yang dialami Barcelona di Stadion Montilivi, Girona, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, menciptakan momentum bagi Real Madrid untuk memacu mesin timnya menuju tangga juara. Untuk pertama kali dalam delapan pekan terakhir, Madrid memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin atas Barcelona di posisi kedua.

Kekalahan 1-2 dari tuan rumah Girona membuat sang juara bertahan gagal mempertahankan posisi teratas klasemen. Kekalahan itu juga menjadi pukulan kedua bagi Barcelona yang baru saja kalah telak 0-4 dari Atletico Madrid pada laga pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2/2026).

Dua kekalahan beruntun itu membuat awan gelap ancaman tanpa gelar utama di pengujung musim mulai tampak di langit Barcelona. Namun, Barcelona masih bisa mengubah peruntungannya dalam 14 laga tersisa di Liga Spanyol dan satu laga kedua babak semifinal Copa del Rey.

Pada laga melawan Girona, Barcelona langsung mengambil kendali permainan. Dengan dominasi penguasaan bola sampai 70,6 persen dan garis pertahanan yang tinggi, Barcelona mengurung pertahanan Girona dan menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat Barca gagal unggul pada babak pertama.

”Blaugrana” membuat catatan 2,04 expected goal (xG) atau memiliki dua peluang besar membuat dua gol pada babak pertama. Salah satu peluang itu diciptakan Raphinha, tetapi bola masih membentur tiang gawang.

Ekspresi pemain Barcelona Lamine Yamal (kedua dari kanan) setelah gagal mencetak gol dari titik penalti saat melawan girona pada laga Liga Spanyol di Stadion Montilivi, Girona, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB. Barcelona kalah 1-2 pada laga itu.

Peluang besar lain didapat Barca saat Lamine Yamal mendapat hadiah tendangan penalti. Kali ini, Yamal gagal mencetak gol sehingga Barcelona gagal menancapkan tekanan psikologis ke dada tuan rumah.

Di sisi lain, keberhasilan menahan imbang Barca pada babak pertama membuat para pemain Girona mulai berani menguji pertahanan tim tamu dengan serangan cepat. Girona tetap disiplin memainkan blok pertahanan rendah sambil mencari celah untuk melontarkan serangan cepat ke depan gawang Barcelona yang dijaga kiper Joan Garcia.

Barcelona unggul lebih dulu melalui gol sundulan Pau Cubarsi pada menit ke-59. Namun, Girona langsung meresponsnya dengan gol balasan pada dua menit kemudian, melalui Thomas Lemar.

Gol penyeimbang dari Lemar membuat para pemain Girona berani tampil keluar untuk menekan. Kiper Joan Garcia harus melakukan tiga penyelamatan penting untuk mengeblok tendangan Joel Roca, Viktor Tsygankov, dan Ivan Martin dalam waktu empat menit agar Barcelona tidak kebobolan lebih banyak.

Tuan rumah akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Fran Beltran pada menit ke-86. Permainan efektif dalam bertahan dan menyerang saat mendapat celah menjadi kunci kemenangan Girona.

Pemain Barcelona Pau Cubarsi (kiri) berebut bola dengan pemain Girona Vladyslav Vanat pada laga Liga Spanyol di Stadion Montilivi, Girona, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB. Barcelona kalah 1-2 pada laga itu.

Meskipun kalah dari sisi waktu penguasaan bola dan jumlah tendangan, Girona justru unggul jauh dari sisi tendangan yang mengarah tepat ke gawang. Barcelona melepas 27 tendangan dan hanya empat yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Girona hanya melepas 13 tendangan dan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.

”Kami bermain sangat buruk pada babak kedua. Pertahanan kami sangat buruk. Kami sedang ada dalam momen yang buruk. Ini jalan yang panjang untuk kembali berjuang dan merebut posisi teratas,” tutur Hansi Flick, Manajer Barcelona.

Buruknya pertahanan Barcelona ini harus segera diatasi karena menjadi penyebab dua kekalahan beruntun. Di sisi lain, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi tugas berat Flick. Apalagi, mesin gol Barca Robert Lewandowski juga sedang tumpul.

Cubarsi ingin rekan-rekannya mengevaluasi penyebab dua kekalahan beruntun ini dan bangkit dari keterpurukan. Bagi Cubarsi, Barca masih berpeluang meraih gelar utama di akhir musim.

”Kami kurang sedikit dalam semua hal. Kami harus mengevaluasi diri. Kami perlu meningkatkan diri dalam berbagai hal dan melakukan tindakan bersama,” ujar Cubarsi.

Pemain Girona Fran Beltran (kanan) menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga Liga Spanyol di Stadion Montilivi, Girona, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB. Barcelona kalah 1-2 pada laga itu.

Madrid konsisten

Saat Barca tersandung, Madrid justru menunjukkan konsistensinya di Liga Spanyol. Pada Minggu (15/2/2026), Madrid menang 4-1 atas Real Sociedad. Kemenangan itu menjadi kemenangan kedelapan sejak pertengahan Desember 2025.

Madrid terus mengintai di belakang Barcelona dan saat ini mendapat momentum untuk memimpin klasemen. Konsistensi penampilan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menjadi kunci Madrid untuk selalu meraih kemenangan pada liga domestik.

Jika Madrid dan Barcelona bisa konsisten merebut tiga poin pada setiap laga, langkah keduanya akan ditentukan pada 11 Mei mendatang. Saat itu, Barcelona akan menjamu Madrid di Stadion Camp Nou. Pemenang laga itu bakal menjadi juara La Liga musim ini. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul