Rodri masih menepi akibat kemunduran pemulihan cedera. Jelang musim baru, riwayat cedera Rodri dalam setahun terakhir tampak mengkhawatirkan untuk Manchester City.
09 Agt 2025 15:19 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Setelah pulih dari operasi lutut dan cedera pangkal paha, gelandang Manchester City, Rodri, kemungkinan belum bisa tampil pada awal musim baru Liga Inggris. Sang peraih Ballon d’Or 2024 itu diperlakukan sangat hati-hati untuk mengantisipasi komplikasi cedera.
Manajer City Josep Guardiola mengonfirmasi, Rodri tidak masuk skuad untuk laga pramusim pertama versus Palermo yang akan berlangsung pada Minggu (10/8/2025) pukul 02.00 WIB. Sang gelandang juga berpotensi absen setidaknya sampai jeda internasional berikutnya, September 2025.
Semoga saja dia bisa bermain sedikit menit dari laga-laga itu (di awal musim). Tetapi, hal terpenting saat ini adalah dia tidak merasakan sakit lagi. Kami tidak mau Rodri kembali cedera.
Rodri belum pulih seutuhnya setelah mengalami cedera pangkal paha dalam laga 16 besar Piala Dunia Antarklub versus Al Hilal, awal Juli lalu. Dia sudah berlatih sendiri sejak pekan lalu dan terlibat dalam dua sesi latihan terakhir bersama pemain lain, tetapi tidak dibawa ke Palermo.
Guardiola menilai, Rodri sebenarnya bisa saja dilibatkan dalam laga-laga awal Liga Inggris versus Wolverhampton Wanderers, Tottenham Hotspur, dan Brighton and Hove Albion. Hanya, pemain tim nasional Spanyol itu dipastikan belum akan berada dalam level terbaik.
Sang manajer pun enggan mengambil risiko yang tidak sepadan tersebut. ”Semoga saja dia bisa bermain sedikit menit dari laga-laga itu (di awal musim). Tetapi, hal terpenting saat ini adalah dia tidak merasakan sakit lagi. Kami tidak mau Rodri kembali cedera,” ujar Guardiola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/27/ca5271f25d7b1cb6d5969f56fc3bf98e-CWC_Juventus_Manchester_City_Soccer_1_.jpeg)
Guardiola enggan mengulang kesalahannya di Piala Dunia Antarklub. Setelah cedera lutut hampir semusim, Rodri pernah dicoba sebagai pengganti dalam dua laga babak grup. Setelah itu, sang pemain diberikan kesempatan tampil sebagai starter di laga grup terakhir versus Juventus.
Itu merupakan penampilan pertama Rodri sebagai starter sejak cedera parah pada September 2024. Dia tampil sangat baik, terlihat mulai kembali ke performa standar. Penampilan City pun ikut terangkat. Guardiola membawa keyakinan, sang pemain sudah siap untuk kembali tampil reguler.
Rodri kembali mendapatkan beban menit bermain lebih dari 45 menit pada lima hari berselang, tepatnya dalam laga 16 besar versus Al Hilal. Mirisnya, gelandang 29 tahun itu harus ditarik keluar pada babak tambahan waktu akibat cedera baru di area pangkal paha.
Pemulihan cedera parah seperti robek anterior cruciate ligaments (ACL) tidak pernah mudah. Banyak pemain mengalami kemunduran akibat komplikasi cedera baru. Hal itu dipengaruhi waktu menepi yang lama, seperti Rodri yang menghilang dari permainan intens selama sekitar sembilan bulan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/09/271ab2ed9b148abdb700247b06c1f4a5-Britain_Soccer_131696271.jpg)
City perlu lebih berhati-hati. Sebab, kondisi Rodri seperti mengalami anomali dalam setahun terakhir. Dia sudah menderita tiga cedera berbeda. Sebelum bermasalah dengan lutut, dia mengalami cedera otot paha pada awal musim lalu. Hal itu membuatnya beristirahat selama 43 hari.
Menariknya, Rodri dikenal sebagai pemain yang tidak rentan cedera sepanjang kariernya. Dia tercatat hanya dua kali mengalami cedera sebelumnya, pada 2019 dan 2021. Salah satunya hanya karena mengalami benturan. Dia hanya menepi selama total 21 hari.
Rasa trauma pun kembali menghantui City. Seperti diketahui, City tampil inkonsisten sepanjang musim dan gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris akibat kehilangan Rodri. Guardiola tidak memiliki pengganti di gelandang jangkar yang bisa menjembatani serangan dan melindungi para bek.
Gelandang baru yang dibeli di jendela transfer Januari, Nico Gonzales, belum mampu menutupi peran Rodri seutuhnya. Adapun saat tanpa Rodri, City hanya mencatatkan persentase kemenangan 61 persen. Angka itu jauh dibandingkan ketika bersama Rodri, 74,2 persen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/29/f39f9847-c787-45a8-aa5a-4893b682018f_jpg.jpg)
Tanpa Rodri, Guardiola akan memanfaatkan sebaik mungkin pemain yang tersedia pada awal musim. Dia bahkan membuka opsi untuk memainkan gelandang baru, Tijjani Reijnders, di posisi jangkar. Padahal, Reijnders lebih dikenal sebagai gelandang yang lebih ofensif.
”Tijji (Reijnders) bisa bermain di posisi itu walaupun saat semua sudah kembali bugar, dia bisa kembali tampil lebih ke depan. Musim ini akan sangat menantang. Saya melihat jadwal di kantor, kami akan bermain setiap tiga hari setelah September. Kami butuh semua pemain (tersedia),” pungkas Guardiola.
Adapun persiapan City untuk mengarungi musim baru agak tertinggal dengan klub-klub lain. Akibat Piala Dunia Antarklub, mereka baru menjalani laga pramusim seminggu jelang laga pembuka. Tim pesaing, seperti Arsenal dan Liverpool, sudah memulai persiapan sejak pertengahan Juli.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti