Kompas.id Brief

Kenapa Trump Sangat Ingin Menaikkan Tarif Bea Masuk Impor?

Bagi Donald Trump, tarif adalah hadiah surgawi dengan banyak manfaat.

03 Des 2024 17:00 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1. Apa pendapat Donald Trump terhadap tarif bea masuk impor?

2. Kenapa Trump ingin menaikkan tarif itu?

3. Negara-negara mana saja yang diincar dan berapa perkiraan kenaikannya?

4. Apa tanggapan negara-negara lain?

Isu mengenai risiko perang dagang mencuat pada pemilihan umum Amerika Serikat. Presiden terpilih Donald Trump sejak berkampanye mengatakan bahwa ia berniat mengeluarkan kebijakan penaikan tarif atas semua produk impor begitu dilantik sebagai presiden per 20 Januari 2025.

Pandangan Trump tentang tarif bea masuk impor

Trump sangat menyukai tarif. Ketika berkampanye di Kelompok Pengusaha Atlanta, Negara Bagian Georgia, Trump menjuluki dirinya sebagai Tuan Tarif.

Ia mengatakan, tarif adalah hal terindah di dunia. Alasannya karena tarif melindungi perekonomian dan industri dalam negeri AS. Di dalam pandangan Trump, jika ia menerapkan proteksionisme, industri AS berkembang dan berbagai investasi menyusul masuk. Selain itu, kenaikan tarif juga menambah pemasukan pajak barang impor AS.

Kenapa Trump ingin menaikkan tarif?

Selain alasan melindungi industri dalam negeri dan mengundang investasi, ada alasan lain Trump ingin menaikkan tarif. Semasa berkampanye, ia mengatakan ada seni di dalam menjatuhkan tarif.

Trump menerangkan, menaikkan tarif tidak boleh berlama-lama karena justru nanti melukai perekonomian AS. Tarif harus dicabut atau dikompromikan setelah ada perundingan di antara AS dan pihak yang dinaikkan tarifnya. Artinya, tarif ekonomi memiliki tujuan sebagai senjata untuk berunding dengan negara-negara lain.

Negara-negara mana saja yang diincar Trump?

Pada intinya, semua produk impor yang masuk AS diincar akan dinaikkan tarifnya. Saat ini, komoditas dari China sudah dibebani tarif 50 persen dan Trump berencana menaikkannya menjadi 60 persen. Khusus mobil listrik dari China, tarif sekarang sudah 100 persen.

Dua tetangga terdekat AS di Amerika Utara, yaitu Kanada dan Meksiko, tidak luput dari kenaikan tarif. Padahal, ketiga negara ini terikat perjanjian perdagangan bebas.

Kluster lain yang dikenai tarif oleh Trump ialah negara-negara anggota organisasi ekonomi BRICS. Mereka adalah Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Etiopia, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Alasannya karena kelompok ini berniat meninggalkan mata uang dollar AS atau dedollarisasi. ancaman Trump kepada mereka adalah tarif 100 persen.

BRICS sendiri berniat melakukan dedollarisasi karena ada Rusia dan Iran. Kedua negara ini dijatuhi sanksi oleh negara-negara Barat. Mereka tidak bisa berdagang dengan menggunakan mata uang dollar AS sehingga mencari jalan keluar dengan menjamakkan pemakaian mata uang lain atau benar-benar membuat unit pertukaran baru bagi sesama anggota BRICS.

Apa tanggapan negara-negara lain?

Presiden China Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Peru mengatakan bahaya proteksionisme. Perbuatan ini hanya melukai rantai pasok global dan menggoyang kestabilan perekonomian berbagai negara. Jika ada keberatan, semestinya dibicarakan baik-baik, bukan dengan melakukan perang dagang.

Trump di dalam unggahannya di Truth Social mengatakan, kenaikan tarif untuk China itu karena dua hal. Pertama, China membombardir pasar AS dengan produk berharga sangat murah. Kedua, agar China segera menghentikan penyelundupan narkoba jenis fentanil ataupun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat zat terlarang itu.

Kanada telah melakukan rapat koordinasi pusat dan daerah. Mereka bersiap mengumpulkan daftar produk-produk yang diimpor dari AS untuk dijatuhi tarif balasan. Tindakan ini pernah dilakukan Kanada pada masa jabatan pertama Trump. Produk wiski dan yoghurt AS dikenai tarif oleh Ottawa.

Kanada keberatan dengan tuduhan AS membiarkan imigran gelap memasuki AS melalui perbatasan dengan Kanada. Memang hal itu terjadi, tetapi bersifat kasuistis dan jarang ditemukan.

Sebaliknya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah menelepon Trump. Menurut Sheinbaum, negosiasi masih berlangsung, tetapi untuk berjaga-jaga, Meksiko menyiapkan tarif balasan. Di Truth Social, Trump mencuit bahwa selama Meksiko membiarkan imigran gelap memasuki AS, tarif tidak akan diturunkan.

Data imigrasi AS mengatakan, pada Oktober 2024 saja ada 56.530 imigran gelap yang ditangkap di perbatasan AS-Meksiko. Meksiko mengatakan mereka sudah mencegat para imigran gelap sejak dari perbatasan negara itu dengan Guatemala.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Kris Mada