Real Madrid kembali ke jalur kemenangan di Liga Spanyol. Bermain tanpa penyerang murni, ”Los Blancos” kesulitan hadirkan peluang di kotak penalti Celta Vigo.
07 Mar 2026 08:18 WIB · Olahraga
AP/LALO R VILLAR
VIGO, SABTU — Real Madrid akhirnya memutus catatan dua kekalahan beruntun di Liga Spanyol berkat mengalahkan Celta Vigo, 2-1, Sabtu (7/3/2026) WIB, di Stadion Abanca Balaidos. Raihan tiga poin itu sejatinya tidak cukup untuk menutupi performa ”Los Blancos” yang belum membaik.
Dua gol yang dicetak Real berasal dari tembakan sasaran pertama dan pamungkas di laga itu. Aurelien Tchouameni melepaskan tembakan terarah dari luar kotak penalti pada menit ke-11. Ia menyelesaikan skema sepak pojok pendek yang diinisiasi Trent Alexander-Arnold dan Arda Guler.
Ketika harapan menang nyaris pupus, Federico Valverde—dengan mengenakan ban kapten—melepaskan tembakan keras yang masuk ke gawang Celta. Gol itu dinaungi keberuntungan karena bola terdefleksi bek Celta, Marcos Alonso, sehingga berubah arah dan tidak bisa diantisipasi kiper Celta, Ionut Radu. Gol itu tercipta pada menit 90+4.
Adapun gol Celta—yang menyamakan skor—dicetak oleh penyerang Borja Iglesias pada menit ke-25. Satu gol tim tuan rumah diawali transisi positif cepat yang memaksimalkan lemahnya Alexander-Arnold menutup ruang dalam situasi bertahan.
Dibandingkan Real, Celta sebenarnya lebih superior dalam kreasi peluang. Satu peluang terbaik dimiliki penyerang veteran, Iago Aspas, pada menit ke-87 ketika sepakannya membentur tiang gawang Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/07/c36487d6e4c4218e75d84d9fde6b9623-wires_photo.jpg)
Iglesias pun mengancam gawang Real melalui tembakan keras pada menit keenam. Aksi penyelamatan kiper Real, Thibaut Courtois, menggagalkan kesempatan tim tuan rumah untuk lebih dulu memecah kebuntuan laga.
Celta memiliki kualitas serangan lebih baik dengan catatan 1,05 expected goals (xG) dari delapan tembakan. Adapun Real, yang melepaskan 14 tembakan, hanya mengoleksi kualitas ancaman setara 0,87 xG.
”Bermain untuk menang adalah tujuan Real Madrid. Dan, hanya itu yang kami inginkan,” ucap Pelatih Real Alvaro Arbeloa, dilansir Marca.
Selain membalas kekalahan 0-2 pada pertemuan di Santiago Bernabeu, 8 Desember lalu, Real mampu memperpanjang dominasi mereka di kandang Celta. Los Blancos selalu membawa pulang tiga poin dari delapan lawatan beruntun ke Vigo.
Real tampil sejak sepak mula tanpa penyerang murni. Arbeloa menempatkan Brahim Diaz sebagai tandem Vinicius di lini depan.
Penyerang murni tersisa, Gonzalo Garcia, baru dimasukkan pada babak kedua. Sementara itu, Kylian Mbappe masih menderita cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/07/a9351ef8b52697a586c4e5931e357555-wires_photo_1_.jpg)
Selain itu, Arbeloa juga kehilangan Rodrygo yang harus mengakhiri musim secara dini akibat cedera lutut. Di sisi lain, Jude Bellingham dan Franco Mastantuono juga absen akibat cedera dan sanksi kartu merah.
Serba kekurangan di lini serang membuat Arbeloa menginstruksikan kepada anak asuhannya untuk lebih berani melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tiga tembakan tepat sasaran, termasuk dua gol, tercipta dari taktik tembakan jarak jauh itu. Hal itu berbeda dengan empat tembakan mengarah ke gawang Celta yang tercipta di dalam kotak penalti Real.
”Saya sangat senang dengan sikap semua pemain yang menunjukkan betapa besarnya semangat mereka untuk bermain untuk Real Madrid. Laga ini adalah momen saya menyaksikan para pemain menyadari makna bermain untuk tim ini,” kata Arbeloa.
Berkat tiga poin dari markas Celta, Los Blancos untuk sementara memberikan tekanan kepada rival abadi, Barcelona, yang menguasai puncak klasemen. Real menipiskan selisih poin menjadi tertinggal satu poin.
Real akan menjalani laga pekan ke-27 menghadapi Athletic Bilbao di San Mames, Minggu (8/3/2026) pukul 03.00 WIB. Harapan Real tentu Barca tersandung demi persaingan gelar juara Liga Spanyol kembali memanas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/07/aff1304c0de9954b93344e3d0321475b-IMG_20260307_080216.jpg)
Arbeloa pun optimistis anak asuhannya masih memiliki peluang besar untuk menggusur Barca dalam pekan-pekan mendatang. Apalagi, kedua tim masih akan menjalani duel El Clasico pada 11 Mei mendatang.
Laga itu berpotensi mengunci tim kampiun Liga Spanyol musim 2025-2026. ”Masih banyak laga tersisa. Setiap pertandingan bak perang bagi kami,” ujar Arbeloa.
Sementara kekalahan dari Real membuat Celta gagal untuk menyamai perolehan poin Real Betis (43 poin) di peringkat kelima. Pelatih Celta Claudio Giraldez kecewa dengan hasil negatif timnya.
Wasit Isidro Diaz tidak menganggap Moran melakukan pelanggaran sehingga tidak menganulir gol Real.
Menurut dia, Celta memiliki sejumlah kesempatan untuk menang. ”Kami membaca pertandingan dengan baik. Kami nyaris menang dan akhirnya kalah. Kami sangat kecewa karena gol kemenangan mereka tercipta akibat defleksi di kotak penalti,” tutur Giraldez, seperti dikutip AS.
Giraldez pun melancarkan protes kepada wasit keempat setelah Real mencetak gol kedua. Ia menganggap pemain Real, Manuel Angel Moran, melakukan pelanggaran kepada pemain Celta, Fer Lopez, karena merebut bola dengan tekel dua kaki.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/07/cfc208e2d5c4e29c1ea3506f14e0fb34-Spain_La_Liga_Soccer.jpeg)
Pemulihan penguasaan bola dari Moran di sepertiga tengah lapangan mengawali proses gol kedua tim tamu. Namun, wasit Isidro Diaz tidak menganggap Moran melakukan pelanggaran sehingga tidak menganulir gol Real setelah berkonsultasi dengan asisten wasit video (VAR).
”Saya melakukan kesalahan juga atas penurunan permainan tim di babak kedua. Pergantian pemain menyebabkan performa kami menurun,” ucapnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti