Kompas.id Brief

Kenapa Langkah Real Madrid Bagaikan ”Roller Coaster”?

Langkah Real Madrid di La Liga bagaikan ”roller coaster”. Sempat tertinggal dari Barcelona, mengudetanya di puncak klasemen, lalu kembali berjuang untuk mengejar.

08 Mar 2026 17:00 WIB · Olahraga

AFP/Miguel RIOPA

Oleh Emilius Caesar Alexey

Apa yang bisa anda dapatkan dari artikel ini?

  1. Apa penyebab utama Real Madrid tidak konsisten musim ini?
  2. Apakah pelatih sementara Alvaro Arbeola mampu membuat Real Madrid tampil lebih baik?
  3. Apa langkah terkini Real Madrid untuk mengakhiri rentetan kekalahan?
  4. Kapan Real Madrid mendapat peluang terbaik untuk mengejar gelar juara Liga Spanyol?
  5. Bagaimana langkah Real Madrid di Liga Champions?

Apa penyebab utama Real Madrid tidak konsisten musim ini?

copy title

Skuad Real Madrid boleh bertabur bintang hampir di semua lini, tetapi untuk urusan mencetak gol, ”Los Blancos” sangat tergantung kepada Kylian Mbappe. Saat penyerang asal Perancis itu absen karena cedera atau sebab lain, langkah Real menjadi tidak mulus.

Awal pekan lalu, dokter di Perancis menegakkan diagnosis, Mbappe mengalami keseleo lutut kiri dan akan menjalani pemulihan secara konservatif, alias tidak dioperasi. Meskipun tidak dioperasi, proses pemulihan cedera yang dirasakan sejak Desember 2025 itu tidak akan singkat.

Ketidakjelasan kapan Mbappe akan kembali ke lapangan hijau membuat peluang Real untuk mengejar gelar juara Liga Spanyol diliputi tanda tanya. Keraguan terhadap Real menguat setelah ”Los Blancos” kalah pada laga melawan Getafe.

Tanpa Mbappe, Real kesulitan mencetak gol meskipun memiliki banyak peluang matang di depan gawang. Tanpa mesin gol yang efektif di depan gawang, Real akhirnya kalah 0-1.

Sepanjang musim ini, Mbappe selalu ”menggendong” Real dan mencetak 23 gol dari 23 penampilan sehingga menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga sampai saat ini. Kelihaian Mbappe mencetak gol tidak dapat disaingi oleh para pemain Real mana pun. Vinicius Junior yang menjadi tandem Mbappe baru mencetak sembilan gol sejauh ini.

Apakah pelatih sementara Alvaro Arbeola mampu membuat Real Madrid tampil lebih baik?

copy title

Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Getafe pada laga pekan ke-26 Liga Spanyol di Stadion Bernabeu, Selasa (3/3/2026), mengungkap kenyataan pahit yang harus diterima manajemen dan suporter ”Los Blancos”. Pergantian juru taktik dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa tidak membuahkan performa membaik di kompetisi domestik.

Bagi Real, itu adalah kekalahan kedua beruntun mereka setelah tumbang 1-2 di kandang Osasuna pekan lalu. Untuk pertama kalinya musim ini, Los Blancos nirpoin pada dua laga beruntun di Liga Spanyol.

Kekalahan beruntun itu tercipta di era Arbeloa. Meskipun meraup lima kemenangan beruntun di liga serta mampu menggusur Barcelona di puncak klasemen pada pekan ke-24, Real mengalami penurunan performa signifikan pada akhir Februari.

Jumlah kekalahan yang telah dialami Real dalam tujuh laga liga bersama Arbeloa sudah setara dengan 19 gim yang diasuh Alonso pada paruh pertama musim ini. Bersama Alonso, Real mengemas 14 kemenangan, 3 hasil seri, dan 2 kekalahan.

Jika dilihat dari rerata poin, Alonso membantu Real mengemas 2,4 poin per gim di Liga Spanyol. Catatan itu menurun menjadi 2,1 poin per laga setelah jabatan pelatih kepala Real diberikan kepada Arbeloa.

Apa langkah terkini Real Madrid untuk mengakhiri rentetan kekalahan?

copy title

Real Madrid akhirnya memutus catatan dua kekalahan beruntun di Liga Spanyol berkat mengalahkan Celta Vigo, 2-1, Sabtu (7/3/2026) WIB, di Stadion Abanca Balaidos. Raihan tiga poin itu sejatinya tidak cukup untuk menutupi performa ”Los Blancos” yang belum membaik.

Dua gol yang dicetak Real berasal dari tembakan sasaran pertama dan pamungkas di laga itu. Aurelien Tchouameni melepaskan tembakan terarah dari luar kotak penalti pada menit ke-11. Ia menyelesaikan skema sepak pojok pendek yang diinisiasi Trent Alexander-Arnold dan Arda Guler.

Ketika harapan menang nyaris pupus, Federico Valverde—dengan mengenakan ban kapten—melepaskan tembakan keras yang masuk ke gawang Celta. Gol itu dinaungi keberuntungan karena bola terdefleksi bek Celta, Marcos Alonso, sehingga berubah arah dan tidak bisa diantisipasi kiper Celta, Ionut Radu. Gol itu tercipta pada menit 90+4.

Dibandingkan Real, Celta sebenarnya lebih superior dalam kreasi peluang. Satu peluang terbaik dimiliki penyerang veteran, Iago Aspas, pada menit ke-87 ketika sepakannya membentur tiang gawang Real.

Celta memiliki kualitas serangan lebih baik dengan catatan 1,05 expected goals (xG) dari delapan tembakan. Adapun Real, yang melepaskan 14 tembakan, hanya mengoleksi kualitas ancaman setara 0,87 xG.

Real tampil sejak sepak mula tanpa penyerang murni. Arbeloa menempatkan Brahim Diaz sebagai tandem Vinicius di lini depan. Penyerang murni tersisa, Gonzalo Garcia, baru dimasukkan pada babak kedua. Sementara itu, Kylian Mbappe masih menderita cedera.

Serba kekurangan di lini serang membuat Arbeloa menginstruksikan kepada anak asuhannya untuk lebih berani melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tiga tembakan tepat sasaran, termasuk dua gol, tercipta dari taktik tembakan jarak jauh itu. Hal itu berbeda dengan empat tembakan mengarah ke gawang Celta yang tercipta di dalam kotak penalti Real.

Kapan Real Madrid mendapat peluang terbaik untuk mengejar gelar juara Liga Spanyol?

copy title

Kekalahan yang dialami Barcelona di Stadion Montilivi, Girona, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, menciptakan momentum bagi Real Madrid untuk memacu mesin timnya menuju tangga juara. Untuk pertama kali dalam delapan pekan terakhir, Madrid memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin atas Barcelona di posisi kedua.

Kekalahan 1-2 dari tuan rumah Girona membuat sang juara bertahan gagal mempertahankan posisi teratas klasemen. Kekalahan itu juga menjadi pukulan kedua bagi Barcelona yang baru saja kalah telak 0-4 dari Atletico Madrid pada laga pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2/2026).

Saat Barca tersandung, Madrid justru menunjukkan konsistensinya di Liga Spanyol. Pada Minggu (15/2/2026), Madrid menang 4-1 atas Real Sociedad. Kemenangan itu menjadi kemenangan kedelapan sejak pertengahan Desember 2025.

Madrid terus mengintai di belakang Barcelona dan saat ini mendapat momentum untuk memimpin klasemen. Konsistensi penampilan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menjadi kunci Madrid untuk selalu meraih kemenangan pada liga domestik.

Bagaimana langkah Real Madrid di Liga Champions?

copy title

Siklus Real Madrid menjelang mencapai fase gugur Liga Champions Eropa 2026 senantiasa berkutat pada Benfica. Kelolosan otomatis Real ke 16 besar sempat rusak akibat kemenangan dramatis Benfica pada laga pamungkas fase liga. Mental juara Real mencegah Benfica mengulangi keajaiban serupa.

Pada laga playoff 16 besar, Real mengembalikan takdir Benfica yang sejak awal memang tidak digariskan untuk melaju ke fase gugur. Duel penentuan di Stadion Bernabeu, Madrid, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB akhirnya dimenangkan Real 2-1. Real pun unggul 3-1 secara agregat. Dengan demikian, ”Los Blancos” yang sebelumnya berpisah sementara akhirnya berhasil kembali ke pelukan 16 besar. 

Sebagai tim yang ulet, tidak mudah bagi Real menaklukkan Benfica. Sekalipun tidak didampingi Pelatih Jose Mourinho dari tepi lapangan akibat hukuman kartu, Benfica tetap bisa menyulitkan Real yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya.

Dengan kemenangan atas Benfica, Real maju ke babak 16 besar Liga Champions. Real akan kembali ditantang Manchester City pada babak delapan besar itu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase