Kompas.id Brief

Kenapa Trump Memusuhi Imigran Gelap?

Salah satu perintah eksekutif pertama Presiden AS Donald Trump ialah mendeportasi para imigran gelap dengan alasan keamanan.

24 Jan 2025 13:29 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1.     Kenapa Presiden Amerika Serikat Donald Trump anti-imigran gelap?

2.     Apa perintah dia terkait imigran gelap?

3.     Seperti apa data mengenai imigran gelap di Amerika Serikat?

4.     Bagaimana tanggapan publik atas perintah Trump?

5.     Apakah ada imigran dengan perlakuan khusus?

1. Kenapa Presiden Amerika Serikat Donald Trump anti-imigran gelap?

copy title

Sejak berkampanye mengikuti pemilihan umum presiden Amerika Serikat 2024, Trump selalu menyalahkan imigran gelap di negara tersebut. Menurut dia, imigran adalah salah satu penyebab kemunduran perekonomian AS. Alasannya, imigran ”merebut” berbagai pekerjaan dari penduduk AS.

Trump bahkan menyalahkan imigran gelap sebagai penyebab tingginya angka kejahatan, walaupun ia tidak merujuk kepada data apa pun ketika mengucapkannya. Perkataan Trump berlandaskan kasus-kasus anekdotal, di antaranya ialah pembunuhan Laken Riley (22), seorang mahasiswi, oleh pendatang ilegal dari Venezuela.

Alasan lain ialah maraknya peredaran narkoba jenis fentanil yang oleh Trump dituduhkan kepada imigran gelap.

2. Apa perintah dia terkait imigran gelap?

copy title

Donald Trump dilantik menjadi presiden pada Senin (20/1/2025). Seusai dilantik, ia langsung meneken 200 perintah eksekutif. Salah satunya ialah mencanangkan status darurat di perbatasan AS dengan Meksiko. Perbatasan ini oleh Trump dianggap sebagai sumber masalah karena menjadi pintu masuk imigran gelap ke AS.

Trump menggunakan Undang-Undang (UU) Musuh Asing 1789 sebagai dasar untuk membuat UU baru, yakni UU Laken Riley. Di dalam peraturan itu, imigran gelap yang terlibat kasus kejahatan berupa kekerasan dan pencurian harus dideportasi. Trump juga menurunkan militer untuk menjalankan aturan tersebut.

3. Seperti apa data mengenai imigran gelap di AS?

copy title

Departemen Keamanan Nasional AS mencatat ada 11 juta imigran gelap di negara tersebut. Selain itu, setidaknya ada 773.000 anak usia sekolah yang berstatus sebagai warga negara AS, tetapi dengan satu atau kedua orangtua berstatus pendatang gelap. Perkiraannya, jika Trump melaksanakan aturan deportasi massal, ada 20 juta keluarga terdampak.

Dari segi keamanan, berbagai lembaga penelitian mengatakan, imigran ilegal bukan sumber utama persoalan keamanan di AS. Penyebab terbesar kejahatan ialah kemiskinan, penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan senjata api, dan masalah kejiwaan.

Imigran gelap di masyarakat AS cenderung bersifat tertutup dan tidak mencari-cari masalah. Meskipun begitu, para peneliti tidak menafikan ada pula imigran yang terlibat kejahatan. Dari segi jumlah, keberadaan mereka jauh lebih sedikit dibandingkan dengan total imigran ilegal ataupun kejahatan yang dilakukan warga AS.

4. Bagaimana tanggapan publik atas peraturan ini?

copy title

Layaknya di negara demokrasi, tanggapan publik AS beragam dan kompleks. Fraksi Partai Demokrat di DPR AS mengkritik aturan ini karena Trump mengkriminalkan orang berdasarkan ras dan suku bangsa. Sebaliknya, Trump mengampuni 1.600 perusuh yang menyerang Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Gubernur Arizona Katie Hobbs mengatakan siap bekerja dengan pemerintah federal terkait pengelolaan perbatasan dan pencegahan penyelundupan fentanil. Arizona berbatasan langsung dengan Meksiko. Akan tetapi, Hobbs mengatakan tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan warganya, termasuk deportasi.

Dari kalangan rakyat, para petani khawatir apabila para imigran ilegal dideportasi. Pasalnya, industri pertanian, perkebunan, dan peternakan AS bergantung kepada imigran ilegal sebagai buruhnya. Sebagai gambaran, 44 persen dari pekerja di sektor-sektor itu adalah imigran gelap karena warga AS ogah bekerja yang kasar-kasar. Tanpa tenaga kerja yang memadai, kedaulatan pangan AS bisa terancam.

5. Apakah ada imigran dengan perlakuan khusus?

copy title

Imigran resmi tetap diterima di AS, tetapi kemungkinan besar prosesnya lebih sulit dibandingkan dengan era sebelumnya. Salah satu imigran resmi yang diincar ialah para tenaga kerja kerah putih atau profesional.

Miliarder Elon Musk, penyumbang terbesar untuk kampanye Trump, adalah pendukung program ini. Ia berpendapat, pemberian visa H-1B penting untuk menjaring orang-orang pintar dan berbakat agar mau bekerja di AS.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji