KECELAKAAN LAUT

Kepala Basarnas: Operasi SAR Dilanjutkan Selama Masih Mungkin Temukan Korban KMP Virgo

Basarnas terus melakukan upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 melalui operasi penyelaman di tengah kondisi arus laut yang tak bersahabat.

29 Sep 2026 15:56 WIB · Nasional

ARSIP BASARNAS

Oleh Mohamad Final Daeng

YOGYAKARTA, KOMPAS — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Operasi SAR tidak akan dihentikan selama masih memungkinkan untuk bisa menemukan korban dan mengevakuasinya.

Hal itu disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii kepada wartawan di sela-sela The 13th ASEAN Transport SAR Forum and ASEAN SAR Exercise 2026 di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Virgo Transport 8 terbalik saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 13 September 2026. Berdasarkan manifes, kapal itu mengangkut 243 penumpang dan awak serta 89 kendaraan.

Hingga Senin (28/9/2026) sore, tercatat 179 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 71 orang meninggal. Adapun korban yang masih dalam pencarian sebanyak 64 orang (Kompas.id, 28/9/2026).

Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selasa (29/9/2026).

Syafii menjelaskan, operasi SAR untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang diduga terperangkap di dalam badan kapal itu terus diupayakan melalui penyelaman. ”Operasi SAR tidak akan dihentikan selama masih memungkinkan untuk bisa menemukan korban dan mengevakuasinya,” ucapnya.

Dia menambahkan, operasi hanya bisa dihentikan ketika semua korban sudah ditemukan atau kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan pengangkatan atau evakuasi terhadap korban.

Saat ini, operasi SAR bawah laut melalui penyelaman dilakukan dengan memperhitungkan kondisi cuaca dan arus. Syafii mengatakan, meski tergolong dangkal, Laut Jawa yang merupakan lokasi karamnya kapal itu memiliki arus kuat, baik di bagian dasar, tengah, maupun permukaan.

Kecepatan arus normal untuk penyelaman, ujarnya, sekitar 1,5 knot (2,8 kilometer per jam). Akan tetapi, kondisi di lapangan bisa mencapai 6-7 knot (11-13 km per jam). Hal ini membuat penyelaman dengan peralatan yang ada tidak direkomendasikan karena berpotensi membahayakan.

Proses evakuasi korban yang ditemukan meninggal dari dalam badan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa oleh Tim SAR Gabungan, Senin (21/9/2026)

Basarnas pun menyiasatinya dengan melakukan penyelaman saat perubahan pasang surut laut untuk menghindari arus kencang tersebut. Namun, karena keterbatasan momentum itu, penyelaman tak bisa dilakukan seharian penuh.

”Operasi hanya bisa dilaksanakan dengan jaminan seluruh personel yang melaksanakan operasi harus dalam kondisi aman,” kata Syafii.

Sambil tetap mengupayakan pencarian bawah laut ketika cuaca dan kondisi arus memungkinkan, Syafii mengungkapkan, pihaknya juga terus mendorong agar pemilik kapal dan pihak asuransinya segera melakukan salvage atau pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut.

Hal ini agar proses evakuasi para penumpang yang diduga terjebak di dalam badan kapal itu bisa dilakukan. Ia menyebut, pihak perusahaan asuransi kapal itu sudah melakukan observasi di lapangan dan memastikan tindakan salvage dapat dilakukan.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dari badan KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, Kamis (24/9/2026). Jenazah para korban kemudian dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk diidentifikasi.

”Itu yang sedang kami dorong untuk bisa segera dilaksanakan sehingga mudah-mudahan seluruh korban bisa kita evakuasi dan bisa diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Syafii.

Terkait upaya salvage ini, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin Heri Purwanto mengungkapkan, pihaknya juga terus mendorong pemilik kapal segera melaksanakan pengangkatan tersebut (Kompas.id, 29/9/2026).

Quote

Operasi SAR tidak akan dihentikan selama masih memungkinkan untuk bisa menemukan korban dan mengevakuasinya.

Menurut Heri, Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan teguran keras kepada pihak asuransi. Adapun KSOP memberikan teguran keras kedua kepada pemilik kapal untuk segera melaksanakan salvage.

Berdasarkan informasi terakhir, pihak perusahaan asuransi tengah menunjuk mitra pelaksana salvage dengan dua kandidat yang berasal dari Amerika Serikat dan Inggris. Sementara pemilik kapal mendorong agar pelaksana salvage berasal dari dalam negeri guna mempercepat pelaksanaan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti