Kepuasan Publik Tinggi, Istana: Pemerintah Tidak Akan Terlena dengan Hasil Survei

Kepuasan publik yang tergambar pada sejumlah hasil survei terkait 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi pemacu semangat pemerintah bekerja lebih baik.

29 Jan 2025 08:38 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah tidak akan pernah puas dan terlena dengan hasil survei yang menunjukkan tingginya angka kepuasan publik pada 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kepuasan publik itu justru menjadi pemacu semangat bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik.

Sejumlah hasil survei yang digelar menjelang 100 hari pertema pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menunjukkan angka kepuasan masyarakat terhadap pemerintah relatif tinggi. Dalam survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan publik mencapai 80,9 persen. Adapun angka kepuasan publik menurut survei Indikator Politik Indonesia berada di angka 79,3 persen.

“Pemerintah tidak akan pernah puas dan tidak terlena dengan hasil survei ini. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antarlembaga, menjaga stabilitas politik, meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana melalui keterangan tertulis, Rabu (29/1/2025).

Quote

Kepuasan publik ini pasti menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus bekerja cerdas lebih keras, konsisten, dan inovatif dalam memenuhi harapan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kepala Biro Protokoler Sekretariat Presiden Yusuf Permana

Yusuf melanjutkan, pemerintah menyambut baik hasil survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih dalam 100 hari pertama masa kerja. Hasil survei tersebut mencerminkan kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah dalam menjalankan agenda prioritas nasional. Hasil survei ini juga menjadi pendorong bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja.

“Kepuasan publik ini pasti menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus bekerja cerdas lebih keras, konsisten, dan inovatif dalam memenuhi harapan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Yusuf.

Dalam 100 hari pertama sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, kata Yusuf, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan strategis dan menggencarkan upaya pemberantasan korupsi. Pemerintah juga telah memulai program, salah satunya program makan bergizi gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dan kepercayaannya. Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja tanpa henti untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jalan Layang (Flyover) Madukoro di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2024).

Sebelumnya, Prabowo juga telah menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang merekam kepuasan publik mencapai 80,9 persen. Menurut Prabowo, kinerjanya sebagai presiden bukan untuk mencari penilaian yang baik dari publik, melainkan bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat.

”Kami bekerja bukan untuk cari penilaian baik. Kami bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat,” ujar Prabowo seusai Peresmian Proyek Strategis Kelistrikan di 18 Provinsi yang digelar di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

Prabowo mengatakan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. Presiden beserta semua menteri Kabinet Merah Putih senantiasa bekerja dengan kompak dan tanpa lelah. Mereka bahkan bekerja pada saat masyarakat libur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 7 Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/1/2025).

Menurut Presiden, berbagai tantangan selama tiga bulan pertama pemerintahan dapat diatasi dengan baik. Harga bahan bakar minyak dan bahan pangan relatif terkendali. Bahkan, untuk pertama kalinya, harga tiket pesawat saat mendekati hari Natal dan Tahun Baru 2025 dapat diturunkan. Ongkos haji pun turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Prabowo pun optimistis terhadap kinerja pemerintah selama lima tahun mendatang. Para menteri mampu bekerja sama dan menjadi satu tim. Bahkan, dalam waktu kurang dari 100 hari pertama, ia sudah melihat bukti dan kemampuan yang dimiliki jajarannya.

"Di sana-sini masih ada hal-hal yang kita kurang puas, kita perbaiki. Ada kadang-kadang salah pengertian, ya, kita selesaikan, kita perbaiki. Niatnya adalah bawa kemajuan kesejahteraan ke rakyat kita,” ucap Prabowo.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas tentang kebijakan subsidi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, harapan dan penilaian masyarakat yang tecemin dari survei Litbang Kompas akan menjadi penambah semangat bagi pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk terus bekerja keras.

”Sekaligus juga sebagai alarm pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang amat tinggi dari masyarakat harus tetap dijaga, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Ini butuh kerja keras dan kerja pintar. Sebab, jika lengah sedikit, harapan-harapan penilaian yang bagus dari masyarakat ini bisa turun,” ujar Hasan kepada Kompas, Senin (20/1/2025).

Hasan melanjutkan, masyarakat yakin dengan kesungguhan Prabowo-Gibran dan percaya bahwa saat ini pemerintah berada di rel yang benar. Tingkat keyakinan yang hampir 90 persen ini juga merepresentasikan dukungan publik yang memiliki harapan dan doa yang sama agar program pemerintahan Prabowo-Gibran bisa berjalan dengan baik.

Menurut Hasan, tingkat kepuasan 80,9 persen ini adalah respons terhadap apa yang sudah dilakukan pemerintah selama tiga bulan terakhir. Publik pun melihat dan merasakan bahwa pemerintah bergerak cepat merealisasikan janji-janji kampanye.

Presiden Prabowo Subianto menyalami para menterinya saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025). Jelang 100 hari pemerintahan, Presiden Prabowo menyebut kinerja kabinet Merah Putih efektif dan sesuai koridor yang disusun. Prabowo juga menekankan swasembada pangan dan energi. Ia meminta anggota kabinet untuk menghemat anggaran dan menghapus kegiatan-kegiatan seremoni. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Beberapa di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dimulai secara bertahap. Bahkan, pada Februari mendatang, pemerintah akan memberikan kado ulang tahun berupa fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia.

”Kementerian Kesehatan sudah sangat siap untuk menjalankan program ini. Diharapkan program ini bisa menjangkau 60 juta penerima manfaat. Serta program-program lainnya,” tutur Hasan.

Di sisi lain, Hasan melanjutkan, komitmen keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil juga ditunjukkan dengan serius. Sekitar dua minggu setelah dilantik, Presiden Prabowo telah menandatangani peraturan pemerintah tentang pemutihan utang-utang UMKM, koperasi, petani, dan nelayan. Termasuk menjelang akhir tahun 2024, Presiden memutuskan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai hanya untuk barang-barang mewah yang terkena PPnBM.

Selain itu, niat Presiden Prabowo untuk membentuk sebuah ”Super Team Total Football” berjalan sesuai harapan. Para menteri bekerja keras setiap hari, bahkan di akhir pekan dan hari libur. Kekompakan sudah mulai terbentuk sejak retret di Magelang, Jawa Tengah.

”Tidak ada lagi ego sektoral. Semua menteri bahu-membahu bekerja merealisasikan arahan Presiden. Banyak hal yang dapat selesai dengan cepat ketika menteri-menteri duduk bersama,” kata Hasan.

Infografik Survei Litbang Kompas 100 Hari Pemerintahan *** Local Caption *** Grafik 5

Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintah saat ini. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya sebesar 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.

Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini mencatatkan apresiasi publik setinggi ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .